Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Mengapa Rohis Gitu Gitu Aja? (Dan Cara Untuk Bangkit)

Sepanjang karir saya berkecimpung di dunia dakwah sekolah, saya berkesempatan melihat berbagai kondisi Rohis di beberapa daerah. Gak hanya di bandung yang menjadi basis dakwah saya, saya pun sempat bersilaturahim ke Rohis di wilayah lainnya. Seperti Jogja, Kebumen, dan Sleman (kebanyakan wilayah DIY Yogyakarta). Beberapa ada yang saya ikuti beritanya di Internet. Apalagi waktu heboh Metro TV menuduh Rohis sebagai bagian dari jaringan teroris. Wow, Rohis melawan! Dan kalian benar-benar amazing!

Tapi, ada juga Rohis yang sulit berkembang. Perjalanannya terkesan fluktuatif. Ada masanya anggota Rohis membludak. Ada kalanya sepi peminat. Dari dua kondisi itu lebih sering ‘sepi’ nya dibanding ‘membludak’nya. Kenapa ya?

Kalau kamu merasa Rohisnya seperti itu, chill out man, kamu gak sendirian. Banyak Rohis di daerah lain yang juga seperti itu. Rohis saya pun seringkali melalui masa-masa sulit itu. Yang perlu kita fikirkan sekarang adalah mencari penyebabnya ketimbang meratapi kondisinya. Energi yang keluar sama, tapi vektornya berbeda. Resultannya bisa jadi nol kan.

Penyebab Rohis Nelongso

Seringkali, saat Rohis minim anggota dan kegiatan, kita sering mengkambing hitamkan pengurus. Ketua gak becus lah, program gak konkret lah atau dana yang seret. Padahal, bisa jadi masalahnya bukan di sana.

Pernahkah kamu bercermin dengan kualitas sendiri? Seberapa sering tilawahmu dalam sebulan? Adakah target 1 juz sehari tercapai? Bagaimana dengan shalat shubuh berjamaah? Adakah senantiasa terpenuhi?

Allah sudah mengingatkan, bahwa perintah amar makruf harus didahului dengan aktivitas ibadah yang baik dan berkelanjutan. Lihatlah surat Al Hajj ini :

“Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kalian bersama-sama, sujudlah dan sembahlah Tuhanmu, kemudian lakukanlah amal kebaikan, dan berjihadlah di jalan Allah dengan sebenar-benar jihad”. (Al-Hajj: 77-78).

Perintahnya jelas. Titik mulainya haruslah beriman dulu. Setelah itu baguskan ibadah. Ibadah disebut dengan 3 macam : Ruku, Sujud dan Menyembah Tuhan. Ini gambaran bahwa kualitas ibadah kita haruslah berkualitas sekaligus berkuantitas. Bagus dan banyak. Jika syarat beriman dan ibadah dipenuhi, barulah Allah ‘membolehkan’ kita mengerjakan kebaikan dan berjihad di Jalan Allah.

Praktek di lapangan pun tidak jauh berbeda dari firman Allah ini. Seringkali kita melihat kader dakwah yang uring-uringan ternyata disebabkan kualitas hubungan yang renggang dengan Allah. Sederhana saja, kalau dipanggil sholat tapi tetap jadi masbuk itu sudah menjadi pertanda. Apalagi amalan-amalan dakwah yang notabene-nya ‘lebih sulit’.

Bangkit

Kembali ke surat Al Hajj tadi. Darimana kita mulai membenahi diri? Yaps, kamu benar. Mulailah mengevaluasi keimanan kita. Hadiri majelis ilmu dan bergaullah dengan orang-orang sholeh. Pergiat amalan-amalan ‘rahasia’ seperti sedekah, qiyamullail, shaum. Selain itu bacalah kembali Al-Qur’an dan buku-buku keislaman. Hal-hal barusan bisa merecharge keimanan kita yang loyo.

Selanjutnya adalah memperbanyak ibadah dan memperbagusnya. Tepati shalat lima waktu. Terutama shubuh dan isya. Penuhi target tilawah 1 juz perhari. Upayakan bisa rutin shalat dhuha dan dzikir Al-Ma’tsurat. Semakin banyak ibadah yang kita kerjakan, maka akan semakin mudah kita melangkah melakukan kebaikan.

Strategi Kepengurusan

Perbaikan ruhiyah ini harus didukung dengan program kepengurusan yang sejalan. Badan mentoring perlu menggulirkan program shalat dhuha rutin di mushallah sekolah. Aktifkan majelis ilmu dengan mengundang ustadz yang sesuai dengan kafaah(nya). Perbanyak Al-Qur’an di mesjid agar memudahkan anggota jika ingin membacanya. Sekali-kali adakan program mabit (menginap) yang fokus pada latihan ruhiyah. Isinya bisa mengkhatamkan quran dalam sehari secara berjamaah, atau shalat malam berjamaah sepanjang 1 juz Al-Qur’an yang diimami oleh anggota yang sudah cukup banyak hafalannya.

Banyaknya kegiatan ruhiyah ini insya Allah bisa membangkitkan kembali semangat kebaikan dalam diri anggota Rohis. Sesungguhnya hanya Allah yang Maha Membolak-balikkan hati. Allah semangati hati orang-orang yang Dia kehendaki. Semoga Allah senantiasa meridhai langkah-langkah kita dan kembali mengokohkan setiap langkah juang kita. Allahuakbar!

Leave a reply