Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Berislam yang Kekinian

Masih melanjutkan tulisan sebelumnya mengenai generasi paling update, yap, generasi z. Dalam tulisan kali ini akan dibahas mengenai bagaimana generasi z berislam. Seperti yang kita ketahui, usia tertua generasi z saat ini masih masuk dalam fase remaja. Menurut salah satu teori dalam psikologi, pembentukan identitas diri menjadi poin penting pada fase ini. Berislam, menjadi muslim seutuhnya termasuk dalam pembentukan identitas itu sendiri. Dengan segala tantangan dari perkembangan teknologi yang sangat cepat dan lain sebagainya, bagaimana generasi z berislam? Langsung saja kita bahas.

Mulai penasaran dengan urusan agama pada usia remaja adalah hal wajar. Salah satu teori psikologi popular yang menjelaskan mengenai perkembangan otak manusia, menyebutkan bahwa otak remaja adalah fase di mana otak manusia mulai bisa berpikir secara abstrak, menalar secara logis, dan mampu menarik kesimpulan dari pemikirannya sendiri. Kemampuan otak tersebut terus berkembang hingga dewasa. Pemikiran tentang ketuhanan, kehidupan, kemanusiaan, membedakan yang baik dan buruk, adalah contoh pemikiran secara abstrak. Hal-hal tersebut dijelaskan dalam Agama Islam dan tidak ada salahnya jika remaja ingin mencari tahu hal-hal tersebut. Allah swt. akan membimbing hamba-Nya yang ingin mengenal lebih jauh tentang diri dan tuhan-Nya.

Dengan perkembangan teknologi saat ini, sebenarnya sangat mudah untuk menemukan jawaban-jawaban atas panasaran yang ada. Meskipun begitu, perlu berhati-hati juga sumber informasi yang didapat apakah dapat dipercaya atau tidak. Melalui akun-akun media sosial yang kamu miliki, kamu bisa follow para penerus ajaran Nabi Muhammad saw yang menjelma menjadi akun-akun media sosial yang islami. Apapun platform media sosial kamu, facebook, instagram, youtube, setidaknya ada satu akun yang rajin memposting konten-konten islami. Tapi ingat untuk selalu memeriksa kembali keabsahannya. Tidak dipungkiri, ada juga akun media sosial yang memberikan konten islami tanpa memberikan sumber yang jelas dan justru memicu kerusuhan di kolom komentar saja.

Pada tulisan sebelumnya sudah dijelaskan bahwa generasi z memiliki kemampuan sosial yang lebih lemah dibandingkan generasi-generasi sebelumnya dikarenakan minimnya interaksi sosial yang terjadi secara langsung dan lebih banyak melalui dunia maya. Meningkatkan interaksi sosial secara langsung atau tatap muka dengan teman dapat menjadi keuntungan bagi generasi z itu sendiri. Berislam juga bisa dengan cara berteman yang baik dengan siapa saja. Pada dasarnya, agama islam mengajarkan tentang berakhlak mullia, berperilaku baik, bersikap positif pada lingkungannya. Seperti yang dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari berikut, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik”. Berteman yang baik dapat meningkatkan kemampuan sosial dan sekaligus belajar menerapkan salah satu sunnah nabi.

Salah satu cara berislam yang klasik namun masih menjadi cara paling efektif dalam berislam adalah dengan berguru, mengikuti kajian-kajian keagamaan islam dari seorang guru atau ustadz yang memiliki pengetahuan dan pengamalan islam yang komprehensif. Mungkin terlihat agak membosankan bagi generasi z yang lebih senang bertatapan dengan layar gadget, namun hal ini juga disadari oleh para ustadz kekinian. Oleh karena itu, sebenarnya teman-teman generasi z sudah diberi kemudahan dalam menemukan ustadz-ustadz yang dapat menyesuaikan dirinya dengan audience usia remaja. Para ustadz kekinian ini mampu menyampaikan materi setingkat ustadz bersorban dan gamis meskipun dirinya berpenampilan seperti anak muda lainnya. Pun sudah banyak yang membuat rekaman video atau suara dari ustadz-ustadz “gaul” tersebut dan bisa teman-teman akses di sosial media. Jika teman-teman masih belum berminat mengikuti metode berguru yang seperti itu, teman-teman boleh berguru dengan kenalan terdekat teman-teman seperti kakak kelas atau teman sendiri yang ilmu agamanya dapat temen-temen percaya.

Secara umum, sebenarnya kemajuan teknologi saat ini dapat memberikan tantangan tersendiri dan kemudahan bagi generasi z untuk berislam. Secara pribadi, penulis menyarankan untuk berislam melalui interaksi sosial secara langsung dengan cara belajar berakhlak baik kepada teman dan berguru langsung kepada guru/mentor Agama Islam dari kakak kelas atau alumni yang ilmu agamanya dapat dipercaya serta usianya yang tidak begitu jauh dengan teman-teman supaya bisa lebih mengerti kondisi yang sedang teman-teman hadapi saat ini. Dukungan dari orang-orang terdekat seperti teman dan guru/mentor sangat membantu proses pembentukan identitas diri khususnya bagi generasi z sebagai seorang muslim.

Leave a reply