Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Teruskanlah.. Meski Rohismu Tak Ada yang Mendaftar

Dakwah bukan masalah berapa lama kamu sudah melakukannya. Bukan juga masalah berapa orang yang mau menyambutnya. Dakwah adalah way of life kita, dan tugas sepanjang hidup kita.

Masa Orientasi Sekolah sudah usai. Masing – masing peserta didik baru sudah memutuskan ekskul mana yang akan mereka tekuni.

Ada Rohis yang kebanjiran pendaftar, namun ada juga yang sedikit menyambut seruan dakwah rohis.

Kalaulah dakwah itu seperti sepakbola lengkap dengan komentatornya, tentu Rohis yang kebanjiran pendaftar akan dipuja puji setinggi langit, dan Rohis dengan sedikit pendaftar akan dikritik habis-habisan dan ditelanjangi semua aib dan kekurangannya.

Tapi hey, Dakwah lebih mulia dari sekedar permainan di atas lapangan hijau. Dia adalah pekerjaan para penghuni langit ke-7. Hitung-hitungan skornya ditentukan oleh Yang Maha Adil yang mengetahui setiap rapat-rapat kita dan mendengar doa-doa kita di tiap siang dan malamnya. Penontonnya adalah malaikat-malaikat yang suci dan taat yang tak pernah luput menjadi supporter mujahid dakwah di belahan bumi manapun mereka berjuang, hingga kiamat tiba.

Way Of Life

Apapun kondisi kita, kaya atau miskin, sekolah atau homeschooling, bekerja atau berbisnis, dakwah adalah aktivitas mendarah daging yang akan terus melekat hingga hembusan nafas terakhir. Kita adalah da’i sebelum menjadi yang lainnya; yang menjadikan kita siswa yang berdakwah, pebisnis yang berdakwah, guru yang berdakwah, supir angkot yang berdakwah dan ayah yang berdakwah.

Tidak perlu sebutan ‘ustadz’ agar berlisensi menjadi pendakwah. Sebab, pengetahuan satu ayat saja sudah meningkatkan status kita dari muslim mediocre menjadi seorang da’i dan bergabung dengan barisan terdepan yang memperjuangkan agama ini.

Dakwah akan menjadi identitas abadi kita dan akan menjadi pemberat amal kebaikan di hari perhitungan kelak.

Godaan Syetan

Meskipun dakwah adalah semulia-mulianya pekerjaan seorang muslim, syetan akan terus mencari celah agar da’i tergelincir dari shiraatal mustaqiim.

Kalau kita bercermin dari usainya masa MOS sekolah, syetan akan menggoda Rohis dengan pendaftar yang banyak maupun Rohis dengan pendaftar yang sedikit. Syetan akan mengajak da’i untuk tidak bersyukur atas hasil yang didapat dan beristirahat dari kegiatan berdakwah.

Apapun hasil yang Rohis dapatkan, follow up kegiatan adalah langkah strategis selanjutnya yang tak boleh Rohis tunda-tunda. Segeralah susun rencana mentoring yang sistematis untuk menjaga anggota untuk terus aktif di Rohis sambil merancang langkah – langkah selanjutnya untuk kembali menjaring anggota baru. Jangan biarkan Syetan menyelip ke dalam hati kita dan memupus kemenangan dakwah di masa yang akan datang.

Teruslah Melangkah, karena Kemenangan Rohis Sudah di Hadapan

Seperti janji Allah bahwa kemenangan dakwah kan menjelang. Kemenangan itu adalah keniscayaan meski kita ada di barisan kemenangan itu atau ‘melihatnya’ dari ‘televisi’ akhirat.

Satu langkah yang kita buat demi kemajuan dakwah akan terus membuat kita semakin dekat kepada fajar kemenangan. Tidakkah kau rasakan hawa kemenangan itu? Hitunglah berapa banyak peserta didik akhwat yang sudah berjilbab. Perhatikan berapa banyak berita saudara ‘baru’ kita yang berikrar syahadat di dunia maya. Saksikanlah perjuangan saudara kita di Palestina, Suriah, Afghanistan, Irak, Mesir dan tak ketinggalan Indonesia.

Kafilah rabbani itu terus bergerak ke satu titik yang sama, yaitu Allah SWT. Hingga nanti waktunya tiba, cahaya Allah akan menyingkap kegelapan yang selama ini menyelimuti hati manusia. Namun semua itu tidak akan terjadi dengan sendirinya, melainkan kontribusi dakwah kitalah yanv akan mewujudkan kemenagan -kemenangan dakwah di masa yang akan datang.