Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

Alumni Rohis yang Selalu Pergi…

Bagikan, insya Allah jadi amal kebaikan
Mereka beda angkatan (Model jaketnya berbeda), tapi komitmen terus membangun Rohis SMP 5 Bandung Rohani – 554. Terima kasih K’Annas, K’Aldi, K’Yusal, K’Birza, K’Anta, K’Ilman, dan K’Gesang 🙂

Keberadaan alumni adalah sumber daya yang sangat vital bagi perkembangan dakwah sekolah. Kondisi Dakwah Sekolah (DS) yang selalu memulai kepengurusan dengan kader yang baru memulai pengalaman sebagai Rohis sulit mengembangkan Rohis menjadi organisasi yang lebih besar. Selalu saja mulai dari “0”. Padahal Rohis sudah berumur belasan tahun. Hal ini kerap terjadi karena sedikit sekali Alumni yang mau kembali turun ke DS untuk melanjutkan pembangunan. Sudah lulus sekolah, kuliah di universitas, lupa dengan organisasi yang pernah membangun pemahaman keislamannya. Padahal, banyak peran – peran Rohis tak tergantikan yang hanya bisa dilakukan oleh Alumni. Menjadi murobbi, sebagai trainer, konsultan pengembangan rohis, donatur Rohis, pembimbing tafakur alam, koneksi dengan Ustadz ibukota, peluang kerjasama dengan Rohis SMA lain, Ikatan Alumni Rohis, sampai bantuan Advokasi jika Rohis tersandung masalah hukum.

Bagi alumni yang kuliahnya berdekatan atau satu kota dengan almamater sekolahnya belum tentu bisa kembali mengurusi Rohis karena juga disibukkan dengan mata kuliah dan kegiatan dakwah di kampusnya yang tidak kalah sibuk. Situasi yang selalu berulang ini hendaknya disikapi secara positif dan antisipatif. Ada banyak cara untuk mengurangi ketergantungan pada Alumni sambil melakukan konsolidasi Alumni.

Percepat akselarasi

Percepat Akselerasi kualitas kader kelas III untuk menjadi murabbi dan penasihat pengurus Rohis sehingga dapat mengatasi secara langsung keterbatasan alumni. Lakukan Training for mentor secara berkala dalam tempo waktu singkat untuk meng-upgrade skill mementornya. Sediakan kurikulum yang jelas, terstruktur dan dilengkapi dengan modul materi yang baik. Dengan demikian setiap mentor kelas 3 dapat fokus memberi materi tanpa harus menyiapkannya terlebih dahulu. Menjadi mentor di kelas 3 menjadi tantangan tersendiri karena mereka juga harus berbagi waktu dengan persiapan SNMPTN/SPMB juga.

Lakukan pengaderan terhadap kalangan guru

Lakukan pengaderan terhadap kalangan guru sehingga mereka akan menjadi aktivis dakwah sekolah yang permanen. Umumnya mereka bertugas di sekolah tersebut dalam waktu yang lama, belasan hingga puluhan tahun sehingga membuka peluang mereka bisa memberi kontribusi besar dalam kondisi kekosongan Alumni. Baca penjelasan mengenai Guru lebih dalam di “Guru Itu Sahabat Rohis (yang Permanen)”

Perluas keterlibatan LSM

Perluas keterlibatan LSM dakwah sekolah setempat agar terjamin kontinuitas pembinaan dan pelatihan yang bermutu. Di beberapa kota besar ada LSM yang sangat peduli dangan dakwah sekolah. Di Jakarta ada Iqro Club, di Jogja ada Smart Syuhada, di Bandung ada Karisma, Hirokoba atau Itsar. Di LSM-LSM itu kamu bisa dapat banyak hal. Dari kurikulum mentoring, pelatihan mentor, konsultasi manajemen dakwah sekolah, atau kegiatan kolaborasi Rohis dan LSM. Asyik kan!

Buka peluang alumni angkatan tua untuk back to school.

Alumni yang sudah tamat kuliah dan bekerja sering lebih berpeluang aktif kembali di sekolah daripada mahasiswa. Ada yang memutuskan berbisnis ada juga yang bekerja. Alumni yang berbisnis biasanya lebih memiliki banyak waktu terutama hari kerja dibanding alumni yang memilih bekerja di kantor. Untuk yang bekerja di kantor biasanya punya waktunya di hari sabtu atau minggu. Bagusnya Rohismu bikin ikatan Alumni Rohis yang bisa membangun komunikasi dengan alumni – alumni Rohis. Angkat ketua dari perwakilan Alumni dan bangun program kerja Alumni. Program kerja Alumni bisa berupa infak rutin, kajian rutin yang digilir antar alumni, atau Alumni gathering tahunan.

Bangun Komunikasi dengan Alumni via Dunia Maya.

Era digital membangun kemudahan dalam berkomunikasi. Termasuk membuat Rohismu tetap keep in touch dengan para Alumni. Buat Facebook Fanpage dan minta Alumni me-Like page rohismu. Dengan begitu Alumni tetap bisa tahu dan memberi komentar terhadap setiap perkembangan Rohis. Gak hanya Fanpage, kamu juga bisa ekspansi ke produk – produk internet lainnya. Bikin Blog resmi Rohis, Twitter Resmi Rohis, atau INstagram Resmi Rohis. Buka peluang sebesar – besarnya biar Alumni dapat lebih tahu perkembangan Rohis meski jauh secara Geografis. Ups, jangan lupa juga bikin BBM group atau Whatsapp Group.Lewat aplikasi Chat itu bahkan kamu bisa rapat online dengan Alumni! Keren kan!

Related Posts

2 comments

Karimatul Kamilah

Assalamu’alaikum..

afwan, mau sharing sekalian minta pendapat antum..

mengenai alumni, masihh aktif, bahkan sangat aktif di ROHIS nya meski alumni.. dan kedatangan alumni ini , tujuannya agar adik” ROHIS lebih memiliki sikap semangat dan sungguh” di ROHIS. ROHIS itu tdk btuh apa” kecuali 1, yaitu kesungguhan. karena 1 itu akan mengalahkan semuanyaa.

tapi, ketika alumni datang dan selalu datang untuk merubah adik” nya, namun gagal.! 🙁 bagaimana.. ini bkn pertanyaan keputus asaan.. sy sendiri, ingin dikasih masukan biar alumni” ROHIS makin memahami adik” nya.

alumni sdh melakukan berbagai tahap. pendekatan dan perhatian. alumni selalu memperhatikan adik”nya.. namun usaha itu dinilai hanya beberapa anak saja yg faham. dan anak” yg notaben nya sudah semangat, makin Sungguh” dan semangat .! tapi yg tidak, makin tdk semangat.! astaghfirullah..
memang semua itu butuh waktu dan pengorbanan,. tapi melihat adik” yg sudah sering sekali diberi materi mengenai hal-hal yg berkaitan dgn ROHIS, sedih rasanya bila ada yg tdk datang di ROHIS seenaknya.. tanpa ijin, kalaupun ijin banyak alasan yang tdk syar’i..
mohon kasih masukannya..

jazakamullah khoiran..

Terima kasih atas pertanyaannya akhi/ukhti.. insya Allah akan mimin coba jawab sebaik mungkin ya..

Kehadiran alumni yang cukup intens adalah modal yang sangat bagus untuk keberlangsungan Rohis. Disini saya lihat kendalanya justru adik – adiknya tidak semua bisa memahami berbagai pendekatan dan perhatian yang diberikan alumni.

Bisa jadi, memang metode pendekatannya perlu dirubah, karena tidak sesuai dengan yang dibutuhkan adik – adik. Ini seperti eksperimen. Cobalah terus berbagai metode pendekatan yang selama ini belum pernah dicoba sama sekali. Insya Allah pada saatnya kita akan tahu metode pendekatan yang cocok untuk adik – adik seperti apa.

Materi mengenai hal – hal yang berkaitan dengan ROHIS mungkin belum terasa cukup, ada baiknya alumni merumuskan bentuk kegiatan baru, out of the box dan lebih menarik dibanding kegiatan ekskul lain.

Semoga bermanfaat, jangan lupa terus sebut nama adik-adik mentor kita dalam setiap Do’a Rabithah kita ya,, 🙂

~ Admin

Leave a reply