Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Setan yang dipanggil “Ustad”

Bagikan, insya Allah jadi amal kebaikan

Dalam surat An-Nas disebutkan setan itu terdiri dari jin dan manusia. Minal jinnati wannaas. Selama ini kita tahunya setan itu dari golongan jin. Tapi jarang yang sadar, bahwa setan juga ada dari golongan manusia.

Gimana cara tahunya? Gampang. Setan itu punya ciri – ciri.

Setan itu suka berbohong, janji palsu, membisiki manusia agar mau melakukan perbuatan yang menentang Allah.

Setan itu suka boros, glamour, tidak mau beribadah kepada Allah.

Setan itu pemalas, takut mati, tapi sangat cinta pada dunia.

Masih banyak lagi perbuatan-perbuatan syetan, gak akan cukup kalau ditulis semua disini.

Setan itu suka menipu. Pakaiannya seperti ustad, tapi buka praktek pengobatan ‘alternatif’ ala dukun. Ketika pasien diperiksa, seolah keluar paku dari kepala. Keluar bilatung dari telinga. Dibilang disantet. Kalau mau sembuh harus hafal beberapa juz al-qur’an. Kalau gak sanggup boleh dibadal (diwakili). Tinggal bayar pake 25 gram emas untuk membantu penghafal qur’an memagari pasien dari santet. Gila. Kalau pasiennya nurut : Bodoh!

Setan itu suka marah-marah. Mengaku ustad jebolan akademi keustadan. Umur masih muda, tapi ceramah suka marah-marah. Suara mic mati, Audio man dipanggil. Dimarahi di depan umum, ditimpa kepalanya dengan lutut kaki. Masya Allah! Audio man itu lebih tua dari Anda, tad!

Setan itu suka pamrih. Kalau sedang ceramah minta bayaran gede. Kalau gak dibayar, gak mau dateng kasih ceramah. Diundang kasih ceramah ke korea, mempermasalahkan infak jamaah. Marah-marah karena sang ‘ustad’ gak dapet persenan dari infak jamaah.

Setan itu suka kemusyrikan. Ngakunya kyai. Buka praktek bisa menggandakan uang. Buka praktek bisa melancarkan jodoh. Buka praktek bisa melancarkan rezeki, melawan santet dengan santet. Baju gamis, jenggot panjang, pake sorban.

Kami berlindung dari godaan syetan yang terkutuk ya Allah! Dari setan yang ingin dipanggil ustad. Dari setan yang berpakaian kiai!

Leave a reply