Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Salah Kaprah Rohis : Mengejar Jumlah dibanding Kualitas

Ada aja ya anak Rohis yang ngeselin sewaktu rapat di whatsapp. Ketika kita semangat mau bikin kegiatan tafakkur alam, komen dia malah “Paling berapa orang sih yang mau ikut?“. Masya Allah, komentarnya kayak tukang gali kubur aja.. hemat bicara tapi dalem!

Dilema

Anak Rohis pasti dihadapkan pada sebuah persimpangan jalan di suatu waktu. Keputusannya mengambil jalan mana akan berpengaruh besar pada hasil yang akan ia peroleh :

  1. Mengejar jumlah anggota yang banyak atau
  2. Mengejar kualitas anggota yang paripurna.

Kedua hal ini seringkali berupa pilihan alih-alih bisa dilaksanakan kedua-duanya. Umumnya jumlah pengurus rohis tidaklah seberapa. Masih bisa dihitung jari sebelum nanti dihitung kalkulator. Jumlah yang sedikit menjadi faktor vital penentu eksistensi rohis di masa yang akan datang : akankah bertahan hingga -katakan saja- 50 tahun lagi?

Bagaimana kalau trennya turun? Tahun depan jumlah anggota rohis lebih sedikit. Akankah Rohis menjadi punah sebelum kuncupnya mekar jadi bunga?

Tahu gak sih lo, dilema di atas adalah kelemahan kita yang akan dimanfaatkan oleh syetan seoptimal mungkin kalau kamu gak segera ambil keputusan!

Jadi mari kita bahas dulu pilihan no.1 : mengejar jumlah.

“Ekspektasi” itu multivitamin sekaligus racun

Saat kamu memiliki suatu harapan, sebenarnya kamu sedang bermain resiko kecewa (baca: sakit hati). Semakin tinggi kamu berharap maka semakin besar resiko kecewa yang kamu pertaruhkan jika gagal untuk menggapainya. Belajarlah dari korban bunuh diri akibat diputus cinta pacar.

Saat rohis kamu berkonsentrasi mengejar jumlah maka bersiap-siaplah hati dibolak-balik antara senang dan kecewa karena “jumlah” anggota seiring waktu selalu fluktuatif. Kadang banyak, kadang dikit. Tapi kalau udah dikit susah untuk jadi banyak lagi. Nanti jangan heran akan muncul orang-orang skeptis seperti cerita saya di paling atas..

Bagaimana dengan pilihan 2 : mengejar kualitas anggota ( yang masih sedikit itu)

Seperti kata Al-Quran : Jangan tinggalkan generasi lemah di belakang kalian

Allah sudah mewanti-wanti. Janganlah kalian tinggalkan generasi yang lemah di belakang kalian. [1]  Ini isyarat bahwa Islam sangat memperhatikan kualitas dan pewarisan generasi yang lebih berkualitas sepanjang waktu. Sebab mujahid diberi waktu terbatas untuk berdakwah yang jika habis (syahid atau futur) maka perannya harus digantikan oleh generasi selanjutnya.

Allah juga sudah mewanti-wanti agar tidak terlalu pongah terhadap jumlah. Jumlah pasukan yang banyak di perang Hunain membuatmu takabbur. [2] Akibatnya di perang itu pasukan muslim gagal total meskipun secara jumlah melebihi pasukan musuh. Mereka seperti buih di lautan. Banyak namun terpecah belah dan akhirnya menghilang.

Yusuf Al-Qaradhawi juga sudah membuat kadar prioritas dalam bukunya fiqh prioritas. Bahwa mengejar kualitas harus diutamakan daripada mengejar kuantitas saat energi untuk berdakwah sangat terbatas. Sebab pengurus Rohis yang berkualitas meski sedikit lebih menjamin masa depan daripada pengurus Rohis yang banyak tapi tidak berkualitas.

Its up to you!

Sekarang sih terserah kamu. Memang sih pengurus Rohis yang sedikit itu menurunkan gengsi antat ekskul. Tapi kalau kamu mau melupakan gengsi itu dan memikirkan masa depan insya Allah, Allah bersama pejuang-pejuangnya yang sabar…

Bibliography :

1.
DAN HENDAKLAH TAKUT KEPADA ALLAH ORANG-ORANG YANG SEANDAINYA MENINGGALKAN DI BELAKANG MEREKA ANAK-ANAK YANG LEMAH, yang mereka khawatir terhadap [kesejahteraan] mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang meninggalkan bekas.(QS. An-Nisa 4:9)
(QS. An-Nisa 4:9)
2.
“Dan ingatlah peperangan Hunain, ketika waktu itu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah mereka, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikit pun dan bumi yang luas itu terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai-berai” .(QS At-Taubah: 25)

Related Posts