Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Lakukan Ini Kalau Mentoring hanya Dihadiri 1 Adik Mentor

Janjian mentoring jam 4 sore. Adik mentor yang datang baru 1 orang. Saya sampaikan kita tunggu ya sampai datang 1 lagi adik mentor yang lain. Waktu berjalan, adik mentor tak kunjung datang. Duh.

Saya rasa semua yang pernah jadi mentor cukup lama pernah mengalami hal yang demikian. Mungkin rasa sedih terasa, terngiang dalam pikiran, yang lain kemana ya? Padahal undangan sudah diberikan. Via sms dan pemberitahuan lisan. Tapi kabar kepastian hadir tidak kunjung ada. Jadi bingung mentoring mau dilanjut atau dibatalkan saja.

Kalau mentoring dilanjut, lalu materi disampaikan, kasihan adik mentor yang tidak datang. Mereka akan terlewat satu materi yang penting mereka pahami. Tapi kalau materi dibatalkan, kasihan yang sudah datang, nanti bisa jadi ahad depan malah dia yang enggan datang karena takut dibatalkan lagi mentoringnya.

Antisipasi

Sebenarnya kita bisa mengantisipasi hal di atas dengan memperbaiki paradigma kita mengenai mentoring. Mentoring tidak melulu harus menyampaikan materi. Tujuan mentoring bukanlah penyampaian materi. Tetapi membentuk kepribadian muslim adik mentor. Metodenya bisa macem-macem disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Selain pemberian materi, dalam mentoring kita bisa juga mengadakan sesi diskusi atau curhat. Bisa juga makan bareng di kafe atau kantin. Lengkapnya saya jabarkan dalam daftar berikut ini.

1. Ajak Diskusi

Saat yang datang hanya seorang, sebaiknya agenda pemberian materi diganti menjadi ajang diskusi 1:1. Tanyakan kehidupan pribadinya lebih dalam, seperti akademis, keluarga atau keuangan. Ada peluang besar kita mengetahui hal-hal yang kita tidak sangka sebelumnya. Mungkin saja dia punya bakat yang tidak dia perlihatkan selama ini. Bisa juga mungkin dia memiliki permasalahan besar yang dia pendam dalam-dalam. Diskusi hanya berdua seperti ini bisa membawa keakraban dan memunculkan informasi – informasi 'rahasia' 🙂

2. Tantang dengan Tilawah yang Lebih Banyak

Sambil menunggu peserta mentoring lainnya, bisa juga kamu ajak dia untuk tilawah Al-Qur'an lebih banyak dari biasanya. Kalau minggu kemarin hanya tilawah 1 halaman per peserta, maka kali ini 'mumpung' sedang sendiri cobalah tantang dia untuk tilawah setengah juz atau seperempat juz. Setelah berhasil tanya kesan dan responnya. Gali kesulitan apa saja yang dia hadapi. Berikan motivasi untuk mau mencobanya lagi di mentoring minggu depan.

3. Ajak Makan!

Ini yang jadi salah satu andalan saya kalau adik mentor sedangs seret alias sepi. Saya ajak aja makan baso, karena memang kesukaan saya makan baso hehe.. Nah, saat saya traktir baso sekalian saya ajak ngobrol tentang berbagai hal. Bisa saya yang cerita atau dia yang cerita. Intinya berbagi cerita dan pengalaman. KIta mungkin bisa belajar banyak dari kehidupan dia.

4. Main ke Rumahnya.

Mungkin kamu termasuk tipe mentor yang sibuk. Saking sibuknya jadi suka gak sempet bersilaturahim ke rumah adik mentor. Kalau iya, maka ini adalah momentum yang tepat! Sambil mengantarkan dia pulang kamu juga bisa berkenalan dengan orang tuanya. Berdiskusi sejenak dengan orang tua bisa membuat orang tua bertambah percaya dan merasa aman menintipkan anaknya menjadi adik mentormu. Di masa yang akan datang hal seperti ini akan jadi investasi yang menguntungkan. Mungkin yang awalnya orang tua tidak mengizinkan kegiatan insidental Rohis, setelah kamu bersilaturahim jadi diizinkan. Dan kemungkinan lainnya. Asyik kan!

Kamu Punya Ide?

Kamu punya ide lain? Kasih tahu saya ya! 🙂

Related Posts

Leave a reply