Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

“Mengapa Aku Diuji? Mana Kasih Sayang Allah?”

Bagikan, insya Allah jadi amal kebaikan

“Apa ya tujuan ku? Untuk apa sih aku hidup? Kok katanya Tuhan Maha Pengasih, Maha Penyayang? Tapi kenapa tetep aja yang aku dapet kayaknya malah Tuhan benci aku? Mana nikmat yang Dia janjikan? Yang aku dapat hanya cobaan, ujian, dan itu saja yang sepertinya yang aku dapat dari-Nya.”

Hmm, pernah mikirin hal-hal di atas ga? Mungkin sebagian dari kita ada yang pernah, atau mungkin… sering? Jadi, apa yang kalian lakuin ketika “musibah”, “cobaan”, dan “ujian” menerpa kalian? Ngeluh? Mungkin, emm, misalnya … emosi? Atau, emm … sabar? Banyak pasti reaksi kalian ketika Trio Kutip itu menerpa. Lagian, emangnya kalian tau apa itu ujian a.k.a. musibah a.k.a. ujian?

Bentar.

Ok, jadi gini. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, Kamus Besar Bahasa Indonesia,

    Ujian berasal dari kata “Uji”, yang artinya “percobaan untuk mengetahui mutu sesuatu”, contohnya nih: Ujian Nasional, Ujian yang tingkatannya Nasional, percobaan untuk mengetahui, apakah sudah benar guru-guru kalian ngajarin kalian? Nah, kejawab di UN, siapa yang gurunya bener, siapa yang gurunya udah bener tapi kaliannya yang ga bener #nyimak mereka, ckck.

    Coba-an, cobi-an, cobaan. Dari kata “Coba” yang artinya “silakan; sudilah; tolong (untuk menghaluskan suruhan atau ajakan)”, tapi kalo di imbuhi –an, maka…artinya…adalah…“sesuatu yg dipakai untuk menguji (ketabahan, iman, dsb)” nah to the loh, nah loh. Seberapa kuat iman kalian? Di “coba” sama Allah.

    Kalo musibah, hmm. Bentar. “kejadian (peristiwa) menyedihkan yg menimpa.” Tuh, menurut KBBI Kamus Besar Bahasa Indonesia. Tapi apakah selalu sesuatu yang menyedihkan? Mungkin, bisa jadi. Coba kalo kita tilik dari bahasa arab.

Trio Kutip tadi, dalam bahasa arab bisa dimaknai dengan “Fitnah”, dan “Ibtilaa’”. Maksudnya apa?

Bentar.

“Fitnah”, berasal dari kata bahasa Arab fa-ta-na yang berarti imtihaan, ikhtiyaar, ibtilaa’, yang artinya ujian. Kalimat fatanu adz-dzahaab berarti membakar emas untuk memurnikannya, artinya emas perlu dibakar (diuji) dulu sampai ketahuan kualitasnya.

Sama juga dengan, kalau misalnya baju putih kotor, kita cuci, nah dikucek-kucek kan. Sama, dengan ujian terhadap manusia. Bedanya, kalau untuk manusia, lebih ke untuk mengetahui kualitasnya, dan juga sebagai penghapus dosa selama di dunia.

Oh ya?

Bentar! Kenapa kita diuji?

Allah pasti ngetes, benerkah kita beriman kepada-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui dari apa yang telah Ia uji, seberapa “Iman” mereka yang berkata “Aku beriman kepada Allah” sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Ankabut 21: 2-3 yang artinya:

    “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”

Tapi bener gak sih? Bener gak ujian tanda Allah mencintai kita? Ujian itu penghapus dosa?

Dalam hadist,

    Dan dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan keletihan, kehawatiran dan kesedihan, dan tidak juga gangguan dan kesusahan bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya.” (HR. Bukhari No. 5641)

Masih mikir? Ok, dikasih analogi deh. Jadi gini.

Dalam permainan, tingkat kesusahan setiap level itu tergantung seberapa tinggi level itu kan? Misalnya nih, level 1 “Wah gampang banget.” Tapi makin naik levelnya, pasti makin susah. Dari Candy Crush Saga aja, makin naik level makin susah kan? Atau kalau kalian gamers, pemain RPG, tiap-tiap tempat pasti ada Quest, ya kan? Nah, quest itu kita ibaratkan sebagai ujian, dan liat reward dari quest itu, meuh, keren beudh pake dh kan?

Belum percaya? Kalau ujian itu baik? Ada bukti lagi nih.

    Dari Anas bin Malik bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah no. 4031, hasan kata Syaikh Al Albani).

Tapi, sebenernya, apa sih yang ngebedain ujian, sama azab?

Kalau diambil dari hadits-hadits tadi, maka dapat disimpulkan, bahwa Allah menguji hamba-Nya yang Ia cintai. Diantara yang termasuk ke dalam ujian yaitu:

1. Pelbagai kesulitan dan kepelikan

QS. Al-Baqarah 2: 155 yang artinya:

    “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang sabar.”

Disitu disebutin, bahwa banyaknya cobaan yang ada.

2. Keburukan juga Kebaikan

QS. Al-Anbiya 21: 35 yang artinya:

    “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.”

Disebutin tuh, salah dua dari ujian termasuknya kebaikan dan keburukan. :O

3. Ornamen dan Hiasan di Muka Bumi

Qs. Al-Kahf 18: 7 yang artinya:

    “Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.”

Maksudnya, sesuatu-sesuatu yang ada di bumi ini juga menjadi sebagian dari ujian.

Trus untuk azab? Terjelaskan dalam banyak ayat-ayat dalam Al-Qur’an bahwasanya mereka yang Allah azab adalah orang-orang kafir, munafik, misalnya nih,

    QS. Ali Imran 3: 177 yang artinya:

    “Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, sekali-kali mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun; dan bagi mereka azab yang pedih.”

  QS. At-Taubah 9: 68 yang artinya:

“Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.”

Kejawab gak tuh, bedanya azab sama ujian? Kejawab kan? Alhamdulillah 🙂 eh? Masih ada pertanyaan?

Kalau gitu, cara menyikapi ujian, kita harus ngapain?

5 dan 6 Huruf.

S. A. B. A. R. Sabar dan, S. Y. U. K. U. R. Syukur.

Maksudnya?

Tunggu sebentar, biarkan Allah menjawab via Al-Qur’an dan Rasul-Nya via As-Sunnah 🙂

    Suhaib mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim no. 2999)

Orang yang sabar gimana? Kejawab juga di QS. Al-Baqarah 2: 155-157 yang artinya:

“… Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Jangan juga putus asa, ketika Allah menguji kita dengan sesuatu yang tidak bisa kita pikul, atau misalnya kesendirian, ingat firman Allah, pada QS. Al-Baqarah 2: 286 yang sebagian artinya ialah,

“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

Juga firman Allah yang dikutip dari arti QS. At-Taubah 9: 40 yang artinya :

“”Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.””

Ada juga hadits, jadi Rasulullah pun meminta perlindungan dari kelemahan, kemalasan, pengecut, kekikiran dan kepikunan, siksa kubur, fitnah kehidupan dan kematian.

Anas bin Malik radliallahu ‘anhu berkata; Nabi Shallallahu ‘alahi wasallam selalu mengucapkan: “ALLAHUMMA INNI A’UUDZUBIKA MINAL ‘AJZI WAL KASALI WAL JUBNI WAL BUKHLI WAL HARAMI WA A’UUDZUBILKA MIN ‘ADZAABIL QABRI WA A’UUDZUBIKA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT (Ya Allah,

berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, pengecut, kekikiran dan kepikunan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian.” (HR. Bukhari no 6367)

Dan masih banyak lagi. Hmm.

Jadi, liat? Ujian itu, bukan azab, bukan berarti Allah benci kita, bukan. Kalau kita memang masih beriman, Allah akan menguji keimanan kita, lewat ujian. Jangan jadi orang yang menghindar dari kesalahan, itu bukanlah sabar, melainkan pengecut. Jangan juga menghindar dari sesuatu yang kita tidak mampu laksanakan, bukankah Allah tidak akan menguji hamba-Nya dengan sesuatu yang hamba-Nya tidak dapat pikul?

Nah, bersabarlah, bersyukurklah, inilah ujian hidup, atau dalam bahasa perancisnya:

“Épreuve de la vie”

Mengutip dari salah satu perkataan sahabat penulis,

“Sudahkah kalian bersyukur hari ini?” -Eriana

———————————————————————————————————-

#WOAH

Penulis: Ahmad Shiddiq Nurrahman
Mau emailnya? Nih, asn1998@gmail.com
Twitter? Siap! @AhmadShiddiqN
Apalagi? Udah? Sip deh, haha!

Selasa, 3 Ramadhan 1435H

Judul asli : SARGEZZAA : “Épreuve de la vie”

Link fb : https://m.facebook.com/?_rdr#!/notes/ahmad-shiddiq-n/saggezza-%C3%A9preuve-de-la-vie/10152064749365904/

7 comments

Sampai kpn saya bsa brtahan dgn ujian Allah? Klo cm teori mh gmpng nulisny tapi praktekny….??? kmu tau malam ini stlh bca tulisanmu aku smkin putus asa aku mlh brencana bunuh diri brsama anak2ku krn suamiku pergi aku sdh ga mmpu ini dluar batas kmampuanku… tpi aku smpt optimis hny saja aku bnr rapuh allah ga dgr aku krn aku bnyk dosa n mgkn dia lupa sm aku n anak2ku

Thx pencerahannya

mungkin ini cobaan bertubi tubi yg aku pikul sekarang adalah untuk mengetahui kualitas iman ku,
bismilah terus melangkah. aku juga tau allah slalu bersama ku ??

Aku serasa terombang ambing selepas kepergian suamiku, kepercayaan diriku, kekuatanku, kedewasaaku serasa sirna. Mau berbuat apa seolah tiada guna. Ak mlh merasa semakin berdosa. Mungkinkah ujian ini dikarenakan kesalahanku. Ak blm menemukan rahasia Alloh dibalik ujian ini. sering ak bertanya kenapa ini kok menimpa ak, bukankah msh byk orang lain yg lebih kuat..

Maksih bgt artikelnya…
Kena bgt..dikantor sy sdng dapat ujian

terimakasih ya artikelnya. terkadang untuk tidak putus asa hanya cm bs inget masa depan masih kosong beda dgn masalalu. udah gitu aja

Yakinalah allah swt selalu bersama kita. Khususnya bagi para wanita yg sedang di uji termasuk sy. Alhamdulillah tdk kehilangan kendali. Walaupun sering bertanya “ujian ato azabkah ini?”. Tak ada yg mensupport sy dg sepenuhnya. Mrk hyg bilang “ooh” dan “sabar, ya” pd saat kt menceritakan tentang ujian kt. Tak ada yg bs menolong kcuali diri kita sendiri. Yakin dn olahlah lahir batin kt tatkala ujian itu menghimpit. Perbanyak istigfar walau amarah memuncak. Perbanyak innalillahi wainnaillaihirojiun tatkala ingat beban yg sgt berat. Mohonlah di lapangkan di bahagiakan dlm keadaan apapun dn di luaskan rijeki kt, aamiin.

Leave a reply