Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Ramadhan, Bulan Cari Jodoh (Ahayy…!)

Hampir kebanyakan ustad menyebut Ramadhan sebagai bulan ibadah, bulan shaum, bulan tarbiyah, bulan dakwah, dan bulan-bulan lainnya. Tapi gak ada tuh yang bilang bahwa Ramadhan (juga) waktu yang pas untuk mencari pasangan hidup. Padahal, bulan Ramadhan adalah bulan yang sempurna juga untuk mencari jodoh lho. Ahaayyy….. 😀

Ramadhan adalah bulan penuh cinta. Allah itu kayak cuci gudang aja pren. Semua pintu rezeki dibuka, disempurnakan rahmatnya di 10 hari pertama, diberikan kepada yang Ia ridhai. Mungkin kamu salah satunya. Jadi kalau kamu berharap ketemu jodoh, maka bulan ini bisa kamu maksimalin buat menemukan belahan jiwamu itu. Bukan, bukan dengan pacaran atau cuci mata di mall menjelang buka puasa. Tapi dengan 5 langkah berikut ini. Are you ready?!

1. Bulan memohon jodoh kepada Allah

Kamu minta apa, dikasih sama Allah! Percaya deh sama saya. Belum pernah ada doa saya yang belum dikabulkan Allah hingga saat ini. Semua dikabulkan. Kamu juga bisa. Perhatikan ayat cinta berikut ini :

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Al-Baqarah : 186)

Mintalah Allah agar segera mempertemukan jodohmu. Mohon kemudahan dan keringanan hati untuk bisa “mendeteksi” keberadaannya. Saya tekankan keringanan hati karena seringkali hati kita terlalu naif mengharapkan jodoh yang sangat sempurna. Padahal keinginan itu harus dibarengi dengan kondisi si pendoa yang harus sempurna juga.

2. Bulan stalking

Mencari jodoh itu ada unsur stalking-nya. Kita gunakan cara-cara ala spionase untuk mengetahui target operasi kita.

Saat kamu sudah punya kandidat calon pendamping hidup, Ramadhan adalah waktu yang pas untuk mengetahui seberapa sholehkah ikhwan atau akhwat itu. Caranya mudah. Perhatikanlah bagaimana dia menggunakan waktunya di bulan Ramadhan. Adakah dia senantiasa membaca Al-Qur’an setiap hari? Apakah dia konsisten menghadiri shalat tarawih? Bagaimana dengan rutinitas shalat berjamaahnya? (Terutama shalat shubuh dan isya). Apakah dia rutin menghadiri majelis ilmu?

Pertanyaan-pertanyaan barusan bisa kamu elaborasi lebih jauh disesuaikan dengan kebutuhan kamu. Intinya sampai kamu yakin, bahwa dia sudah cocok menjadi pendamping hidupmu dunia dan akhirat.

3. Bulan penuh interaksi

Bagi saya Ramadhan itu adalah bulan yang meriah. Karena di bulan ini seluruh umat islam berbondong-bondong beribadah meramaikan mesjid dan tempat-tempat umum.

Mesjid jadi makmur dengan berbagai program kebaikan. Di angkot, di pinggir jalan, di terminal semakin sering terlihat orang membaca Al-Qur’an dengan syahdunya. Televisi tak mau kalah meriah dengan dijejali aneka acara Islami yang menambah ilmu dan keimanan. Kampus dan sekolah pun ramai mengadakan program pesantren, lomba menghafal Qur’an, dan program – program islami lainnya. Nah,  Kamu bisa jadi panitia di acara itu dan berinteraksi dengan sesama muslim lainnya. Inilah momen yang tepat untuk menambah peluang mendapatkan jodoh.

Sangat sering saya lihat pasangan yang menikah karena diawali pertemuan dan interaksi di sebuah kepanitiaan. Berawal dari kenalan, lalu melihat bagaimana dia bekerja, mengungkapkan isi pikiran dan menyelesaikan masalah akhirnya salah satu pihak menyatakan diri ingin taaruf dan berlanjut ke pernikahan. Khadijah pun begitu saat ingin dinikahi Rasulullah. Sangat besar peluang kamu dapet jodoh lewat interaksi seperti ini.

4. Bulan buka puasa bersama

Saya belum riset apakah kebiasaan buka puasa bersama (BukBer) hanya ada di Indonesia atau ada di negara lain juga. Namun saya bersyukur karena kebiasaan buka bersama di Indonesia ini mempererat silaturahim sesama muslim. Termasuk antara calon menantu dan calon mertua.

Bagusnya, buka puasa bersama yang dilakukan di rumah salah seorang temanmu. Di sana kamu bisa berkenalan dengan orang tua dan keluarga besarnya dan mengetahui lebih jauh kondisi keluarga dia. Ada kalanya rasa cocok itu justru muncul ketika berinteraksi dengan calon mertua sebelum dengan kandidat pendamping hidup kita. Who knows, ketenangan kamu berinteraksi dengan mereka membuatmu ingin menikahi salah seorang anaknya. Hehe..

5. Bulan mudik dan bertemu sanak saudara di kampung halaman

Kalau keempat cara di atas masih belum bisa mengantarkanmu bertemu jodoh di bulan Ramadhan yang mulia ini, maka saya harap cara terakhir ini bisa lebih ampuh.

Ketika mudik menjelang idul fitri kamu akan bertemu saudara-saudara sedarah di kampung. Gak hanya saudara sedarah, tapi kamu juga akan dikenalkan dengan “saudara-saudara tidak sedarah” lainnya yang mungkin belum pernah ditemui sebelumnya. Jika orang tuamu ingin betul mencarikan jodoh untukmu, maka disinilah peluang jodoh itu terbuka lebar.

Orang tuamu akan bercerita mengenai keinginan mereka mencari menantu yang cocok bagi anak mereka. Ke semua saudara. Saya serius.

Kalau keluarga besarmu cukup “besar”, maka saya yakin ada satu atau dua saudara yang memberi masukan tentang siapa-siapanya. Mungkin ada yang menawarkan keponakannya. Ada juga yang menawarkan tetangga rumahnya. Bisa juga ada yang menawarkan temannya-anak-dari-mertua-tetangga-kampung-sebelah :-D.

Kemungkinannya bisa bercabang kemana-mana. Semakin banyak orang tuamu membuat cabang “penelusuran jodoh”, semakin besar peluangmu untuk bertemu jodohmu. Oleh sebab itu segera ceritakanlah keinginanmu mencari jodoh kepada mereka agar mereka segera mendata saudara mana saja yang bisa dimintai informasi “berharga” ini.

Jaga Adab dan Utamakan Ibadah

Saya yakin anak/alumni Rohis sudah faham berinteraksi dengan lawan jenis. Saat kamu buka bersama di rumah temanmu, jangan sendirian. Namanya juga buka bersama. Bawa teman yang ramai biar terjaga dari fitnah berdua-duaan.

Saat stalking juga jangan sendirian. Entar ketahuan kamu lagi curi-curi informasi. Kirim agen untuk memata-matai dia. Setelah terkumpul cukup data dan fakta, putuskan apakah kamu akan terus memata-matai dia atau enggak.

Terakhir, jangan sampai kegiatan mencari jodoh ini membuatmu lupa esensi dari bulan Ramadhan. Apa itu? La ‘allakum tattaquun. Agar kamu bertakwa bro! Mencari jodoh gak secara langsung membuatmu bertakwa. Tetaplah on schedule dengan targetan ibadahmu di bulan Ramadhan sambil ikhtiar mencari jodoh. Jaahiduuu!

image

Leave a reply