Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

JIL makin stres : “Beragamalah Jika Mau Jadi Penjahat”

Yuk, kenalan lagi sama om – om lain dari JIL. Namanya Luthfi Assyaukanie. Pemikirannya kayak orang stres ya. Semoga lekas sembuh..

image

Stres #1 :
Bertanya siapa yang mau jadi penjahat. Bahkan penjahat saja banyak menyesal kalau bukan karena hambatan ekonomi, sementara om Luthfi ini bertanya pada kita mau jadi penjahat atau tidak.

Stres #2 :
Beragamalah agar mudah membunuh dan memprovokasi.
Om luthfi gak berani nyebut agama apa yang menyuruh membunuh dan memprovokasi. Islam cirinya rahmatan lil alamin. Kalau kristen damai dalam kasih. Agama apa yang om luthfie maksud? Om hentikan berhalusinasinya ya.

Stres #3 :
Agama mempermudah jalanmu menjadi penjahat tanpa engkau merasa sebagai penjahat.
Om berarti tidak beragama ya om? Karena kalau om beragama pasti sudah jadi “penjahat”. Atau bisa jadi om luthfi itu tidak merasa jadi penjahat karena telah beragama? Kasihan deh om luthfi, terjebak dengan statemen yang dibuat sendiri :

1. Tidak merasa menjadi penjahat karena telah beragama.
2. Merasa jadi penjahat karena tidak beragama.

Apapun yang om luthfi pilih, om luthfilah penjahat itu.

Stres #4:
Agama yang merasa paling benar lebih pas lagi untukmu menjadi penjahat.
Islam bukan agama yang paling benar. Islam itu agama yang benar. Jadi saya rasa om luthfi sedang menumpahkan kekesalan ke agama selain Islam. Siap-siap om dikritik balik sama agama lain.

Stres #5 :
Engkau akan dilatih menghasut dan membenci orang lain, setiap hari.
Nah, biasanya orang JIL yang tiap hari tweetnya penuh kebencian kepada orang lain. Maksudnya ini om luthfi sendiri kan?! Suka gitu deh, sok – sok rendah diri gak mau ngaku.

Stres #6 :
Beragamalah jika engkau ingin jadi penjahat.
Maksudnya seperti om luthfi? Coba lihat di ktp, agama om luthfi apa?