Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Tante Musdah yang Ingin Pelajaran Agama Dihilangkan dari Sekolah

Tante Musdah Mulia namanya. Beliau menginginkan sekolah tidak lagi mengajarkan pelajaran agama. Apa kata dunia?

Lebih tepatnya lagi, apa kata guru agama yang mengajarkan tante Musdah ketika SMP dan SMA dulu ya? Apa pula komentar orang tuanya tante Musdah yang sudah mengajarkan agama sejak kecil..

Adalah berikut status tante Musdah yang bikin hati guru agama seluruh Indonesia bersedih hati :

image

Transkripnya adalah yang berikut ini :

Copas dari seorang teman:

Mari belajar dari Singapura ttg Agama:Sekitar 22 tahun lalu Singapura melarang pengajaran agama di Sekolah. Hasilnya, penduduk negeri itu dikenal paling tertib, disiplin, dan toleran padahal mrk terdiri dari beragam etnik, bahasa dan agama.

PM Singapura, Lee Hsien Loong tetap menegaskan, pemerintahnya tdk akan mengijinkan pengajaran agama masuk sekolah. Sejak PM Lee Kuan Yew ditetapkan bhw agama urusan pribadi, bukan urusan sekolah atau negara. Keputusan itu diambil krn Lee Kuan Yew melihat pengajaran agama justru menimbulkan perpecahan dan konflik, bukan perdamaian.

Sebaliknya, Indonesia menjadikan pengajaran agama wajib di sekolah. Bahkan, ada Kementrian Agama yg memiliki jutaan pegawai di bidang agama, puluhan ribu Sekolah Agama, Ratusan ribu rumah ibadah, trilyunan rupiah utk pembangunan bidang agama. Namun hasilnya? Indonesia masuk negara terkorup di dunia, bahkan korupsi pun marak di Kementerian Agama.

Ringkasnya, semua orang Indonesia beragama kecuali jika berhadapan dg uang, kekuasaan dan proyek!!!!

Tante Musdah yang JIL

Tante Musdah sudah professor lho. Di bidang agama lho. Tapi beliau punya pemikiran yang liberal. Jadinya malah menyerang agama itu sendiri dan berpendapat urusan agama harus dipisah dari urusan negara.

Pemikiran sekuler ini gak beda jauh dengan pemikiran om Zuhairi Misrawi dan Luthfi Asysyaukanie yang udah kita bahas terlebih dahulu kemarin – kemarin. Mereka adalah akademisi liberal yang menginginkan Negara Indonesia tidak membawa agama ke urusan pemerintahan seperti memisahkan keju dari cheeseburger.

Apa Jadinya Kalau Agama Dihilangkan dari Sekolah?

Itu sama artinya dengan menutup dan mengahancurkan semua mesjid sekolah, menghentikan shalat berjamaah di sekolah, menarik Al-Quran dari sekolah dan memaksa muslimah kita untuk melepas jilbab sebagai identitas agama di sekolah. Dan yang pasti membubarkan Rohis sekolah.

Sekolah akan dijadikan tempat belajar para ‘robot’ yang tidak diasah jiwa dan nuraninya. Sebab agamalah yang membedakan manusia yang bernurani dengan manusia yang hanya mengejar duniawi.

Di sekolah tidak akan ada Idul Adha yang mengajarkan siswa berbagi dan berinteraksi dengan kaum dhuafa. Di sekolah tidak akan diadakan pesantren kilat yang mengisi ramadhan kita dengan kegiatan bermanfaat, bahkan di sekolah tidak akan diajarkan berdoa dan mengurus jenazah jika saudara seiman ada yang dipanggil menghadap Allah SWT, sebab ajaran agamalah yang memberitahu kita cara memperlakukan jenazah secara baik.

Mengapa Ajaran Agama dikaitkan dengan Tindakan Korupsi?

Pernyataan Tante Musdah ini gak masuk akal menurut saya. Justru lebih masuk akal hipotesanya KPK yang mengatakan Budaya korupsi sudah tertanam sejak siswa sekolah terbiasa mencontek dan curang ketika ujian. Itu lebih make sense. Dan pelajaran agama lah yang menekan kebiasaan itu. Pelajaran agamalah yang berani terang-terangan mengatakan bahwa curang ketika ujian itu haram. Pelakunya dihinakan di dunia maupun di akhirat.

Tante Musdah juga harusnya melihat. Partai mana yang paling banyak korupsinya. Apakah partai berbasis agama atau partai yang tidak berbasis agama. Cobalah lihat kesana tante…

Kita hanya bisa berdoa semoga tante bisa kembali merenung dan melihat lebih mendalam. Kita pun berusaha semoga tidak banyak yang berfikiran seperti tante Musdah, amin..

Mari kita pertahankan agar keju selalu ada di setiap menu cheeseburger.