Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

6 Faktor Penentu Keberhasilan Kaderisasi Rohis

 

Membangun rohis itu adalah kegiatan yang menyenangkan sekaligus menantang. Menyenangkan karena kita dikumpulkan bersama orang-orang yang baik. Menantang karena ternyata orang-orang yang baik ini jumlahnya tidaklah banyak. Begitu banyak mimpi yang ingin diwujudkan, tetapi selalu hambatan utama adalah kuantitas.

Di tengah jalan nyali pejuang rohis diuji kembali. Entah sebabnya apa, beberapa anggota rohis terkena penyakit yang mimin namakan “MUNTABER” alias “MUNdur TAnpa BERita”. Rapat rutin gak hadir. Mentoring gak keliatan. Bikin anggota rohis yang lain sedih, kesal, dan bermuram durja.

Begitulah tabiat jalan dakwah. Selalu menyisihkan orang-orang lemah dan menyisakan para pemuda yang siap memikul beban dakwah yang berat kelak. Jangan sedih ya Sob. Yakinlah Allah selalu bersama kita.
Di bawah ini mimin bagi-bagi tips bagaimana membangun rohis yang kuat dan berkembang. Tips ini merupakan saripati pengalaman berharga yang diperoleh dari gerakan-gerakan dakwah di seluruh dunia. Semoga bisa diterapkan di rohis masing-masing ya.

1. Iman yang kokoh.

Rohis harus percaya bahwa pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk membawa kebaikan dan perubahan besar di sekolah. Yakinlah dengan mencetak kader berkepribadian muslim, akan membawa perubahan signifikan di masa yang akan datang. Seorang akan mempengaruhi lainnya. Jika istiqomah, kebaikan akan menular dan menjadi wabah. Semua butuh waktu, namun keberhasilan akan diraih jika disertai dengan keimanan yang kokoh.

Kita menyadari sepenuhnya, bahwa jalan yang ditempuh oleh pendidikan penuh dengan kendala, lama tahapannya dan banyak sekali kesulitan yang dihadapi. Karena itu tak ada yang bertahan kecuali segelintir manusia yang benar- benar mempunyai ketabahan. Tetapi di balik itu, kita harus menyadari bahwa pendidikan merupakan satu-satunya jalan untuk tercapainya cita-cita. Maka mau tidak mau harus dilaksanakan karena tidak ada pilihan lain.

Di samping Itu, pendidikan merupakan jalan yang ditempuh oleh Nabi, melalui pendidikan itu beliau membina generasi Rabbani yang menjadi teladan, dan di dunia pun belum pernah menyaksikan generasi seperti generasi yang dibina oleh beliau. Generasi yang sesudah itu mampu mendidik masyarakat dan mengarahkan mereka menuju jalan yang benar dan baik.

2. Manhaj (sistem) pendidikan yang mempunyai tujuan yang tepat.

Rohis harus memiliki tujuan yang jelas dan tepat dalam mewujudkan sistem pendidikannya. Petakan tujuan tadi menjadi (misi) langkah-langkah yang jelas. Gunakan sumber-sumber yang nyata, lengkap, banyak macam metodenya, dan berdasarkan falsafah yang jelas yang diambil dari Islam, bukan dari jalan lain.

3. Adanya situasi kebersamaan yang positif yang diciptakan oleh Rohis sendiri.

Dan merupakan suatu keharusan, setiap muslim membantu saudaranya untuk dapat hidup secara Islami, dengan cara memberikan dorongan, menjadi panutan, saling mengisi dalam suka duka, dan saling membantu dalam beragam aktivitas. Sebab seorang itu sedikit bilamana sendirian dan banyak manakala bersama saudaranya. Seorang itu mesti lemah dalam kesendiriannya, akan menjadi kuat dalam berjamaah. Sebab jamaah itu merupakan kekuatan yang dapat mewujudkan kebaikan dan ketaatan sekaligus mampu menghilangkan kejahatan dan kemaksiatan” Perhatikan hadits Nabi: ‘kekuasaan selalu menyertal jama’ah, dan srigala akan menerkam kambing yang sendirian”

Perbanyak kegiatan yang merajut ukhuwwah dan menambah keakraban. Tidak terasa persaudaraan kecuali pernah bermain bersama, bekerja bersama, rihlah ke alam bersama dan bermalam bersama. Selain kegiatan dakwah Rohis juga perlu menganggarkan program  rekreasi yang akan memperkuat ukhuwwah seperti outing, olimpiade, paintball, kemping, atau sekedar menginap di rumah salah satu kader.

4. Ketua Rohis yang Tangguh dan Tak Terkalahkan

Adanya ketua rohis yang terdidik sesuai dengan fitrah sucinya, mempunyai daya kemampuan dan ilmu pengetahuan yang memadai. Ia dikaruniai Allah iman yang luar biasa, sehingga mampu mempengaruhi hati setiap orang yang berhubungan dengannya. Dari pancaran iman itu dialirkan ke dalam hati orang-orang yang ada di sekelilingnya. Ia bagaikan dinamo yang dari kekuatannya, hati mereka terisi kekuatan. Kata-kata yang keluar dari lubuk hati, tentu akan langsung masuk ke dalam hati pula. Sebaliknya, bila kata-kata itu keluar dari lidah, tentu pengaruhnya tidak akan melampaui telinga. Itulah ibarat orang yang mempunyai hati yang hidup akan dapat memberikan kesan kepada pendengar dan pengikutnya. Sedangkan orang yang mempunyai hati yang mati tidaklah mampu menghidupkan hati orang lain. Sebab orang yang tidak memiliki sesuatu tidak dapat memberikannya kepada orang lain.

Gunakan seleksi yang ketat jika kandidat ketua Rohis terbilang banyak, sehingga terpilih ketua yang terbaik, dan paling memenuhi persyaratan. Namun, jika kandidat ketua rohis minim atau hampir tidak ada, maka perbaiki sistem pembinaan dan kaderisasi. Rancang kegiatan LKO (Latihan Kepemimpinan dan Organisasi) yang berkualitas. Caranya bisa dengan melibatkan alumni senior atau bekerjasama dengan lembaga pengembangan karakter.

 

5. Mentor yang Ikhlas, Kuat dan Terpercaya

Adanya tenaga-tenaga pendidik yang ikhlas, kuat dan tepercaya, yang meyakini tepatnya jalan yang ditempuh oleh pemimpinnya, sehingga membuatnya bertekad untuk menyukseskan setiap usaha. Mereka mempunyai pengaruh terhadap murid-muridnya dan mereka ini menjadi pendidik-pendidik bagi generasi sesudahnya, demikianlah seterusnya. Pendidik yang dimaksud di sini, bukan alumnus Perguruan Tinggi Ilmu Pendidikan, tidak pula menyandang gelar Master (MA) dan Doktor dalam pendidikan. Akan tetapi yang dimaksud ialah orang yang memiliki kualitas iman yang tinggi, jiwa yang kuat, jernih, keras kemauan, lapang dada dan mempunyai kemampuan untuk dapat mempengaruhi orang lain.

Bangun jajaran mentor yang handal di tubuh Rohis. Tidak perlu memiliki kemampuan yang tinggi, namun dengan keikhlasan di hati, para mentor akan mampu membawa perubahan yang signifikan kepada adik mentor, sehingga mereka siap melanjutkan estafeta perjuangan rohis.

6. Kegiatan yang Bervariasi

Bentuk kegiatan yang bermacam-macam, ada yang bersifat pribadi atau kelompok. Ada yang bersifat teoritis dan ada pula yang praktis. Ada yang bersifat pemikiran dan perasaan positif, dan negatif. Ada pula yang mengambil bentuk kegiatan khutbah, ceramah dan diskusi kelompok. Ada lagi yang berupa dialog perorangan, menghafal semboyan-semboyan, deklamasi, nyanyian-nyanyian dengan kata-kata, irama dan lagu yang dapat mengesankan. Ada pertemuan bergilir dari rumah ke rumah dengan anggota yang sudah terpilih, dengan acara membaca AI-Qur’an, memperluas ilmu pengetahuan, ibadah dan memperkuat tali persaudaraan.

Kelompok-kelompok tersebut itu dinamai usroh. Dinamakan Usrah untuk menanamkan perasa- cinta dan kasih sayang diantara anggota-anggota itu.

Di samping itu ada pertemuan-pertemuan dalam lingkungan kelompok tersebut yang diadakan pada waktu malam. Tujuannya mencerdaskan akal dengan dibekali ilmu pengetahuan, membersihkan hati dengan ibadah dan menyehatkan badan dengan olah raga. Pertemuan ini dinamakan Kutaibah. Dinamakan demikian untuk menyadarkan akan arti perjuangan. Dan masih lagi bentuk-bentuk kegiatan ‘ dengan disertai metodenya. yang semua ini bertujuan untuk membentuk dan membina manusia muslim yang sempurna.

Yaps, kurang lebih itu  tips dari mimin. Semoga bermanfaat ya Sob, kalau kamu punya usul lain, boleh deh disampaikan di kolom komentar, biar kita bisa berdiskusi lebih jauh. Yosh, Allahuakbar!

Related Posts

Leave a reply