Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Bolehkah Mengolok-Olok Orang Shalih?

Hebooohhh…. komika Ernest memfitnah Ustadz Zakir Naik mendanai ISIS. Padahal fitnahan itu hanya berdasarkan artikel barat yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Kejadian ini mengingatkan saya pada ayat Al-Qur’an mengenai “olok-olok”.

يَاأّيُّهَا الّذِينَ ءَامَنُوا لاَيَسْخَرْ قَوْمُُ مِّن قَوْمٍ عَسَى أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلاَنِسَآءُُ مِّن نِّسَآءٍ عَسَى أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ وَلاَتَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلاَتَنَابَزُوا بِاْلأَلْقَابِ بِئْسَ اْلإِسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ اْلإِيمَانِ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُوْلاَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan), dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim. [al-Hujurat/49 : 11].

Logikanya sederhana, bisa jadi yang diolok – olok lebih baik dari yang mengolok – olok. Siapa sih Anda berani mengolok – olok orang lain. Apakah Anda lebih hebat dari dia?

Tapi akhirnya, koh Ernest introspeksi, dan menyampaikan permohonan maaf. Penyesalan selalu datang belakangan, namun bukan berarti penyesalan bisa menghentikan akibat dari suatu kesalahan. Kontraknya bersama Tolak Angin harus diakhiri, jadwal manggung pun terpaksa dibatalkan panitia terkait polemik ini. Blasss…..

….. barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.

Mengapa Kami Menjunjung Tinggi Ulama

Setidaknya saya ingin menyampaikan dua ayat Al-Qur’an yang menjadi dasar mengapa umat Islam sangat menjunjung tinggi ulama mereka. Surat Mujadilah ayat 11 dan Az-Zumar ayat 9.

يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. [al-Mujadilah/58 : 11]

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لاَيَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُوا اْلأَلْبَابِ

Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. [az- Zumar/39 : 9].

Ayat ini juga sebagai tamparan buat komika Uus, karena seharusnya sebagai muslim tidaklah layak dia menjelek-jelekkan Habib Riziq yang sudah membela Islam saat Ahok menistakan Al-Qur’an.

Mereka, Ulama, adalah orang yang mengantarkan kita untuk mengenal Allah. Mereka pula yang mengajarkan kita pada Al-Qur’an dan mengenalkan kita pada Akhlakul Karimah. Kalau tidak ada mereka, bisa jadi kita akan terombang-ambing pada kebingungan akan hakikat kebenaran. Bagaimana kita bisa menentukan benar dan salah kalau bukan Ulama yang menunjukkan?

Itulah sebab Rasulullah selalu mengistimewakan ulama dalam beberapa Haditsnya.

sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Musa Al Asy’ari Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ مِنْ إِجْلَالِ اللَّهِ إِكْرَامَ ذِي الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ وَحَامِلِ الْقُرْآنِ غَيْرِ الْغَالِي فِيهِ وَالْجَافِي عَنْهُ وَإِكْرَامَ ذِي السُّلْطَانِ الْمُقْسِطِ

Sesungguhnya termasuk pengagungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu memuliakan orang tua yang muslim, orang yang hafal Al Qur’an tanpa berlebih-lebihan atau berlonggar-longgar di dalamnya dan memuliakan penguasa yang adil. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud (4843) dan dihasankan oleh Al-Albaani dalam Shahih At-Targhib (I/44))

sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Musa Al Asy’ari Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ مِنْ إِجْلَالِ اللَّهِ إِكْرَامَ ذِي الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ وَحَامِلِ الْقُرْآنِ غَيْرِ الْغَالِي فِيهِ وَالْجَافِي عَنْهُ وَإِكْرَامَ ذِي السُّلْطَانِ الْمُقْسِطِ

Sesungguhnya termasuk pengagungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu memuliakan orang tua yang muslim, orang yang hafal Al Qur’an tanpa berlebih-lebihan atau berlonggar-longgar di dalamnya dan memuliakan penguasa yang adil. (Hadits riwayat Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (I/122) dan dihasankan oleh Al-Albaani dalam Shahih Jami’ Shaghir (5319) dan Shahih)

Diskusi

Berhentilah mengolok – olok seseorang, apalagi dia seorang ulama. Sebab kemuliaan selalu diukur dengan ketakwaan, bukan popularitas atau kekayaan. Apalagi tampang wehehe…

Tulus sendiri, saat menyanyikan lagu “Gajah” merasa marah saat diolok – olok semasa kecilnya

Waktu kecil dulu mereka menertawakan
Mereka panggilku gajah,( ku marah ) ku marah
Kini baru ku tahu puji di dalam olokan
Mereka ingat ku marah
Jabat tanganku panggil aku gajaaaaahhhhhh………..

Namun rupanya olok-olok itu tidak membuatnya ciut, bahkan mendorongnya untuk bangkit menjadi performer seperti saat ini.
Saat Anda mengolok – olok Ulama, maka siap siap saja bukan Ulamanya yang marah, melainkan seluruh umat Islam yang menunjukkan keberangannya.
Bila jatuh gajah lain membantu
Tubuhmu disituasi rela jadi tamengku
…….
 

Leave a reply