Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Menasehati Pemimpin by: @IslamDiaries

Kita wajib patuh & taat pada pemimpin, siapapun yang menjadi pemimpin. Bila ia keliru & tergelincir maka kita berkewajiban untuk menasehati pemimpin tersebut namun tidak secara terang-terangan…

Sekulerisme: Penghambat Dakwah Di Negeri Mayoritas Muslim by: @Tausiyahku
  1. Bismillah. Assalamu’alaikum. Hari ini adalah sebuah babak baru pemerintahan negara kita.
  2. InsyaAllah. Hari ini, negara kita akan melantik presiden serta wakil presiden terpilih.
  3. Islam lewat lisan Nabinya telah mengajarkan bagaimana kita bermuamalah dengan pemerintah atau penguasa.
  4. Prinsip penting dalam muamalah dengan penguasa adalah tetap mentaati mereka selama mereka masih muslim, walaupun mereka berbuat zholim.
  5. Berikut nasehat Nabi kita -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan para ulama dalam hal ini.
  6. Dari Abu Najih, Al ‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata
  7. “Rasulullah memberi nasehat kepada kami dengan satu nasehat yang menggetarkan hati dan menjadikan air mata berlinang”.
  8. Kami (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, nasihat itu seakan adalah nasihat dari org yg akan berpisah, maka berilah kami wasiat.”
  9. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
  10. “Saya memberi wasiat kepada kalian agar tetap bertaqwa kepada Allah ‘azza wa jalla,
  11. … tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memerintah kalian seorang hamba sahaya (budak)”.
  12. (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi, Hadits Hasan Shahih)
  13. Ta’at kepada pemimpin adalah suatu kewajiban sebagaimana disebutkan dalam Al Kitab dan As Sunnah. Di antaranya Allah Ta’ala berfirman,
  14. “Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.” (QS. An Nisa’ [4] : 59)
  15. Apabila mereka memerintahkan kepada maksiat maka tidak ada kewajiban mendengar dan ta’at.
  16. “Tidak ada kewajiban ta’at dalam rangka bermaksiat (kepada Allah). Ketaatan hanyalah dalam perkara yang ma’ruf (bukan maksiat).”
  17. (HR. Bukhari no. 7257)
  18. Sikap terbaik yang menjadi akidah seorang muslim adalah tetap menasehati penguasanya dengan baik tatkala mereka tergelincir.
  19. Penyampaian nasehat ini pula disalurkan dengan cara yang baik, bukan dengan menyebarkan aib mereka di depan umum.
  20. Menasehati yg baik adalah melihat pada perkara yang Allah & Rasul-Nya ridhoi. Ketika penguasa keliru, maka dinasehati dgn cara yg baik.
  21. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa salam bersabda :
  22. “Barangsiapa yang hendak menasehati penguasa pada suatu perkara maka janganlah ia tampakkan kepadanya secara terang-terangan,
  23. …melainkan hendaklah ia pegang tangannya dan menyendiri dengannya, kalau dia (penguasa) menerima, maka hal itu bagus,
  24. … dan kalau tidak maka dia telah menunaikan kewajibannya memberikan nasihat.” [HR. Ahmad, dishohihkan oleh Syaikh Al Albani]
  25. Ingatlah: Semakin Baik Rakyat, Semakin Baik Pula Pemimpinnya.
  26. Karena itu, untuk mengubah keadaan kaum muslimin menjadi lebih baik,
  27. … maka hendaklah setiap orang mengoreksi dan mengubah dirinya sendiri, bukan mengubah penguasa yang ada.
  28. Hendaklah setiap orang mengubah dirinya yaitu dengan mengubah aqidah, ibadah, akhlaq dan muamalahnya. Perhatikanlah firman Allah Ta’ala,
  29. “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”
  30. (QS. Ar Ra’du [13] : 11)
  31. Mendoakan Pemimpin adalah salah satu kebaikan yang mungkin hampir gak pernah kita lakukan..
  32. Sebagaimana dlm penjelasan yg telah lewat bahwa pemimpin adalah cerminan rakyatnya. Jika rakyat rusak, maka pemimpin juga akan demikian.
  33. Maka hendaklah kita selalu mendo’akan pemimpin kita dan bukanlah mencelanya
 Islam Diaries @IslamDiaries Islam Diaries @IslamDiaries
Kami hanya ingin sbg teman yg mencoba mengingatkan teman lainnya. Islam itu sudah Keren ! Jadi tdk perlu jadi liberal. Email: islam.diaries@yahoo.com

courtesy of @vampiremuslimah

Related Posts