Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Apa Tugas Seorang Mentor?

Bagikan, insya Allah jadi amal kebaikan

Utamanya, seorang mentor akan membantu adik mentornya untuk selamat dunia akhirat. Kamu masih ingat doa sapu jagat kan? Yang begini nih.. Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanah wa fil aakhiraati hasanah waqinaa ‘adzabannaar… Isi doa itu kita meminta kebaikan dunia dan kebaikan akhirat kita. Nah, dengan menjadi mentor kamu berperan untuk mewujudkan isi doa itu kepada adik mentor kamu.

Bayangkan seorang mentor itu sebagai “learning leader”. Ya, seseorang yang memfasilitasi adik mentornya menjalani proses belajar menjadi sesuatu yang lebih baik. Bukan sekedar pemberi materi ke adik mentor. Mentor bukanlah sekedar seperti guru di kelas.

Tanggung jawab seorang mentor secara umum saya daftar jadi beberapa poin berikut ini :

1. Memberikan bimbingan berdasarkan pengalaman hidup kita.

Kita lebih tua dari adik mentor kita. Sedikit banyak pasti ada pengalaman hidup yang pernah kita alami dan juga adik mentor kita alami. Mungkin penyelesaiannya bisa berbeda, tetapi sejarah selalu jadi pelajaran berharga bagi generasi yang akan datang bukan?.

2. Membangun hubungan pertemanan yang baik dan iklim komunikasi yang sehat

Pada awalnya kita tidak kenal siapa adik mentor kita. Namun seiring berjalannya waktu, kita semakin tahu luar dalam diri mereka. Arahkan perkenalan ini menjadi hubungan pertemanan yang baik. Kita mengenalnya sebagai tahapan membangun ukhuwwah  islamiyah. Dimulai dari berkenalan, lalu memahami, lalu menolong, kemudian menanggung kesulitan dan puncaknya adalah mendahulukan kepentingan saudara di atas kepentingan diri sendiri (itsar). Untuk melewati tahapan tersebut diperlukan iklim komunikasi yang sehat. Seperti kakak kepada adiknya. Penuh cinta dan saling menghormati.

3. Membantu adik mentor memahami persoalan hidup dan menemukan solusinya

Masa remaja disebut juga masa galau-galaunya seorang manusia. Itulah mengapa peran mentor sangat krusial di masa tersebut. Sebab jika tidak mereka bisa melangkah ke arah yang salah. Masalah krusial yang umumnya mendera remaja adalah seperti cinta antar lawan jenis, mengejar prestasi akademik, jati diri, dan ketidak harmonisan orang tua (broken home).

4. Mengarahkan adik mentor menyelesaikan masalah melalui metode creative problem solving.

Terkadang ada juga permasalahan kecil bisa menjadi besar jika salah mengelolanya. Salah bicara bisa bertengkar. Terlalu baik disangka cari perhatian. Sulit mengelola waktu antara belajar, bermain, beribadah, dan berorganisasi jadi sulit menentukan orientasi. Dan masalah lainnya. Padahal permasalahan itu seringkali bisa diselesaikan dengan cara yang tak terduga sama sekali. Kita menyebutnya creative problem solving. Menyelesaikan masalah secara kreatif.

5. Menawarkan fitback positif secara supportif

Tidak baik arogan di hadapan adik mentor. Saat kita merasa adik mentor memiliki kekurangan yang harus segera diperbaiki, kita harus bijak-bijak mencari cara dalam menyampaikannya agar maksud baik kita tidak dianggap negatif olehnya. Alih-alih memberi nasihat, adik mentor bisa-bisa malah menganggapnya sebagai suatu peringatan dan pengungkapan kekesalan kita. Cari waktu dan suasana yang tepat dalam memberikan nasihat atau solusi.

6. Berbagi pengalaman dan cerita, termasuk kegagalan – kegagalan kita.

Berhenti dulu cerita manisnya. Sekali-kali ceritakan kegagalan kita. Agar berimbang dan seolah-olah berkata padanya : “Saya juga dulu pernah begitu!”. Sehingga keperacayaan diri adik mentor bangkit dan berani menghadapinya. Adik mentor juga bisa berjaga – jaga andaikata mengalami kegagalan yang serupa.

7. Memperkenalkan adik mentor ke jaringan teman kita yang bisa membawa mereka lebih tahu dan luas pergaulannya.

Ini bagian yang sangat berharga dari menjadi adik mentor. Mendapatkan koneksi dari kenalan mentor yang memiliki kemampuan yang dibutuhkan adik mentor. Mungkin kita tidak faham fisika, tetapi kita bisa membantu kebuntuan adik mentor saat mengerjakan soal fisika dengan cara mengenalkannya dengan salah seorang teman kita yang ahli fisika SMP/SMA. Kenalkan juga mereka dengan sahabat kita lainnya dengan kehebatan lainnya. Ini ibarat membawa adik mentor melompati awan terbang ke langit ke tujuh!. Smile

8. Meminta feedback dari adik mentor tentang kemampuan mementor kita.

Setelah beberapa lama mementor luangkan waktu untuk meminta mereka memberi koreksi atas diri kita. Hal itu baik untuk menyegarkan komunikasi dan membuat persiapan mentoring selanjutnya menjadi lebih baik.

9. Selalu mempersiapkan bahan ketika akan mementor.

Yang terakhir ini bukan yang berarti paling gak penting. Justru kebanyakan mentor suka meremehkan proses yang penting ini. Umumnya mentoring dilaksanakan seminggu sekali. Waktunya antara 2 sampai 3 jam. Jika kita tidak merencanakan pertemuan mentoring dengan baik, akan menyebabkan pertemuan yang singkat itu menjadi tidak berkualitas. Padahal jika dipersiapkan dengan baik, banyak tujuan yang bisa tercapai dan cukup untuk dipelajari secara mandiri sampai pertemuan selanjutnya.

 

Mentor VS Murabbi

Penggunaan kata mentor sedikit bias dengan istilah murobbi. Saya cenderung membedakan makna di antara keduanya meskipun pada pembahasan tertentu dua istilah ini bisa digunakan interchangably (boleh dipakai secara bergantian untuk merujuk pada makna yang sama).

Murobbi saya posisikan lebih tinggi derajatnya dibandingkan mentor. Selain 9 peran di atas, seorang murobbi juga dituntut untuk memiliki peran tambahan seperti 1) Memantau ibadah adik mentor 2) Memonitor amal dakwah adik mentor 3) Memberi keteladanan yang baik 4) Memberi peran – peran strategis di amal dakwah.

Oleh karena itu, ada baiknya mindset pengurus Rohis saat mengangkat mentor – mentor baru cukup berfokus pada 9 tanggung jawab di atas. Nanti selanjutnya seiring dengan bertambahnya jam terbang Rohis dapat melakukan daurah upgrading mentor menjadi Murobbi.

Leave a reply