Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Gila, “Saya Homo karena Allah”!

Sori, kalau saya kasar. Tapi kalau ada seseorang mengatakan kalau homo itu boleh karena Allah sudah menciptakan demikian atau Allah yang mengehendakinya.. it is so insane!

Kalau apa-apa disandarkan ke Allah, maka gak perlu ada polisi. Dia bisa bilang kalau penjahat itu ada karena Allah mengehendakinya.

Gak perlu pendukung LGBT marah ke saya, kalau saya sekarang menjelek-jelekkan orang homo di media sosial. Semua bisa saya atas namakan : kehendak Allah.

Gak perlu juga anak durhaka minta maaf kepada orang tuanya karena si anak bisa dengan enteng berkata : “Saya durhaka karena Allah menghendakinya”.

Allah bukan penanggung dosa kita

Jadi dimana letak kebenaran? Kalau sesuatu yang benar-benar salah saja bisa dikatakan benar asal ada embel-embel “Allah yang menghendakinya”. Kebenaran jadi nisbi. Kebenaran jadi mainan. Kamu bisa bilang sesuatu itu sekarang benar, lain waktu kamu bilang salah. Enak bener!

Islam bukanlah agama yang seperti itu. Sampai kapanpun, kebenaran di mata islam tetaplah kebenaran dan kesalahan tetaplah kesalahan. Jaa al haq wa zaa haqal baathil. Yang benar itu jelas sejelas sinar mentari dan yang batil itu sesat sesesat pekat gelapnya malam.

Sebab islam bukanlah agama yang membolehkan kemaksiatan ada di muka bumi dengan dalih semua dosa sudah ditanggung oleh Tuhan. Dosa tanggung sendiri!

Lesbian Gay Biseksual dan Transgender adalah kemaksiatan karena sebab apapun dan sampai kapanpun

Tidak ada dalih dan dalil yang membenarkan LGBT. Apapun sebabnya dia salah dan maksiat di hadapan Allah SWT.

Jangankan LGBT, pacaran beda jenis di luar nikah saja maksiat di hadapan Allah apalagi yang lebih parah dari itu!

Sesuatu yang salah dan haram sudah pasti membawa kemudaratan meski Allah tidak menjelaskan sebab dari pengharaman itu. Babi itu haram, meski Allah itu tidak menjelaskan sebab dari keharamannya. Khamr dan zina itu haram meski Allah tidak menjelaskan keharamannya. Dan satu lagi : Puasa itu haram! Kalau dilakukan oleh wanita yang sedang haid! Meski Allah tidak jelaskan sebab dari keharamannya.

Now can you get it? Haramnya LGBT tidak bisa diukur dengan logika dan dibenarkan dengan dalih perasaan semata. LGBT haram sebab Allah yang mengharamkannya. Titik.

Hikmah dari haramnya LGBT

Meski demikian, kita bisa memetik hikmah dari diharamkannya sesuatu oleh Allah. Lihat kembali contoh Babi tadi. Dia diharamkan dan kita gak tahu sebabnya apa. Tapi kita bisa merasakan manfaat dari pengharaman babi. Salah satunya terhindar dari banyak penyakit, baik jiwa maupun fisik. Ini namanya hikmah.. dan kita bersyukur atas hal itu.

Diharamkannya LGBT pun menuai banyak hikmah. Di antaranya menjaga keturunan.. Hanya dengan pernikahan yang sehat dan sesuai tuntunan Islamlah yang bisa menghasilkan keturunan. Keturunan dari darah asli orang tuanya. Bukan anak pungut atau donor sperma.

Anak darah daging sendiri lebih baik dari pada anak pungut atau anak hasil donor sperma. Dia tahu jelas siapa bapak dan ibunya dan itu berpengaruh besar terhadap masa depannya kelak.

Apa pendapatmu?

Bagaimana menurutmu? Pantaskah seorang homo atau lesbian berkeras membenarkan perbuatannya? Apa dasarnya?