Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Anggota Rohis vs Kader Rohis. Dimana Bedanya?

Saat menjelang kenaikan kelas, Rohis bisa melakukan proses kaderisasi Rohis. Proses ini bertujuan menyaring anggota Rohis terpilih yang nantinya memegang amanah penting di kepengurusan Rohis. Karena sudah melalui proses penyaringan, maka kita perlu membedakan definisi Anggota Rohis dan Kader Rohis.

Definisi ini bisa berbeda-beda tergantung apa yang tercantum dalam AD/ART tiap Rohis. Namun begitu, tetap ada garis merah yang sama dalam hal perbedaannya. Buat Rohis kamu yang belum ada AD/ART nya boleh deh pake definisi versi saya ini sebagai dasar untuk merumuskannya kelak. 🙂

Yang Dimaksud Dengan Kader Itu..

Kader memang berbeda dari segi hak dan kewajiban dibanding anggota biasa. Terlepas dari hak dan kewajibannya, kader Rohis dituntut memiliki kualitas di atas rata-rata remaja pada umumnya. Dituntut begitu karena Kader Rohis mengemban tugas besar di lingkungan sekolahnya. Yaitu mewujudkan lingkungan sekolah yang islami serta mengajak pribadi-pribadi muslim nya melaksanakan ajaran islam secara kaffah (sempurna).

Dengan tugas sebesar itu wajarlah bahwa Kader Rohis kita maknai sebagai berikut :

  1. Seorang kader Rohis hendaklah remaja yang punya kualitas lebih daripada remaja pada umumnya, baik dalam hal ketakwaan dan ilmu; wawasan dan pemahaman; skill (keterampilan); visi, loyalitas, disiplin dan komitmen; maupun dalam hal semangat.
  2. Seorang kader Rohis hendaklah seseorang yang mampu mempengaruhi dan menjadi penggerak di lingkungannya, baik dikarenakan memiliki jiwa kepemimpinan [(kemampuan mempengaruhi -karena wibawa, pengetahuan atau dapat melakukan komunikasi) dan mengkoordinasikan untuk mengarahkan orang-orang yang di pimpinnya mencapai tujuan] ataupun dikarenakan keteladanannya.
  3. Seorang Kader Rohis mampu membentengi diri dari pengaruh – pengaruh negatif yang ada di lingkungannya.

Kalau kita ringkas, maka yang kita harapkan nantinya menjadi kader Rohis adalah sekumpulan manusia-manusia yang unggul, dia tidak terbawa oleh pengaruh buruk lingkungan, tetapi justru dialah yang mempengaruhi lingkungannya agar senantiasa meningkatkan keimanan dan amal shaleh.

Kamukah orangnya?

Related Posts

Leave a reply