Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Kekurangan dan Kelebihan Anak Rohis

Tarbiyah Dzatiyyah diartikan sebagai pendidikan seseorang kepada dirinya sendiri. Disebut juga pendidikan mandiri karena tidak melibatkan orang lain dalam pelaksanaannya. Kita yang paling tahu kelebihan dan kekurangan diri kita. Dengan begitu, kita yang menentukan sendiri kurikulum terbaik dalam melaksanakan tarbiyah kepada diri kita sendiri. Implikasinya, tarbiyah dzatiyyah versi kita tentu akan berbeda dengan tarbiyah dzatiyyah versi orang lain.

Umumnya, anak rohis itu punya kelebihan sebagai berikut :

1. Waktu luang yang cukup banyak. Dibanding dengan mahasiswa atau pekerja, anak rohis masih memiliki waktu luang lebih banyak.

2. Kegiatan yang homogen. Semua anak SMP dan SMA memiliki rutinitas yang relatif sama : masuk jam 7 keluar jam 2 siang. Pulangnya bimbel atau melakukan kegiatan rekreasi.

3. Kebersamaan yang tinggi. Coba deh liat foto-foto yang dipajang di studio jonas. Rata-rata kan anak SMP-SMA. Kalau udah kuliah biasanya foto wisuda yang dipajang. Atau foto bersama pasangan hidup.

Kekurangan yang dimiliki anak rohis umumnya adalah sebagai berikut.

1. Disorientasi. Rata-rata anak SMP-SMA belum punya visi hidup yang jelas. Gede mau jadi apa, mau kuliah dimana, mau bekerja atau mendirikan perusahaan. Semuanya kelihatan sangat bias. Mirip nobita kalau kehilangan kaca mata.

2. Mengisi waktu dengan hal yang sia-sia. Kita jujur-jujuran deh. Masih banyak dari kita yang mengisi waktu dengan main game, nonton sinetron tv atau menghadiri konser musik. Ada yang masih rutin membaca mangafox.com juga kah?

3. Gampang menyerah. Ritual ibadah dalam islam beberapa sulit dinikmati pada mula-mula melaksanakannya. Semua tergantung dari kegigihan dan keikhlasan yang kita hadirkan saat melaksanakannya. Too bad, banyak dari kita yang udah letoy ketika mencobanya.

4. Mudah terpengaruh kemaksiatan. Teman yang tidak baik, ditambah tayangan TV yang tidak mendidik memberi andil besar dalam menyurutkan iman anak-anak rohis. Saya yakin kamu juga merasakannya kan.

KIta Butuh Tarbitah Dzatiyah

Dengan begitu, kita butuh mentarbiyah diri kita. Biar kondisi buruk di atas tidak bertambah parah. Kita harus mengisi gap yang cukup jauh antara kelebihan dan kekurangan kita. Caranya adalah mengalokasikan sebagian besar waktu kita untuk hal-hal yang bermanfaat.

Program dan jadwalkan berbagai kegiatan yang bermanfaat dan mulailah tinggalkan semua aktivitas yang laghwu (sia-sia). Kamu harus paham bahwa ada yang penting dan ada yang tidak penting. Semuanya harus dimenej dengan mendahulukan sesuatu yang penting di atas kegiatan yang tidak penting.

Kegiatan yang mendukung kebahagiaan di akhirat harus diutamakan dibanding kegiatan yang hanya menawarkan kenikmatan duniawi. Kita hidup di dunia hanya sementara. Di akhirat kita hidup selamanya.

Utamakan membaca quran sebelum membaca komik atau novel. Utamakan shalat malam qiyamullail dibanding nonton pertandingan bola. Utamakan berinfak shadaqah dibanding membeli snack secara berlebihan. Allah senang dengan muslim yang mengejar akhirat namun tidak rakus dengan dunia. Semuanya dilakukan dengan pembobotan yang adil.

Semoga kamu bisa memulainya saat ini juga. Kalau merasakan kesulitan jangan sungkan tanya-tanya saya ya. Tinggalkan komentarmu dibawah ini, dan saya akan menanggapinya dengan senang hati insya Allah.. 🙂

Related Posts

Leave a reply