Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Catatan Perjalanan

Melintasi perjalanan antara Sumedang Bandung sore itu membuatku termenung dalam sunyi. Memandang dari balik jendela, jalan ini masih seperti dulu saat aku kecil. Hanya bangunan2 yang banyak berubah.

Dunia…
Aku kembali termenung, mentafakuri sekian detik yang telah pergi, menit yang berlalu dan waktu yang terbang begitu cepat meninggalkanku.
Menyisakan pertanyaan yang mengguncang jiwaku.Kemana pergi semua waktu itu.Bersama kebaikankah ? Bersama amal sholehkah? Mengingat Allah kah? Dijalan Allahkah?
Pertanyaan2 yang berakhir dengan sesak karena tak ada jawaban yang meyakinkanku dan membuatku tenang bahwa ada amal kebaikan yang bisa ku banggakan dihadapan Allah SWT kelak.
Sementara waktu terus berjalan, dan menggerus usiaku.

وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ

Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya, (mereka berkata), “Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia. Kami akan mengerjakan amal shaleh. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yakin [as-Sajdah/32:12]

Akankah aku termasuk golongan orang-orang yang menyesal ?
Sementara kekhilafan, kesalahan, dan dosa dosa yang ku perbuat melintas begitu deras dalam ruang batinku.
Ya Rabb, sungguh aku tak layak ke surgaMu, namun aku tak mampu menjadi penghuni nerakaMu.

Duhai jiwa tangguhlah. Melawan tipu daya dunia, karena sesungguhnya kita hanya pengembara, perjalanan ini sebentar saja.

Wahai dunia, janganlah kau kejar diriku dan menutup mata hatiku.Cukuplah kau dalam genggaman.
Dan waktu terus berpacu, membersamaiku dalam catatan amal kebaikan dan keburukan tanpa satu detik pun yang terlewatkan.

#PerjalananBandungSumedang
#DuhaiJiwaTangguhlah
#WahaiDuniaJanganlahMengejar