Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

CINTA ITU

CINTA ITU
Tidak mudah menjadi kader luar biasa yang punya kesabaran luar biasa, dan kelak menjadi bidadari luar biasa

“Sudahlah Uz, dirimu tidak akan pernah mengerti rasa itu. Dari sekian akhwat, Uz yang paling minim pengalaman dengan rasa ini kan? Jadi bagaimana mungkin anti bisa faham, sementara anti selalu berbicara idealisme, sistem, tsiqoh. Anti tidak akan mengerti saat cinta itu hadir, berat ukh… Ini keputusan saya. Biar semua orang menentang hatta memberikan stigma negatif, saya memilih cinta saya Bukankah bisa jadi ini yang terbaik dari Allah? Maafkan saya ukhti, ini pilihan saya.
Cinta itu
Aku tak tahu kenapa satu kata ini terkadang begitu memiliki kekuatan yang dahsyat untuk sebuah perubahan. Bohong besar jika orang hanya menilaiku seperti itu. Meski jujur, mungkin ada benarnya. Karena ruang cinta dalam hatiku adalah ruang misteri dan rahasia yang hanya diketahui olehku dan Rabbku saja. Aku bersyukur sejak dulu hingga saat ini tak pernah aku bercerita pada siapapun tentang rasa yang mungkin pernah hadir melintas sebagai bagian dari ujian tuk mereguk manisnya iman (meski pas ABG Ya, ini mah masih jahiliyah. Ngeceng terus Astagfirullah). Bagiku itu adalah jihad yang bisa dilakukannya, mengendalikan rasa, menyimpannya dalam kotak rahasia terdalam, dan menghapusnya perlahan hingga keras tuk berjuang mendapatkan kemurnian hati ini kembali.
Tapi ternyata saat cinta melancarkan serangannya pada hospes siapapun, virus itu bisa jadi mengalahkan berbagai sistem imun yang ada.Virus ini (apapun namanya, VMJ, HTS [hubungan tanpa status], virus asmara) boleh jadi kehilangan kekuatannya saat semuanya dikembalikan pada Allah. Namun diberbagai penjuru riak hati berjuta muslimin dan muslimah yang lain virus itu dibiarkan begitu saja, seperti parasit yang terus menggerogoti, tidak pernah puas dengan satu gigitan pada hospesnya. Mengotori hati, mengganggu pikiran, menggugurkan amal dan keikhlasan. Ia dibiarkan tumbuh, menggerototi dengan perlahan relung hati yang suci. Hingga akhirnya sang virus tertawa terbahak saat kemenangan diraihnya.
Cinta itu
Bahkan dikalangan para aktivis dakwah Virus ini menebar penyakit yang menakutkan. Membangun angan-angan, melemahkan dakwah, memfasilitasi kemaksiatan dan menggugurkan amal. Astagfirullah, aku faham ini bukan hal yang mudah. Aku pun merasakan berat dan jatuh bangunnya diriku untuk terus meluruskan niat dan melawan virus-virus itu. Jihad ukh, bisa jadi tertundanya kemenangan dakwah, kesulitan menghafal Al-Quran, hambatan beramal muncul dari kemaksiatan-kemaksiatan kita (yang kita anggap kecil, padahal di zaman Rasullah itu adalah sesuatu yang besar).
Ikhwah juga manusia, punya hati punya rasa Punya kecenderungan. Ya, aku faham betul hal ini (aku juga manusia ko Tenang aja, bahkan aku adalah makhluk paling lemah, manusia yang punya kesalahan teramat banyak, manusia dengan dosa yang tak terhitung). Hanya saja bidadari, dakwah, tarbiyah, dan manhaj yang kita amalkan tidak pernah mengajarkan kita hal ini. Surat cinta Allah meminta kita untuk menundukkan pandangan, tidak bertabaruj, menegaskan suara, menjaga diri kita, menikahkan para bujang (kita buka lagi surat cinta Rabb kita dalam surat An-Nur dan Al-Ahzab). Allah SWT begitu tegas menjaga kita, begitu sayang terhadap akhwat dan ikhwan, begitu ingin hambaNya memasuki jannah-Nya.
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat (QS.An-Nuur : 30-34).
Cinta itu.
Aku belum mampu mendefinisikannya jika cinta itu antar dua mahluk bernama laki-laki dan perempuan. Mungkin suatu saat nanti aku dapat menceritakannya jika memang sudah ada yang berhak atas cinta itu.
Aku tahu beratnya rasa itu saat telah hadir di relung hati. Aku tahu bahwa mungkin tidak sedikit air mata yang mengalir di pipimu ya ukhti karena rasa itu. Atau sulitnya matamu terpejam saat satu nama, satu wajah melintas di benakmu. Beratnya hatimu tuk lawan semua rasa itu, tuk kendalikan hati terlebih saat gayung cinta itu bersambut, dan nyanyian kutunggu kau dibatas waktu seakan menjadi lagu wajib yang didendangkan setiap hari.
Namun, ya ukhti karena kau bidadari Maka tugas kita untuk menjaga saudara-saudara kita, mujahid-mujahid kita tetap pada keteguhannya dan tidak terjatuh dalam pesona fitnah kita akhwat. Karena rasa sayang kita, maka kita menjaga para mujahid dakwah menjadi orang-orang yang berhak mendapatkan churinin (bidadari surga). Dengan ketegasan kita, dengan ghadul bashar kita, dengan keteguhan hati kita, dengan prinsip-prinsip kita Kita berjihad mengendalikan semua rasa Karena kau bidadari, kaulah mas’uliah bidadari-bidadari surga yang senantiasa afifah (menjaga kesucian dirinya). Tidakkah kau tergoda Saat Allah SWT memandang kita dengan penuh rasa cinta, dan menjadikan kita bidadari di jannah-Nya
Cinta itu
Aku malu ya ukhti, saat aku berkutat dengan cinta yang lain atau saat mata ini menangisi satu cinta selain cinta pada Allah. Sementara seorang Syaikh DR. Aidh bin Abdullah al Qarni menulis begitu indah tentang air mata cinta. (Tarbawi,Edisi 148 , kolom Waha).
“Tangisan cinta itu unik. Airmata cinta itu aneh. Panah cinta itu begitu menyakitkan. Perpisahan dari yang dicinta tak ada tabibnya. Orang-orang pecinta adalah orang yang lekas menangis jika mengingat Yang Dicintainya, Allah SWT. Suatu ketika, dibacakan sebuah ayat dihadapan pemimpin makhluk ini, Rasulullah SAW. Saat ia mendengar firman Allah SWT, fakaifa idzaa ji-naa min kulli ummatin bi syahiid… (maka bagaimanakah halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu. ( QS. An Nisaa : 41 ). Lalu airmatanya bercucuran.
Cinta itu.
Takkan pernah ada habisnya kita berbicara tentang cinta. Bidadari, aku tahu tak pernah mudah bagi kita berjihad mengendalikan rasa ini. Terlebih saat lonjakan-lonjakan perasaan, mimpi-mimpi pernikahan, menggoda kita teramat sangat. Tidak pernah mudah, bahkan mungkin sangat berat. Namun bukankah kita tak pernah mampu meraba masa depan? Jodoh kita hanya Allah lah Yang Maha Tahu. Inilah saatnya kita bersandar pada-Nya dengan penuh kepasrahan, keikhlasan, dan berikhtiar dengan cara terbaik. Semoga kelak, cinta kita adalah keberkahan bagi dakwah, kemaslahatan bagi umat dan kekuatan bagi jihad ini, karena Rasulullah menanti kita di telaga Al-haudh, menanti selaksa cinta sejati kita.
Maka ukhti fillah marilah kita berjuang sekuat tenaga kita. Berlepas diri dari cinta yang selain cinta-Nya. Berlari dan melaju pesat menuju cinta-Nya. Menangis memohon cinta-Nya. Semoga tiada lagi air mata yang mengalir karena cinta selain-Nya. Iman itu teramat manis. Semakin berat ujian yang menghadang tuk murnikan cintamu ya ukhti, semakin manis iman yang akan direguk. Yakinlah kesabaran akan membuahkan keberkahan. Allah SWT telah menyiapkan seorang mujahid terbaiknya bagimu. Entah siapa dia, apakah orang di seberang lautan atau di depan mata. Wallahualam, tapi aku yakin Allah akan memberikan yang terbaik.
“Sebagian orang berdoa agar mereka dapat menikahi laki-laki yang mereka cintai. Tapi doaku sedikit berbeda. Dengan rendah hati aku mohon pada Tuhan agar aku mencintai laki-laki yang aku nikahi.( Cinta Yang Terlambat, Dr. Ikram).
*****

Untuk seorang sahabat, semoga pilihan terbaik bagimu. Semoga Allah menunjukan cinta sejati bagimu. Aku tahu tak pernah mudah, tapi aku yakin mujahidah setangguh dirimu dapat melewati semua ujian berat ini Sungguh aku masih berharap dan senantiasa berdoa untuk kebahagiaanmu
Azsya

Leave a reply