Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Rohis Ekskul yang Sangat Sejalan dengan Kurikulum 2013

Bagikan, insya Allah jadi amal kebaikan

Ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh peserta didik diluar jam belajar kurikulum standar. Ekstrakurikuler dilakukan sebagai perluasan dari kegiatan kurikulum dibawah bimbingan sekolah dengan tujuan untuk mengembangkan kepribadian, bakat, dan kemampuan peserta didik yang lebih luas atau diluar minat yang dikembangkan oleh kurikulum. Kegiatan ekstrakurikuler ini dilakukan untuk melengkapi kegiatan belajar peserta didik.

Rohis kepanjangan dari Rohani Islam sebagai sub seksi dalam struktur kepengurusan OSIS merupakan wahana (media) kegiatan keagamaan peserta didik yang beragama Islam. Namun sejalan dengan perkembangannya, Rohis mampu berdiri sendiri tanpa naungan dari OSIS. Jadi dapat disimpulkan bahwa Ekstrakurikuler Rohis merupakan kegiatan yang menghimpun peserta didik yang beragama Islam dalam rangka pembentukan karakter siswa menjadi lebih memahami prinsip dirinya, sehingga menjadi peserta didik yang dibekali dengan pengetahuan agama. Jadi ketika sudah menyelesaikan pendidikanya di tingkat SLTA, mereka sudah mencerminkan akhlak dan budi pekerti yang baik.

Selanjutnya, apa hubungannya dengan kurikulum 2013? Sebelum mencermati hubungannya mari kita lihat sejenak kurikulum 2013 ini. Kurikulum 2013 dibangun dan diberlakukan untuk merubah mindset peserta didik dalam berfikir serta membangun pola pikirnya sesuai fakta ilmiah dengan menitiberatkan pada pembentukan karakter peserta didik. Dimana Ia harus mampu memahami (knowing), terampil melaksanakan (doing), dan mengamalkan (being). Dalam penilaian kurikulum 2013, terdapat penilaian pengetahuan,  keterampilan, sikap (observasi, diri sendiri, antar teman, dan jurnal). Bila dicermati semua penilaian itu bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik. Mengapa demikian? Karena output tersebut menyatakan hasil dari sebuah pembelajaran.

Mengingat kurikulum 2013 yang dibentuk sedemikian rupa untuk mengatasi dan mengembalikan dekadensi moral bangsa ini, lembaga pendidikan (sekolah) menjadi sasaran utama, karena dinilai tepat sebagai awal pembentukan karakter peserta didik. Materi yang dimuat dalam kurikulum 2013 ini tidak akan mampu mencapai tujuan pembelajaran ini tanpa didukung oleh semua lini. Meskipun seorang pendidik profesional, sarana dan prasarana yang sangat memadai, tapi kalau tidak menanamkan karakter, akan menghasilkan output yang tidak sesuai dengan harapan. Artinya materi yang diterima hanya bersifat pengetahuan (kognitif), tanpa ada pengamalan.

Sedangkan kegiatan Rohis bermuatan apa yang diinginkan oleh Kurikulum 2013. Beberapa kegiatan Rohis yang dimaksud yaitu  mentoring (kajian praktis tentang kehidupan manusia), TBTQ (Tuntas Baca Tulis Al-Qur’an), Shalat Zhuhur berjama’ah (Giliran perkelas dilengkapi kultum), Piket membersihkan Mushalla, Mabit (Malam bina iman dan taqwa), Irama (Ibadah Ramadhan), Wisroh (Wisata Rohani), PHBI (Peringatan Hari Besar Islam), Mapercaris (Masa Perkenalan Calon Anggota Rohis/Pembekalan). Seluruh kegiatan tersebut bermuatan pembentukan karakter.

Pembentukan karakter bukan semata-mata sebagai pelaksanaan kegiatan, tetapi bagaimana kegiatan tersebut menjadi sebuah pengalaman belajar sehingga tertanam mindset yang religius. Sebagai upaya agar penyelenggaraan program ekstrakurikuler berjalan efektif dan efisien sesuai harapan, harus dikelola secara terintegrasi dan berkesinambungan dengan kegiatan intrakurikuler Pendidikan Agama Islam yang ada di sekolah. Karena Rohis merupakan integrasi dengan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.  Mata pelajaran ini hanya tiga jam perminggu, maka tidak akan mampu mendalami materi tersebut. Kegiatan Rohis sangat memberikan kontribusi positif terhadap mindset peserta didik, namun kesadaran untuk bergabung dengan Rohis masih sangat rendah dibandingkan dengan persentase peserta didik yang beragama Islam. Karena bagi peserta didik yang bergabung dengan Rohis tidak ada istilah paksaan, jadi setiap yang ingin menjadi anggota Rohis memang merupakan hati nurani.

Demikian pentingnya mengatasi kemerosotan moral bangsa ini, sehingga semua lini harus memikirkan, baik itu pemerintah, kalangan pendidik, permerhati pendidikan, masyarakat, lingkungan dan yang sangat berperan penting adalah orangtua. Orangtua memiliki waktu yang lebih banyak bersama dengan anaknya, sehingga pengaruh-pengaruh yang datang dari orangtua bisa dijadikan sebagai tameng dalam pendidikan.

Sebagai close statement bahwa Rohis sangat terintegrasi dengan Kurikulum 2013 dalam pembentukan karakter, namun sangat diperlukan perhatian pemerintah terutama Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Nasional untuk menjadikan program unggulan berinovasi, terintegrasi dan berbudaya Islami.

K

Oleh : Syarifuddin K, dari kantorberitapendidikan.net