Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Wimar dan Islamophobia

Pemilihan presiden yang sebentar lagi akan dimulai ternyata tak bisa lepas dari isu sara. Tim sukses dari jokowi ternyata tidak mendukung perda syariat jika jokowi-jk kelak menang dan menjadi presiden Indonesia selama 5 tahun. Kamu tahu kan perda syariat? Yaitu peraturan daerah yang khusus diberlakukan untuk umat islam saja berkaitan dengan kehidupan masyarakatnya.

Saya heran aja gitu, yang namanya umat islam wajar dong rindu menggunakan syariat Islam. Namanya juga umat islam. Masa pake syariat kristen atau buddha? Kan gak lucu. Nah, ini kenapa tim sukses Jokowi JK gak setuju perda syariat diberlakukan? Toh kalau ada dari tim suksesnya yang non islam, mereka gak akan terkena dampak apapun dari perda ini.

Satu-satunya persangkaan yang bisa saya ambil adalah tim sukses Jokowi-JK sudah terjangkit masalah mental yang dinamakan islamophobia. Mereka gak suka umat islam menggunakan hukum syariat karena dari sononya udah phobia sama Islam. Yang mereka paham Islam itu teroris. Rohis itu teroris. Semua yang berlabel islam itu teroris. Buktinya adalah postingan Wimar Witoelar yang bikin umat islam meradang, terutama warga muhammadiyah ini :

image

Jahat banget ya om wimar witular ini. Tulisan “Gallery of Rogues.. kebangkitan Bad Guys” itu artinya “Galeri para bajingan… kebangkitan orang jahat”. Wow, Aa Gym dibilang b*jingan, Anis matta, ARB, Suryadharma, dan lainnya juga. Gak hanya itu, partai yang mendukung Prabowo juga dibilang b*jingan. Gak ketinggalan Muhammadiyah dan HTI juga.

Beginikah akhlak pendukung Jokowi? Bukankah Jokowi sendiri yang menyerukan pilpres damai tanpa black campaign? Kenapa sekarang pendukungnya sekelas kolumnis Wimar berani menyamakan pendukung Prabowo dengan b*ajingan bahkan teroris? Dia pikir ini lucu-lucuan? Ini namanya diskriminasi. Ini namanya penghinaan. Ini namanya penistaan agama. Dia gak inget kalau jokowi dan yusuf kalla juga seorang muslim. Yang dia hina adalah capres dia sendiri!

Kabar terakhir Wimar sudah minta maaf. Bahkan dia menutup akum facebook dan twitternya dengan harapan isu ini tidak berlarut-larut. Namun apa daya. Screenshot status dia sudah menyebar kemana-mana. Muhammadiyah sudah protes keras dengan status Wimar Witoelar itu. Tim sukses prabowo juga sudah melaporkannya ke bawaslu. Wimar harus mempertanggungjawabkan keisengannya ke seluruh umat islam di Indonesia.

Begitulah nasib seorang islamophobic. Pernyataan kebenciannya terhadap islam justru jadi bumerang bagi dirinya sendiri. Kebenaran akan menang dan kebatilan akan sirna. Semoga Allah senantiasa menjaga keistiqamahan kita dalam memperjuangkan kebenaran. Amin

Leave a reply