Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Etika Berdakwah di Media Sosial

Dunia kita kini terbelah dua. Satu di dunia nyata, yang satunya lagi di dunia maya. Meski terbelah bukan berarti mereka benar-benar terpisah. Sebuah kejadian di salah satu dunia akan mempengaruhi kondisi di dunia lainnya. Tak terkecuali dalam berdakwah.

Banyaknya media untuk bersosialisasi di dunia maya membuka peluang dakwah untuk efektivitas seluas-seluasnya. Media sosial memungkinkan sebuah pesan sampai ke seluruh pelosok dunia. Suatu hal yang mustahil dilakukan di dunia nyata bukan? Hal ini berlaku untuk pesan yang baik dan pesan yang buruk. Itulah mengapa petarungan antara kebenaran dan kebathilan juga terselenggara disini.

Sudah banyak aktivis dakwah yang vokal di media sosial. Sebut saja @hafidz_ary dengan gerakan indonesiatanpaJIL-nya. Atau @felixsiauw yang kokoh memperjuangkan konsep khilafah. Dua tokoh barusan menggunakan media twitter sebagai sarana dakwah. Sementara di ranah facebook kita tentu tahu dengan akun dakwah kreatif dan sticker dakwah yang memiliki ribuan follower.

Lalu, bagaimana kalau kita ingin mengikuti jejak mereka? Simple. Buatlah akun sekarang juga dan mulailah berdakwah.

Namun ada beberapa etika yang harus kamu jaga ketika berdakwah di media sosial agar dakwah kamu gak jadi bumerang buat kamu sendiri. Seperti yang kita tahu, resiko berdakwah di media sosial adalah segala perkataan akan mudah diketahui dan disampaikan seluruh penjuru dunia. Kamu gak bisa merubah sebuah perkataan. Sekali kamu salah ucap, maka akibatnya bisa fatal lho.

Berikut ini beberapa tips berdakwah di media sosial.

1. Hindari debat.

Tema – tema harakah, partai politik, dan SARA rawan dijadikan bahan berdebat di dunia maya. Bukan debat itu gak boleh, tapi dunia maya bukan arena debat yang fair dan bersahabat. Bisa-bisa kamu dikeroyok rame-rame atas suatu status atau tweet kamu yang kontroversial dan debatable.

Meskipun kamu faham betul atas tema yang diperdebatkan, gak jarang debat di dunia maya hanya nambah musuh. Lebih baik stay cool dan tangani secara asertif dan persuasif.

2. Jangan marah-marah.

Kamu gak suka status orang, solusinya bukan marah-marah. Sebab keliatan banget orang yang marah-marah di dunia maya itu seperti kurang ilmu dan jadi bahan ejekan netters lainnya. Lebih baik sanggah sebuah status jelek dengan argumentasi yang memadai. Kalau gak bisa, lebih baik santai saja dan minta pendapat temanmu.

UPDATE :

Kita bisa belajar banyak dari Dinda yang marah-marah terhadap Ibu hamil di bully di Sosial Media

Akhirnya Dinda menyadari bahwa marah-marah di Sosial Media bukanlah hal yang bijak. Selang beberapa hari kemudian Dinda meminta maaf kepada semua Netters..

3. Jauhi fitnah dan memecah belah umat.

Jauhi status dan tweet yang ‘menelanjangi’ umat islam lainnya. Jangan keburu nafsu mengklaim seseorang itu munafik, musyrik, apalagi kafir. Dalam islam tidak sembarangan orang boleh dikatakan kafir. Bisa-bisa status/tweet mu memicu perang saudara seiman.

Diskusikan dulu dengan ustad atau mentor kamu, apakah sebuah status/tweet layak di publish atau tidak. Hal itu akan jauh kebih baik.

4. Jangan asal sebar berita kontroversial.

Hampir tiap bulan kita dihembuskan isu tentang kemusyrikan seseorang, buruknya sebuah partai islam, aib tokoh ulama yang dihormati dan black campaign lainnya. Gak sedikut hal seperti itu diproduksi musuh islam untuk memecah belah umat islam. Tidak semua berita kontroversial itu benar. Ada yang sengaja disetting untuk memperkeruh suasana.

So, jangan buru-buru meretweet kabar yang bisa memecah belah umat. Tabayun dulu, cek dan ricek. Baru setelah itu kamu bisa mempertimbangkan apakah tweet atau status facebook itu layak dishare/RT atau tidak.

5. Jangan mau di adu domba.

Bisa aja kamu jadi marah sama seseorang karena kabar miring yang berhembus di media maya. Bisa juga kamu mencap seseorang syiah atau murtad karena tweet/status orang yang benci melihat umat islam.bersatu. Saya udah pernah bahas klarifikasi mengenai tayangan ipin upin yang dibilang rekayasa Yahudi. Padahal tidak. Jadi kamu harus terus berhati-hati. Umat islam gak akan hancur kecuali oleh umatnya sendiri.

Related Posts

Leave a reply