Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

OB yang Diremehkan Itu, Kini Jadi Desainer Interior dan Crew Film

“Mau maksi?”

Suara itu mengisi seluruh ruangan kantor hingga menyusup ke kubikel para karyawan. Semua sudah berebut untuk disapa dan ditanya makan apa. Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 WIB, pahlawan penyelamat lapar itu sudah menawarkan makan siang– dia menyebutnya maksi. Senyumnya siap mengembang nyamperin para karyawan sambil membawa bolpen dan kertas catatan. Ia seorang OB.

Office Boy atau OB adalah salah satu komponen penting di sebuah kantor. Tanpa OB, kantor pasti akan kotor, berantakan dan pekerjaan kita sebagai karyawan atau bos juga bisa nggak jalan dengan baik. Lebih lagi, jika kita harus ajeg di kantor dan tak bisa kemana-mana. OB juga harus menyadari apa saja tugas yang harus dikerjakannya.

Sebagai orang yang punya “kuasa” untuk menyuruh dan memerintah OB, kita tetap tidak boleh merendahkan siapapun apapun jabatannya.

Didot (24), dulu ketika kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta di daerah Jakarta Timur, ia juga nyambi menjadi OB.

“Paginya kerja sebagai OB, malamnya menjadi mahasiswa di kampus,” kata Didot sembari makan french fries saat berbincang dengan BersamaDakwah.net di Gedung Granadi, Jl.Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/6).

Sebagai seorang pegawai yang dapat kesan “karyawan rendahan”, Didot kerapkali mendapat perlakuan atau perkataan yang cenderung melecehkan.

“Mana bisa elu memperbaiki komputer? Elu kan cuma OB!” kata Didot menirukan ucapan seorang karyawan yang melecehkannya. Padahal Didot saat itu sebagai mahasiswa Teknik Komputer Bina Sarana Informatika (BSI). Eh,.tak lama kemudian orang yang mengejeknya minta bantuan tenaganya untuk memperbaiki komputer kantor yang rusak.

Didot meyakini saat itu pekerjaan OB hanya sebagai batu loncatan untuk membiayai kuliahnya.

“Yang pasti sekalipun menjadi OB harus punya visi apa ke depan, jangan menjadi OB saja,” ucap Didot yang saat ini berkecimpung di dunia interior design. Ia mengaku belajar gambar 3D dengan 3D Max dan Autocad secara otodidak dan sebagian lagi dibiayai kantor untuk short course.

Selain ngantor sehari-hari, Didot juga ternyata menjadi pemeran utama film “Masbuker” dan saat ini menjadi crew film Tausiyah Cinta garapan Humar Hadi dari Bedasinema yang akan tayang September nanti.

Kita tentu ingat di antara wasiat Rasullullah SAW adalah janganlah menghina orang lain. Setelah Rasul menyampaikan wasiat tersebut, Jabir bin Sulaim pun tidak pernah menghina seorang sekalipun pada seorang budak dan seekor hewan. [ @paramuda/ BersamaDakwah]

The post OB yang Diremehkan Itu, Kini Jadi Desainer Interior dan Crew Film appeared first on Bersama Dakwah.

Source: Bersama Dakwah Feed

Related Posts

Leave a reply