Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Anak Rohis kok Pacaran?

Bagikan, insya Allah jadi amal kebaikan

Setiap orang membutuhkan cinta dan kasin sayang. Itulah mengapa Allah menghalalkan pernikahan dan mengharamkan perzinahan. Rasa cinta itu seperti kerbau ngamuk kawan. Kalau gak dikontrol bisa tabrak sana – tabrak sini. Kontrol rasa cinta dan arahkan dia ke gerbang pernikahan, dan jauhi dia dari kubang perzinahan. Diri kitalah yang jadi ‘matador’ dari cinta.

Bicara cinta, banyak diantara kita yang merasa bahwa menikah itu harus dilalui dengan yang namanya masa pacaran. Padahal kan pacaran itu mendekati zina ya? Dari dulu sulit sekali menjelaskan urgensi menjauhi pacaran. Pacaran itu buang – buang waktu, energi dan biaya. Tapi kayaknya kurang mempan tuh penjelasannya. Tapi saya gak nyerah. Semoga status saya di facebook ini bisa lebih jleb menjelaskan urgensi kita menjauhi pacaran ya. 🙂

Ketakutan atas kepastian rumah tangga kelak ditengarai jadi alasan mengapa banyak anak rohis yang memilih pacaran sebelum menikah. Jurus kucing pun dipake : “masa mau beli kucing dalam karung?“. Iya bener, bahwa yang namanya menikah gak bisa asal, tapi ya gak boleh asal-asalan juga.

Kalau kamu membolehkan pacaran sebelum menikah, maka harusnya kamu juga setuju kalau suamimu kelak pacaran ketika mempersiapkan pernikahan keduanya (lalu apa bedanya dengan selingkuh dong!). Gak mungkin kan… saya juga tahu, gak mungkin suami pacaran dengan wanita lain kalau mau nikah lagi. Aturan itu berlaku juga untuk pernikahan pertama.

Bukan pacaran caranya kalau ingin kepastian rumah tangga kelak saat ingin memilih calon suami. Ada sesuatu yang lebih syar’i. Namanya nazhar dan taaruf. Semoga kamu gak ketipu ya sister… 🙂

Related Posts

Leave a reply