Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Cara Gampang Hilangkan Sifat Sombong pada Diri Sendiri

Sifat sombong adalah sesuatu yang amat Allah benci. Saking dibenci-Nya, pelaku sombong bisa memasuki neraka yang paling dilaknat. Semua muslim sangat menghindari sifat keji milik firaun ini. Kamu bisa belajar menghindarinya dengan sebuah cara sederhana ini…

Gelas Setengah Isi Setengah Kosong

Coba perhatikan sebuah gelas yang terisi setengahnya dengan air. Kamu menyebutnya itu setengah isi atau setengah kosong? Kalau kamu menyebutnya setengah isi maka jawabanmu tidaklah berbeda dengan yang menjawab setengah kosong. Tergantung dari sudut mana kamu melihatnya.

Maka perhatikanlah diri kita. Kalau dilihat sudut baik dan buruk, kita tak ubahnya gelas yang setengah terisi tadi. Setengah diri kita terisi dengan kebaikan, setengahnya lagi dengan keburukan. Seperti yin dan yang saja.

Saat kita melihat kebaikan seseorang, maka sesungguhnya kita sedang lalai melihat keburukannya. Sebaliknya, saat kita melihat keburukan seseorang, maka kita sedang luput menghargai kebaikan-kebaikan yang ia miliki.

Kelemahan kita melihat dari dua sisi inilah yang menjadi lahan subur bercokol parasit sombong dalam hati kita. Saat kita melihat orang dengan remeh, sungguh sebenarnya kita sedang menolak mengkaji segala kebaikan yang ia miliki. Kita tak pernah mau menjawab sebuah pertanyaan alami : “jangan-jangan kebaikan yang ia miliki lebih banyak dari aib yang saya ketahui”.

image

Pada akhirnya, kita akan melihat manusia dengan proporsi yang sama : “dia baik, tapi juga ada keburukannya“. Kondisi inilah yang kita sebut dengan istilah tawadhu atau rendah hati. Hati kita rendahkan sehingga tampaklah apa-apa yang semula tidak tampak saat kita tinggi hati.

Cara Mudah

Lantas, bagaimana cara kita merubah hati dari tinggi menjadi rendah? Mudah. Rubahlah cara melihat kita dari tidak tampak menjadi tampak.

Misal, saat kita memiliki barang mewah, dan berfikir orang lain tidak memilikinya. Rubah cara berfikir dengan bertanya “kemewahan apa yang orang lain miliki dan aku tidak memilikinya?” Dengan seketika jawaban itu akan melesat di horizon benak kita. Dia punya keluarga yang sangat mencintainya. Dia punya adik mentor yang setia menghadiri pekanan setiap saat. Status dia selalu di-like ratusan orang. Senyumannya tulus membuat siapapun mau menjadi sahabatnya. Akhirnya barang mewah kita bukanlah apa-apa. Kita hanyalah tetap manusia biasa.

Semua orang ingin berteman dengan orang-orang hebat. Sebab mereka memiliki kelebihan yang tidak semua orang punya. Namun hal itu bisa membuatmu sombong. Oleh karenanya rubah caramu melihat orang hebat. Mereka juga punya banyak kelemahan. Maka juga ingin diakui sebagai manusia yang lemah sehingga orang tidak menaruh ekspektasi besar kepada mereka.

Pada akhirnya kita akan melihat bahwa manusia itu sama dan selalu sama hingga kapanpun juga. Dia hebat, namun tak luput dari salah dan kekurangan.

Bertemanlah Dengan Siapa Saja

Jadi kenapa masih harus memilih – milih teman dikarenakan kategori baik dan buruk kalau pada faktanya semua orang punya sisi baik dan buruk? Bertemanlah dengan siapa saja. Bertemanlah dengan yang berakhlak baik agar kita bisa ikut-ikutan baik. Bertemanlah dengan kawan yang buruk akhlaknya dengan harapan bisa mendakwahinya menuju kebaikan.

Sebaik-baik manusia menghias dirinya dengan kebaikan, hanya Allah yang maha tahu isi hatinya. Seburuk – buruk manusia dimata manusia lainnya, hanya Allah yang berhak menentukan apakah ia juga buruk di yaumul akhir atau justru peroleh kemuliaan dibanding manusia lainnya.

Semoga Allah melindungi kita dari sifat sombong, apalagi sombong terhadap kebenaran dengan menolaknya seperti yahudi Laknatullah. Amin.