Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Mengapa Saya Memilih Dakwah Sekolah?

Bagikan, insya Allah jadi amal kebaikan

Mengapa dakwah sekolah? Mengapa tidak dakwah ammah (Masyarakat) atau dakwah profesi? Sejujurnya umur saya udah gak remaja lagi. Saat ini aja udah menginjak umur 27 tahun. Udah kerja. Udah nikah. Udah punya anak. Kenapa saya masih turun ke dakwah sekolah?

Pertama kali saya aktif di dakwah sekolah adalah ketika terekrut jadi anggota Rohis SMP 5 Bandung di kelas 2. Saya awalnya tidak faham terlalu dalam mengenai Islam . Memang sih saya berasal dari SD yang Islami. Namun wawasan keislaman saya masih jauh dari cukup. Pergaulan saya masihlah jelek. Shalat saya masih belang-betong (kadang dikerjakan kadang tidak). Ditambah berbagai kesibukan akademis membawa saya pada kekeruhan jiwa. Perenungan yang panjang akhirnya membuat saya mau mendaftar menjadi aktivis Rohis.

Berbagai pengalaman berharga saya dapatkan ketika beraktivitas di Rohis. Berharga tidak hanya dari sisi spiritual,  namun juga dari sisi emosional, kognitif, lifeskill, dan hardskill juga terbentuk. Itulah yang saya dapatkan dari Rohis, dan itu pula yang menguatkan tekad saya terus turun membina adik-adik SMP agar mereka bisa merasakan berbagai kebaikan Islam sama seperti saya.

Selain pengalaman saya pribadi, ada pula berbagai aspek yang menguatkan komitmen saya untuk terus membina di dakwah sekolah. Ini dia:

Kondisi Pelajar Hari Ini

Yuk kita jujur. Anak remaja zaman sekarang setidaknya terbagi dalam beberapa kategori berikut ini:

1. Anak Gaul

Mereka adalah anak –anak yang senang kumpul bareng. Gaya hidupnya cuek, santai, dan lebih permisif dalam berbagai hal. Banyak yang kemudian menjadi kelompok geng.

2. Cinta adalah Segalanya

Tiada hari tanpa pacaran. Dunia serasa hanya milik mereka berdua. Tiada ingat bahwa ada akhirat. Walhasil, aborsi pun merajalela.

3. Academic Oriented

Tidak peduli apa pun yang terjadi dengan yang lain, yang penting nilai sekolah baik. Pelampiasannya ialah Facebook, Game, dan kehidupan dunia maya. Bawaannya soliter. Sifat negatif yang dipunya : Individualis, apatis, dan arogan. Gak harus pake kacamata dan rambut dikuncir. Ada juga yang gaya perlente. Tapi attitude nya sama.

Pelajaran yang mereka terima di sekolah:

  1. Setiap hari mereka disuguhi materi pelajaran berdasarkan kurikulum ala Barat. Pelajar kita dicekoki dengan teori evolusi Charles Darwin. Pelajar kita dibuat lebih mengenal Mustafa Kemal Ataturk daripada Sholahuddin Al Ayyubi. Pelajar kita bahkan hafal paradigma ekonomi kapitalis bahwa prinsip ekonomi adalah dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil semaksimal mungkin.
  2. Ilmu-ilmu keislaman yang dipelajari sangat sedikit sehingga pelajar muslim terasing dari syariatnya. Pelajar muslim menjadi samar dengan fenomena kemusyrikan, riba, adab antara laki-laki dan perempuan, termasuk pula masalah al wala wal baro. Agen-agen Ghozwul Fikri telah menyibukkan pelajar dengan budaya moral bejat, anti syariat, dan penuh aksi maksiat. Televisi menyiarkan kekerasan, perselingkuhan, dan horor yang merusak jiwa.

Dampak dari semua hal tersebut:

  1. Pelajar mengalami krisis identitas dan menjadi generasi yang hilang karena tidak ada panutan. Pelajar tidak sadar konsekuensi menjadi muslim.
  2. Pelaku tindak kriminal dan pelacuran pelajar semakin meningkat. Banyak yang mati overdosis atau tewas karena naik motor ugal-ugalan.
  3. Banyak pelajar yang tidak peduli saat korporasi kapitalis mengeruk harta kekayaan kita dari Aceh sampai Papua.

Peluang Emas Dakwah Pelajar

554 crew 23

Padahal ya , Masa depan bangsa bergantung dari pemuda saat ini..

  1. Pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap perubahan, pemuda merupakan rahasia kekuatannya. Revolusi, peperangan, pembangunan, dan berbagai gerak sejarah selalu pemuda terpelajarlah yang menjadi penyokongnya.
  2. Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan. Tokoh-tokoh yang sekarang mengatur percaturan politik negeri ini, pada saat itu telah ditarik dari peredaran. Saat itu adalah masa bagi tokoh-tokoh yang saat ini masih menjadi pelajar.
  3. Masa muda adalah masa yang idealis. Umumnya para pemuda belum tergoda oleh kepentingan materi. Hati nurani mereka masih mudah tersentuh, dan mereka pun siap dengan pemikiran baru.
  4. Masa muda adalah masa transisi. Dimasa ini tengah terjadi pembentukan kepribadian. Pribadi yang kita bentuk di masa ini akan tetap menjadi identitas mereka di masa depan. Ilmu yang mereka terima hari ini akan terus membekas dalam ingatan.
  5. Pemuda adalah generasi semangat. Saat generasi tua sudah menyerah dengan status quo, maka generasi muda masih memiliki semangat untuk melakukan perubahan. Gelora jiwa mereka membutuhkan penyaluran dan pelampiasan.

Tiada Alasan untuk Tidak Berdakwah

Al – Qur’an menyuruh kita untuk berdakwah. Karena dakwah adalah amal yang membawa kebaikan besar untuk diri sendiri dan umat manusia.

Katakanlah, Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik. (QS. Yusuf: 108)

Ibnul Qoyyim pun ikut berkomentar:

Ayat ini menunjukkan bahwasanya orang-orang yang mengikuti beliau shallallaahu alaihi wa sallam, ialah para dai yang menyeru kepada Allah di atas bashirah. Maka barangsiapa yang tidak termasuk diantara mereka, ia bukanlah pengikut Nabi secara hakiki, melainkan hanya sebatas penyandaran dan pengakuan belaka.

Allah Taala juga memuji para dai yang menyeru kepada kebaikan, dengan istilah tidak ada perkataan yang paling baik dari perkataan mereka.

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri? (QS. Fushilat: 33)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam tafsirnya mengenai ayat tersebut,

Maka para dai tersebut memberi manfaat kepada dirinya dan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Beliau rahimahullah kembali menjelaskan,

Berkata Abdurrazzaq, dari Mamar, dari Hasan Al Bashri, bahwa beliau membaca ayat tersebut kemudian berkata, inilah kekasih Allah, inilah wali Allah, inilah manusia pilihan Allah, inilah penduduk bumi yang paling Allah cintai, Allah telah menerima dakwah mereka, dan mereka pun menyeru manusia kepada hal-hal yang Allah ridhai, dan mereka beramal shalih, dan berkata Sesungguhnya kami hanyalah termasuk dari golongan orang-orang muslimin, inilah khalifah Allah.

Orang-orang yang berdakwah kepada Allah, mereka adalah golongan yang memperoleh kemenangan dan keberuntungan di hari ketika manusia berkumpul dalam keadaan ada yang bahagia dan ada yang sedih.

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al Ashr: 1-3)

Pahala dakwah akan memberi manfaat yang terus menerus, selama Allah berkehendak, dan tidak terputus dengan kematian.

Jika manusia mati terputuslah darinya amalnya kecuali tiga hal: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya. (HR. Muslim)

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, baginya pahala yang semisal dengan orang yang melakukan kebaikan tersebut. (HR. Tirmidzi)

Meninggalkan dakwah dan nahi munkar bagi yang mampu akan diancam dengan adzab yang amat pedih.

Dari Hudzaifah bin Yaman ra, Rasululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda, yang artinya: Demi Dzat yang jiwaku ditangan-Nya, sungguh kalian harus memerintahkan yang baik dan menghentikan kemungkaran atau (bila tidak mau) hampir saja Allah akan mengirim kepadamu berupa adzab dari-Nya, kemudian engkau berdoa lalu Allah tidak mengabulkan doamu. (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad, dan dishahihkan oleh Al Albani)

Nah, begitu banyak keutamaan bagi seseorang yang mau berdakwah. Masihkah kita enggan untuk berdakwah? Padahal dakwah adalah sebaik – baik perkataan seorang muslim.. Termasuk juga di dalamnya Dakwah Sekolah. 🙂

Sudah saatnya kita gak sibuk lagi ngurusin keshalehan pribadi. Emangnya mau gitu di surga sendirian aja? Gak kan… enaknya di surga kita bersama – sama dengan orang-orang yang kita cintai termasuk orang-orang yang kita dakwahi, yaitu adik – adik anggota Rohis… 🙂

554 crew 11

*dari berbagai sumber

Related Posts

2 comments

subhanallah… saya berharap bisa bergabung.

Leave a reply