Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Ramadhan Berlalu Namun Targetku Harus Terus Berlanjut

Kita semua berlomba-lomba memberikan yang terbaik di bulan Ramadhan kemarin, membuat targetan-targetan penuh optimis dan bekerja keras agar Ramadhan kemarin menjadi Ramadhan terbaik

Namun kini Ramadhan telah berlalu, apa yang ditinggalkannya? Rasa terbebas dari haus dan lapar? Atau semangat membara untuk menjalani 11 bulan kedepannya?

Mari kita tengok sedikit kondisi amalan-amalan di hari-hari Ramadhan itu. Begitu menyenangkan, orang-orang berlomba dalam kebaikan, saling memberikan informasi tentang kebaikan, mengerahkan seluruh tenaga untuk mengejar targetan. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang lalai sesudahnya. Menganggap telah terbebas dari ujian menahan hawa nafsu, terbebas dari rasa lapar dan haus.

Justru berakhirnya Ramadhan memberikan kita tuntutan yang lain. Meminta kita untuk membuktikan keikhlasan amalan-amalan kita kemarin. Karena berhasilnya Ramadhan kemarin ditunjukkan dengan bagaimana kita menjalani 11 bulan setelahnya.

Jika saat Ramadhan kemarin kita membuat berbagai target amalan mengapa saat Syawal ini tidak? Mengapa bulan-bulan selanjutnya tidak?

Justru Allah memberikan banyak peluang untuk kita bisa menjaga amalan-amalan kemarin. Allah menawarkan kebaikan puasa 1 tahun hanya dengan puasa 6 hari di bulan Syawal. Masih ada juga puasa-puasa sunnah lainnya yang tak kalah utamanya. Jika pada Ramadhan kemarin kita bisa bermunajat ditengah malam mengapa sekarang tidak? Jika pada Ramadhan begitu ringan tangan kita untuk bersedekah mengapa sekarang tidak? Jika pada Ramadhan kemarin bibir kita bisa terus membaca kalam Allah mengapa sekarang tidak?

Mari kita tengok targetan yang telah kita buat di Ramadhan kemarin, mari kita evaluasi semua itu dan tulis kembali hal-hal yang akan kita kejar di bulan-bulan selanjutnya. Karena ini peluang besar kita untuk membiasakan melakukan berbagai amalan-amalan baik. Masih ada jutaan kebaikan di bulan ini dan seterusnya. Sungguh Allah ingin kita tetap mendekatkan diri pada-Nya. DAn berlanjutnya targetan kita bisa jadi salah satu ciri diterimanya puasa kita di bulan Ramadhan dan tanda akan keberhasilan kita meraih lailatul qadar adalah, berubahnya diri kita menjadi lebih baik daripada kondisi kita sebelum Ramadhan.

Teringat ucapan Imam Asy-Syafi’I “Tak kulihat yang seperti surga, dengan segala gambaran kenikmatannya, bagaimana masih bisa tidur pemburunya? Dan tak kulihat yang seperti neraka dengan semua lukisan kengeriannya, bagaimana masih bisa tidur buruannya?”

Leave a reply