Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Review Minions (2015) : Bunda, Jangan Izinkan Ananda Menontonnya

Di saat gegap gempita kita merayakan Idul Fitri, bioskop di tanah air menayangkan film animasi lucu Minions yang SEBENARNYA mengajarkan kejahatan dan iblis. Mengapa bunda ijinkan ananda menontonnya?

ILLUMINATI entertainment kembali mengeluarkan film animasi bernuansa EVIL ke tanah air Indonesia. Judulnya MINIONS. film ini merupakan prequel ( ceritanya mundur / flash back ) dari film despicable me 1 dan 2 yang sudah sempat tayang sebelumnya.

Mengisahkan sejarah munculnya makhluk abadi berwarna kuning berbentuk pil dengan beberapa helai rambut yang berhasrat mencari tuannya untuk melakukan kejahatan terhebat di dunia. MINIONS sendiri artinya antek, atau kaki tangan. Jumlahnya banyak dan mereka rela berkeliling dunia untuk mencari tuan mereka.

Di dalam film diceritakan minions akhirnya bertemu dengan Scarlett Overkill dan ditugasi untuk mencuri mahkota kerajaan di Inggris. Cerita mengalir hingga akhirnya ketiga tokoh minions utama (Kevin, Stuart dan Bob) berkumpul di sebuah ajang pertemuan para penjahat terbaik sedunia “Villain Con” Orlando, florida dan berharap bisa bertemu majikan mereka di sana.

Hal yang harus Bunda ketahui

Film ini lucu dan menghibur. Namun, bunda harus tahu.. banyak adegan yang sebenarnya tidak layak ditonton oleh ananda..

1. Pantat dimana-mana

Poster dari film ini juga sudah menegaskan, bahwa ini film yang isinya banyak -maaf- pantat.
image

image

image

Pembuat film menurut saya orang mesum yang “cerdas”. Dia ingin mengenalkan pantat sedini mungkin pada anak melalui media yang tidak akan mendapat cekalan dari siapapun : minions, karakter yang bukan anak, bukan lelaki atau wanita dewasa, tapi hidup dan bukan robot. Di gambar ketiga bahkan pembuat film sudah mengenalkan tipe underwear yang sebenarnya masuk kategori lingerie.

2. Adegan menanggalkan baju hingga terlihat underwear

Dalam sebuah adegan ada 3 penjaga yang terhipnotis lalu menanggalkan pakaian mereka satu persatu hingga terlihat hanya celana dalam saja.

3. Adegan meniru suami istri dan dada wanita.

Ada adegan dimana Suami dan istri saling berpelukan beberapa kali. Minions meniru perbuatan mereka dengan cara berputar dan memelukkan tangan melingkari badannya sendiri untuk menggambarkan sepasang kekasih yang tengah bermesraan.

Minions mencium wanita tersebut, lalu minions mencium dua hidran api kemudian duduk di dalam jacuzzii sedemikian rupa saat air keluar dari hidran menutupi sebagian tubuh minions dan hidran lalu memunculkan bentuk dada wanita dari 2 kepala hidran tersebut.

4. Kata – kata senonoh

Beberapa kata-kata yang digunakan di film ini ada yang kategori kasar dan ada yang merupakan panggilan buruk kepada orang lain. Berikut di antaranya :

> Kata – kata Kasar :

screwed, I’ll be damned,

>Panggilan tidak sopan kepada orang lain :

freaks, weirdos, blighter, hooligans, penguin, backstabbing, traitors, little, tiny, idiot, imbecile, pinheads, jaundiced, square, worthless, deviled eggs

Adegan – adegan lainnya

Ada pula adegan-adegan lain yang sebenarnya umum dipertontonkan film-film kartun lainnya seperti kekerasan dan sadis namun “sudah terlanjur diterima masyarakat Indonesia” sehingga tidak lagi dipermasalahkan.

Adakah bunda sudah melihat cuplikannya? Bagaimana menurut bunda? Masihkah film ini layak ditonton ananda?