Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Pentingnya Musyawarah dalam Mengambil Keputusan Rohis

Kalau mau dibilang, banyak banget bidang garapan yang menjadi amalnya Rohis. Mentoring, Taklim kelas, Buletin, Syiar, Tabligh Akbar, dan tidak ketinggalan dakwah fardiyah jadi sebagian kecil dari potensi yang bisa dikerjakan Rohis. Karena banyaknya amal itu, Rohis tidak cukup dikelola oleh sedikit orang. Banyak dan berkualitas. Anggota Rohis saya harapkan bisa seperti itu.

Oleh karena itu, semakin banyak amal di lapangan, semakin banyak juga potensi masalah yang timbul. Masalah ini bisa jadi dikarenakan kurangnya pengalaman kader Rohis, atau faktor eksternal yang tidak diduga sebelumnya. Dalam Islam, Al Qur’an menyebutkan, cara yang diutamakan ketika masalah dalam amal Rohis muncul adalah dengan bermusyawarah.  Atau disebut juga Syura/syuro.

Syaikh Hussain bin Muhammad mengatakan Syura adalah

“mengeluarkan pendapat tentang suatu masalah untuk dikaji dan diketahui berbagai aspeknya sehingga dapat dicapai kebaikan dan dihindari kesalahan” – dalam Menuju Jama’ul Muslimin

Pengarang al-Mu’jam al-Wasith berkata :

“Memusyawarahkan sesuatu artinya mengemukakannya untuk menunjukkan kebaikan – kebaikan yang terdapat di dalmnya”

Dalam Al-Qur’an perintah untuk bermusyawarah ada pada surat Al-Imran :

“ .. dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu ..” (159)

BIsa saya simpulkan bahwa syuro adalah berkumpulnya orang-orang dalam membahas sesuatu topik dimana di dalamnya disampaikan kebaikan dan keburukannya sehingga didapat keputusan yang diambil untuk mencapai kemasalahatan.

Syuro di zaman Rasul

Nabi Muhammad dikenal sebagai orang yang gemar bermusyawarah. Kita bisa tahu hal tersebut dari hadits yang diambil dari Sunan Tirmidzi ini :

"Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling sering bermusyawarah dengan para sahabat selain dari pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam." no. 1636

Banyak sekali kisah Rasulullah dalam bermusyawarah. Mau perang aja Rosul bermusyawarah. Sama istrinya Rasul bermusyawarah. Dengan musuh saja beliau bermusyawarah.

Jumlah bilangan shalat dulu Allah tetapkan 50 kali sehari semalam. Kemudian Rasulullah bermusyawarah dengan malaikat Jibril atas usulan nabi Musa. Minta diringakan sebab umat Muhammad tak kuat shalat sebanyak itu. Musyawarah terjadi begitu Alot hingga diputuskan shalat umat Islam 5 kali dalam sehari.

Lalu Allah memberikan wahyu kepada beliau dengan mewajibkan shalat lima puluh waktu sehari semalam. Lalu aku turun dan bertemu Nabi Musa Alaihissalam, dia bertanya, ‘Apakah yang telah difardukan oleh Tuhanmu kepada umatmu? ‘

Beliau bersabda: "Shalat lima puluh waktu’.

Nabi Musa berkata, ‘Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan karena umatmu tidak akan mampu melaksanakannya. Aku pernah mencoba Bani Israel dan menguji mereka’.

Beliau bersabda: "Aku kembali kepada Tuhan seraya berkata, ‘Wahai Tuhanku, berilah keringanan kepada umatku’.

Lalu Allah subhanahu wata’ala. mengurangkan lima waktu shalat dari beliau’.

Lalu aku kembali kepada Nabi Musa dan berkata, ‘Allah telah mengurangkan lima waktu shalat dariku’.

Nabi Musa berkata, ‘Umatmu tidak akan mampu melaksanakannya. Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan lagi’.

Beliau bersabda: "Aku masih saja bolak-balik antara Tuhanku dan Nabi Musa, sehingga Allah berfirman: ‘Wahai Muhammad! Sesungguhnya aku fardukan lima waktu sehari semalam. Setiap shalat fardu dilipatgandakan dengan sepuluh kali lipat. Maka itulah lima puluh shalat fardu. Begitu juga barangsiapa yang berniat, untuk melakukan kebaikan tetapi tidak melakukanya, niscaya akan dicatat baginya satu kebaikan. Jika dia melaksanakannya, maka dicatat sepuluh kebaikan baginya. Sebaliknya barangsiapa yang berniat ingin melakukan kejahatan, tetapi tidak melakukannya, niscaya tidak dicatat baginya sesuatu pun. Lalu jika dia mengerjakannya, maka dicatat sebagai satu kejahatan baginya’.

Aku turun hingga sampai kepada Nabi Musa, lalu aku memberitahu kepadanya. Dia masih saja berkata, ‘Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan’. Aku menjawab, ‘Aku terlalu banyak berulang-ulang kembali kepada Tuhanku, sehingga menyebabkanku malu kepada-Nya’."

Musyawarah memang membawa berkah. Makanya musyawarah dianjurkan sekali dalam islam…

Musyawarah dalam Rohis

Sudah selayaknya rohis juga membudayakan musyawarah dalam setiap amal dan permasalahan yang muncul. Urgensi musyawarah menjadi lebih penting lagi karena anak Rohis belumlah bisa dibilang berpangalaman dalam beramal. Oleh sebab itu, jangan remehkan musyawarah.

Musyawarah perlu sekali digunakan ketika :

  1. Merumuskan program kerja
  2. Menyusun visi dan misi kepengurusan
  3. Memilih ketua Rohis baru
  4. Mencari solusi atas berbagai permasalahan
  5. Menentukan pertimbangan fiqh yang sulit dicari nash/ayat/hadits nya atau tidak spesifik disebutkan dalam quran/hadits
  6. Jika ada fitnah terhadap Rohis
  7. Jika Rohis diancam oleh pemikiran sesat
  8. Jika ada kristenisasi di sekolah
  9. JIka kader rohis terjebak virus merah jambu
  10. Jika kader rohis terbebani masalah akademik atau ekonomi
  11. dan lainnya.

Saya berharap musyawarah ini menjadi budaya dalam setiap kepengurusan Rohis. Jika ada yang ingin ditanyakan, jangan sungkan menyampaikannya lewat kolom komentar. 🙂

Leave a reply