Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Sya’ban is Coming!

Waktu terus bergulir, Muharram, Safar, Rabiul awal, Rabiul akhir, terus hingga kembali ke bulan yang sama. Tanpa disadari sekarang kita sudah berada dibulan Jumadil akhir, 6 hari lagi masuk ke bulan Rajab, yang berarti 36 hari lagi masuk ke bulan Sya’ban, dan berarti 65 hari lagi masuk ke bulan Ramadhan. Ya begitulah waktu, terus beralalu tanpa terasa.

Tapi kita tak boleh lengah dengan waktu yang ada karena waktu termasuk salah satu nikmat yang seringkali dilalaikan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang lalai, menyia-nyiakan waktu dan malah menyesal dikemudian hari. Terutama di hari-hari menjelang datangnya bulan Syaban ini. Bulan Syaban ini merupakan bulan yang istimewa, karena bulan ini menjadi menu pembuka sebelum kita bertemu dengan Ramadhan yang penuh berkah.

Bahkan pada bulan syaban ini Rasulullah saw pun terus meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadahnya. Rasulullah saw tidak pernah melakukan puasa sunah sebanyak yang dilakukan di bulan Sya’ban, seperti yang dikisahkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha

Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)

Namun di samping menganjurkan berpuasa di bulan Sya’ban, Rasulullah saw. juga melarang umatnya berpuasa jika hal tersebut dilakukan sehari atau dua hari sebelum bulan sya’ban berakhir. Sebagaimana sabda Rasulullah saw.

“Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari sebelumnya kecuali orang yang terbiasa berpuasa maka puasalah.” (HR. Bukhari No. 1983 dan Muslim No. 1082 dari Abu Hurairah).

 

Lalu bagaimana kabar ibadah-ibadah kita untuk menyambut bulan Sya’ban nanti?

Agar Sya’ban kita tidak terlewati secara sia-sia maka lebih baik kita mempersiapkan diri dari sekarang. Memperbanyak puasa, tahajud, tilawah, belajar, atau pun membantu orang tua. Kita harus terus melatih diri untuk melaksanakan ibadah-ibadah dengan baik dan berkelanjutan. Karena ibadah yang disukai oleh Allah adalah ibadah yang dilaksanakan terus-menerus bukan?

Memperbanyak puasa Sunnah di bulan Syaban ini bisa juga menjadi ajang untuk berlatih menahan lapar dan haus sebelum menjalani sebulan penuh puasa di bulan Ramadhan.

Leave a reply