Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Perangkat–Perangkat Kaderisasi Rohis

Bagikan, insya Allah jadi amal kebaikan

Anggota rohis perlu dibina secara khusus. Mereka adalah aset umat di masa depan kelak. Oleh karena itu perlu dipersiapkan perangkat – perangkat yang memadai dalam proses pendidikan anggota.

Setelah mengikuti kaderisasi anggota Rohis dapat dikatakan sebagai kader Rohis. Hak dan kewajibannya lebih luas dibanding hanya sebagai anggota biasa saja. Diantara hak kader Rohis adalah seperti mengikuti bursa pemilihan Ketua Rohis, menjadi pengurus Rohis, memakai jaket Rohis, mewakili Rohis dalam berbagai kegiatan dan lainnya. Kewajiban kader Rohis bisa berupa menjaga nama baik rohis, mengikuti mentoring pekanan Rohis, membayar iuran Rohis dan lainnya.

Berikut perangkat – perangkat kaderisasi yang bisa digunakan oleh pengurus Rohis :

1. Halaqah

Halaqah adalah sebuah grup pengajian/mentoring agama Islam berjumlah maksimal 12 orang (limited group) dengan keanggotaan yang relatif tetap dalam jangka waktu tertentu. Jumlah yang terbatas ini akan memudahkan penyampaian materi secara  intensif, pengawasan perilaku dan perkembangan peserta. Satu halaqah dipimpin oleh seorang guru pembimbing/murobbi/mentor. Murabbi inilah yang akan melakukan proses tarbiyah islamiyah secara intensif kepada pesertanya.

Waktu dan tempat

  1. Menjaga dan memerhatikan kelayakan tempat dari aspek kenyamanan, jarak tempuh dan keamanan.
  2. Pandai menyesuaikan keterbatasan waktu dengan mata acara yang ada.
  3. Pertemuan yang diadakan malam hari tidak melebihi jam 23.00.
  4. Grup wanita agar melaksanakan pertemuan di siang atau sore hari.
  5. Lama pertemuan antara 2-5 jam.
  6. Pertemuan diadakan sepekan sekali.

Mata Acara

  1. Pembukaan.
  2. Tilawah dan tadabbur.
  3. Materi tarbiyah atau mentoring dan diskusi .
  4. Evaluasi program dakwah atau perkembangan pribadi.
  5. Taklimat atau pengumuman; pemberitahuan informasi-informasi terkini yang layak diketahui peserta.
  6. Doa penutup.

Adab Halaqah

  1. Membersihkan hati dan niat.
  2. Bersemangat menuntut ilmu dan menghiasi diri dengan akhlak mulia.
  3. Membawa peralatan tulis menulis dan mushaf Al Quran.
  4. Berinfak majelis.
  5. Menghormati dan menaati guru pembimbingnya.
  6. Meminta izin bila terlambat atau tidak hadir
  7. Memberi salam dan bertegur sapa dengan teman-temannya.
  8. Tidak memotong pembicaraan.
  9. Mendorong sesama peserta agar giat dalam tarbiyah.

2. MABIT

Mabit adalah salah satu sarana tarbiyah ruhiyah dalam bentuk menginap bersama dengan menghidupkan malam untuk memperkuat hubungan dengan Allah, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah, meningkatkan akhlak, mewujudkan miniatur lingkungan yang islami, memperkuat ukhuwah dan menambah bekalan dakwah.

Waktu dan Tempat

  1. Frekuensi mabit sekurang-kurangnya 3 bulan sekali.
  2. Menjaga dan memerhatikan kelayakan tempat dari aspek kenyamanan, jarak tempuh dan keamanan. Tuan rumah hendaknya mempersiapkan segala sesuatunya, sarana dan prasarana, yang memadai.
  3. Dimulai dengan buka puasa bersama bila berpuasa sunah di hari Senin atau Kamis, atau dimulai dengan shalat Isya berjamaah di masjid sekitar lokasi mabit.
  4. Kemudian dilanjutkan dengan mata acara mabit hingga sekitar pukul 6 pagi keesokan harinya. Bila memungkinkan atau hari libur, dapat dilanjutkan dengan olahraga bersama di lapangan terdekat.

Mata Acara

  1. Pembukaan.
  2. Tilawah Al Quran.
  3. Taujih/Materi mabit.
  4. Tidur.
  5. Qiyam lail.
  6. Istighfar dan muhasabah.
  7. Makan sahur (bila berpuasa).
  8. Shalat Shubuh dan dzikir.
  9. Tausiyah dan ma'tsurat atau istighfar 100 x.

Adab dalam Mabit

  1. Membersihkan hati dan niat.
  2. Membawa peralatan tulis-menulis, mushaf Al Quran, pakaian ganti dan peralatan mandi.
  3. Mempersiapkan jiwa dengan memperbanyak dzikrullah dan menjauhi maksiat di siang harinya
  4. Menyiapkan isik dengan baik, tidak begadang dan memorsir tenaga sebelumnya.
  5. Berakhlak islami dan sederhana dalam tindakan, pakaian, dan makanan.
  6. Mengenakan pakaian yang bersih dan wangi-wangian.

3. Taklim

Taklim adalah bentuk tarbiyah tsaqafiyah (memperluas wawasan) yang diselenggarakan secara mandiri atau diadakan oleh pihak lain. Program ini menyertakan peserta yang lebih banyak,  bersifat umum dan menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya.  Bentuk kegiatannya antara Iain taklim di masjid,  televisi, radio, dan sebagainya. Para murabbi hendaknya menginventarisir kegiatan-kegiatan tersebut,  disesuaikan dengan kurikulum dalam tarbiyah dan disosialisasikan kepada peserta halaqahnya.

Waktu dan Tempat

  1. Frekuensi taklim minimal 1 bulan sekali.
  2. Dapat dilakukan di dalam mesjid atau di lapangan.
  3. Setiap 6 bulan sekali ada bagusnya mengundang ustad yang populer agar dapat menarik massa lebih banyak.
  4. Durasi Taklim usahakan tidak lebih dari 2 jam (dari pembukaan hingga doa penutup).
  5. Durasi pemberian materi tidak lebih dari 1 jam, kemudian diisi dengan sesi tanya jawab.

Mata Acara.

  1. Pembukaan
  2. Do’a
  3. Sambutan dari kepala sekolah atau pembina Rohis
  4. Materi dari Ustad
  5. Tanya jawab
  6. Quis / door prize (optional)
  7. Hiburan nasyid (optional)
  8. Do’a penutup

Peralatan yang dubutuhkan dalam Taklim

  1. Sound system
  2. Karpet
  3. Hijab ikhwan/akhwat
  4. Tenda (untuk outdoor)

4 . Daurah atau Pelatihan

Daurah adalah forum intensif untuk mendalami suatu tema atau keterampilan tertentu dengan nara sumber yang ahli di bidangnya. Biasanya dilakukan berdasarkan tema pelatihan yang diangkat. Bentuk pelatihannya bisa bermacam-macam, seperti daurah memandikan jenazah, daurah jurnalistik atau daurah tahfidz. Alat yang diperlukan disesuaikan dengan pelatihan yang akan dielenggarakan.

Tips pelaksanaan Daurah :

  1. Hadirkan pelatih yang kredibel, yaitu pelatih yang menguasai topik pelatihan.
  2. Batasi peserta pelatihan. Pelatih akan lebih fokus melatih jika jumlah peserta terbatas. Seringkali kualitas pelatihan berkurang saat peserta terlalu membludak.
  3. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan semaksimal mungkin. Sebab sangat mempengaruhi kualitas pelatihan.
  4. Peserta yang bukan Rohis bisa ditarik menjadi anggota Rohis
  5. Adakan follow-up untuk menambah kualitas ilmu yang diberikan

5 . Rihlah

Rihlah adalah suatu perjalanan rekreasi ke suatu tempat yang indah seperti pegunungan atau pantai .  Rihlah diharapkan dapat menguatkan hubungan persaudaraan antar sesama anggota halaqah, menyegarkan jiwa dan pikiran serta menyehatkan badan.  Rihlah minimal diadakan setahun sekali .  Rihlah memakan waktu 1-3 hari.

Tips pelaksanaan Rihlah :

  1. Lakukan survey lokasi jauh – jauh hari
  2. Batasi peserta jika melakukan perjalanan pulang-pergi dalam satu. Semakin banyak peserta semakin lambat perjalanan.
  3. Sedia uang cadangan andaikata sewaktu – sewaktu diperlukan
  4. Pastikan peserta dan panitia sudah mendapat izin orang tua
  5. Batasi barang yang dibawa, sebab bisa menambah beban perjalanan jika membawa hal – hal yang sebetulnya tidak terlalu diperlukan

6 .  Mukhayyam

Mukhayyam adalah berkemah selama 2-3 hari di bumi perkemahan atau daerah pegunungan atau pantai. Mukhayam terutama bertujuan untuk melatih fisik dan keterampilan selain target fikri dan ruhani. Persiapan mukhayyam haruslah sangat diperhatikan karena peserta belumlah terbiasa hidup di alam bebas. Selain itu harus dijaga batas(hijab) antara kemah ikhwan dan kemah akhwat.

games lapangan2

7. Penugasan

Penugasan adalah bentuk tugas mandiri yang diberikan oleh seorang murobbi kepada peserta halaqah. Penugasan dapat berupa hafalan Qur’an, hadits, atau tugas berdakwah.

Rujukan :

Panduan Dakwah Sekolah - Nughroho WIdiyantoro

Related Posts

Leave a reply