Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Transformasi Muslimah : Dari Pamer Aurat menuju Akhwat Perkasa

Gimana jadinya kalau ikhwan menilai perubahan yang terjadi pada diri akhwat? Ya tulisan inilah jadinya. Siapalah saya yang bisa menilai akhwat, sementara wanita selalu dikatakan orang sebagai "The Most Mysterious Creature in The World". Sebab, wanita itu gak bisa ditebak jalan pikirannya. Dikira kita A, padahal ternyata maksudnya B. Dikira kita Z padahal ternyata akhwatnya gak maksud apa-apa. #Gubrakdotcom deh jadinya.. 😀

Jadi kalau saya ditanya seperti apa wanita itu, maka saya akan menjawab seperti Jokowi menjawab pertanyaan wartawan: "I dont think about that" atau "Aku gak mikir..!"

Namun, dalam konteks dakwah sekolah, seorang Rohis harus memahami karakteristik objek dakwahnya. Termasuk wanita. Meski misterius, wanita masih bisa diidentifikasi cara berfikirnya dari cara dia berpakaian. Mungkin itulah hikmah kenapa wanita diperintahkan berhijab kali ya. Agar mudah diidentifikasi seberapa Islami wanita itu memegang teguh agamanya. Disini saya akan menjabarkan sedikit mengenai bagaimana lingkup pikir seorang wanita dari cara dia berpakaian. Semoga tepat.. hehe. 😀

wpid-wp-1402155468670.jpeg

1. Wanita Pamer Aurat

2014-06-08_15-47-25Oke, saya yakin semua akan sepakat bahwa wanita yang suka pamer aurat pasti jauh dari pemahaman agama. Yang paling parah yaitu suka pakai pakaian sexy yang mengundang syahwat lelaki. Yang paling ringan adalah teman kita yang masih belum berhijab dengan memperlihatkan rambut, lengan dan betis. Yang terakhir saya sebut ini bisa jadi memahami agama, namun masih sulit untuk mempraktekkannya.

Kalau yang suka pakai pakaian sexy butuh energi extra untuk mendakwahinya, tapi bagusnya oleh sesama wanita. Karena ikhwan gak akan kuat mendakwahinya. Honestly, menjaga diri dari syahwat itu susah lho.

Kalau yang masih santun, cuman masih memperlihatkan rambut, lengan dan betis, maka banyak hal yang bisa kita lakukan. Seperti mengajaknya ke mentoring, membawanya ke pengajian akbar ustad terkenal, atau sering memberi buku atau majalah islami. Insya Allah lambat laun kesadarannya akan hijab akan terbangun.

2. Pakai Hijab hanya di Sekolah saja.

S2014-06-08_15-42-13eringkali saya lihat wanita yang memutuskan berhijab masih belum sepenuhnya memegang komitmen tersebut. Banyak yang memakai hijab ke sekolah, tetapi dilepas ketika sampai rumah dan bermain ke rumah teman. Ciri lain dari fase ini adalah masih membiarkan profile picture twitter atau facebooknya dengan versi tanpa hijab. Mereka belum merasa itu urgen untuk diganti. Belum merasa dosa.

Seringkali mereka juga tidak risih menggunakan baju dan celana agak ketat saat bergaul, meski menggunakan jilbab. Mereka masih berfikir hijab itu jilbab. Sementara baju dan celana ketat bukan. Ciri lainnya mereka suka melipat lengan baju sehingga tersingkaplah kulit lengannya.

Yang seperti ini biasanya belum terdaftar mentoring. Jadi tugas akhwat Rohis adalah terus "menempel" mereka dan melakukan dakwah fardiyah. Jadilah sahabat mereka dan dengar curhat mereka. Gak gampang memang menjadi akhwat seutuhnya. Mereka masih dibebani bayang-bayang masa lalu.

O, satu lagi. Mereka masih tidak masalah dengan pacaran dan bersentuhan dengan yang bukan mahram. Ini yang harus jadi concern kita juga, he…

3. Akhwat Hanif

Mereka2014-06-08_15-44-55 sudah berjilbab dengan rapih. Jilbabnya lebar, roknya juga menjuntai ke bawah (ya iyalah, masa ke atas :-D). Biasanya sudah terkondisikan dari keluarga yang baik-baik. Tutur katanya lembut, dan santun. Kehalusan budi pekertinya membuat inner beauty mereka juga nampak ke permukaan.

Bagi aktivis pacaran mereka dikategorikan sebagai "Akhwat most wanted" karena mereka tidak-mudah-tapi-bisa untuk "ditaklukkan". Sekali ditaklukkan, akan menaikkan gengsi si cowok tersebut. Disinilah celahnya akhwat hanif. Biasanya mereka terdaftar mentoring tapi gak rajin-rajin amat. Makanya mereka belum terlalu imun kalau diajak pacaran. Awalnya menolak (karena takut dosa) tapi ujungnya diterima (karena kasihan lihat pengorbanan lelaki serigala berbulu domba itu).

Mereka bisa kuat terhadap godaan pacaran andaikata Rohis selalu mengajak mereka pada kesibukkan yang positif. Bila mereka tidak datang mentoring, tanyalah keberadaannya. Sering-seringlah menjadi partner mereka dalam belajar dan mengisi waktu luang. Sering-sering juga ajak mereka pada kepanitiaan Rohis, sehingga mereka merasa asyik berorganisasi dan mencintai kegiatan Islam.

4. Akhwat Perkasa

Inilah dia metamorfosa tertinggi dari transformasi akhwat. Yaitu ketika dia bisa menjaga fitrah kewanitaannya dan menjaga harga diri serta kesuciannya sebagai calon ibu peradaban.

Mereka adalah wanita yang digambarkan dalam Al-Qur'an.

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau …… Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS : Annur : 31)

Akhwat ini biasanya adalah fungsionaris dan aktivis Rohis, meskipun tidak harus juga. Namun sebagian besar begitu karena Akhwat Perkasa butuh lingkungan yang bisa membantunya tetap menjaga kesucian dan harga diri sebagai muslimah. Mereka memiliki keyakinan bahwa wanita shalihah adalah perhiasan terbaik di muka bumi oleh karena itu harus dijaga dan diperuntukkan bagi yang halal atas mereka yaitu suami mereka kelak.

Akhwat Perkasa ciri-cirinya mudah diketahui karena mereka anti mainstream dari kebanyakan wanita pada umumnya. Mereka senantiasa menjaga pandangan dengan menundukkan pandangan jika bertatapan dengan lawan jenis. Jilbab mereka lebar menutupi dada dan pakaian mereka longgar hingga tak kentara bentuk tubuhnya. Suara mereka lantang tidak manja ketika berdiskusi dengan pria bahkan seganteng Afgan sekalipun. Mereka tidak suka berdua-duaan dengan lelaki. Kalau diusilin cowok mereka bisa melotot sejadi-jadinya sebelum lidah tajam mereka meluncur mencabik hati dan menaikkan bulu kuduk kaum Adam. Kok saya tahu? Karena saya pernah jadi korban salah sasaran mereka hahaha…

Para aktivis pacaran sering menamai mereka dengan istilah "The Unbreakable Akhwat" karena ketangguhan mereka dalam menolak pacaran bahkan memeranginya. Oleh karenanya Akhwat Perkasa sudah di black list duluan oleh cowok serigala berbulu domba karena takut dipanggang jadi barbeque dengan ayat-ayat Qur'an yang meluncur dari lisan mereka. Kamu mau nyoba? Jangan ngajak saya ya, hahahaha…

akhwat6

Perlakukan Objek Dekwah Sesuai Kondisinya

Setelah kamu faham perbedaan Akhwat dari segi cara berfikirnya saya harap kamu bisa menyesuaikan cara-cara kamu berdakwah dengan mereka. Berdakwah dengan Akhwat yang belum berjilbab beda dengan berdakwah kepada Akhwat Perkasa. Bahasa yang digunakan berbeda. Metode yang digunakan juga berbeda. Semakin kamu mencoba berdakwah kepada masing – masing contoh di atas, Saya yakin kamu akan semakin faham letak bedanya di mana aja. Tapi yang pasti selalu komitmen dalam hati bahwa kamu akan terus mendakwahi mereka dari level yang paling bawah ( cewek pamer aurat ) hingga menjadi akhwat perkasa.

Banyak kok yang bisa seperti itu. Beberapa di antaranya adalah Mbak Neno Warisman yang dulunya model, kini menjadi Ustadzah. Mbak Inneke Koesherawati yang dulunya icon film – film erotis kini jadi aktivis hijaber hingga jadi Brand Ambassadornya produk Islami Wardah. Semoga Allah memuluskan jalan kita menuju peringkat yang lebih baik yaitu manusia bertakwa. Caiyo..!!

Related Posts

Leave a reply