Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Waspada! Gak Semua Oleh-Oleh Bali itu Moslem-Friendly

Ini hari terakhir saya di Bali. Acara presentasi papernya sudah selesai kemarin, alhamdulillah dapet anugrah presenter paper terbaik sesi 1 (mengalahkan Dekan sendiri lho hehe..). Sebelum take off ke Jakarta saya sempatkan diri membeli oleh-oleh ke Krisna yang ada di Sunset Road. Mainly tujuan ke sana mau beli oleh-oleh makanan ringan buat keluarga di Bandung.

Oleh-oleh yang tidak bersahabat

Di postingan kemarin kan saya udah cerita kalau di bali lebih banyak restoran haramnya. Nah, sekarang saya lebih mau cerita tentang oleh-olehnya. Yah.. ternyata gak semuanya halal bro. Ada juga yang haram atau setidaknya suspect haram..

Diantara oleh-oleh Bali yang suspect haram itu adalah :

1. Cracker Ceker Ayam, Usus Ayam dan Kulit Ayam.

Tau sendiri di Bali gak semua ayamnya disembelih dengan mengucap basmalah. Jadi makanan olahan berbahan dasar ayam seperti cracker ceker, usus dan kulit ayam juga bisa suspect-haram. Be careful, carilah yang sudah ada label halalnya.

2. Gantungan Kunci Berbentuk Alat Kelamin Pria

Getek juga nih mau nyebut istilahnya apa. Tapi demi Allah! Di Bali memang lumrah dijual souvenir dari kayu berbentuk genital seperti itu ( sorry no picture! ). Ada yang dijadikan pembuka botol, gantungan kunci dan asbak. Yaaiikkss… kita mah jijik ya melihatnya. Apalagi dibeli, enggak deh! Orang bali menganggap hanya lucu-lucuan belaka. Namun kita sangat menjaga kesantunan dan anti membawa oleh-oleh seperti itu. Apakah haram? Sepertinya web konsultasisyariah.com lebih kapabel menjelaskannya.

3. All about babi

Di bali juga dijual pernak-pernak babi. Seperti bantal, patung keramik, pahatan kayu berbentuk babi dan sebagainya. Kalau menurut saya pribadi sih gak haram. Cuman kalau saya memiliki barang seperti itu jadi inget babi beneran yang sehari-hari saya lihat di restoran babi guling, pasar daging babi, sama peternakan babi. Jadi mual, begitu.

4. Lukisan wanita telanjang dan patung topless wanita

Di Bali senimannya juga gak merasa tabu melukis wanuta telanjang atau topless atau mengukir patungnya. Di pinggir-pinggir jalan sudah biasa mereka memajang hiasan seperti itu. Kalau ini saya nilai sudah suspect-haram karena pornografi kan sudah dibilang haram apalagi pornokreasi seperti ini.

Yang Halal juga Ada Alhamdulillah

Di Pusat Oleh-oleh Krisna gak semuanya suspect-haram. Ada juga yang halalnya. Banyak malahan. Ada pie susu, ada kripik belut ada juga kacang-kacangan seperti disko, koro dan lainnya. Ada juga kripik berbahan dasar buah seperti sukun dan nangka. Semuanya enak dan relatif murah. So, banyak pilihan guys daripada beli yang suspect haram tadi.

Oh saya udah bilang belum kalau Krisna ini tokonya lengkap dan luaaaass! Parkirnya juga gratis, dan kasirnya juga banyak jadi gak perlu capek nunggu antrian panjang seperti di toko lain. Di sana juga dijual sajadah bercorak mesjid lho! ( awesome!).

Sudah pernah ke Bali? Adakah souvenir suspect-haram lainnya yang belum saya sebutkan?

Saya bukanlah traveler, jadi pengetahuan saya tentang pariwisata gak sejago pak Budi Sulistyo ( you know who he is..). Adakah souvenir yang belum saya ulas? Bagaimana menurutmu?