Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

8 Cara Move On untuk Yang Gagal Taaruf

Bagikan, insya Allah jadi amal kebaikan

Namanya nyari jodoh ada berhasil ada gagalnya. Ada suka ada dukanya. Terserah mau pake cara apa; cara taaruf atau cara koboy, selalu hasilnya bisa lanjut atau berhenti di tengah jalan.

Celakanya seringkali hati sudah terlampau cinta, dan rindu sudah terlampau berlabuh. Harapan sudah terlampau subur, dan indahnya pelaminan sudah menggelayuti angan-angan. Menghilangkannya tidak bisa direkayasa. Butuh waktu. Butuh energi. Butuh air mata. #tsaah..

Kenangan tak bisa hilang, meski coba sekeras hati untuk dilupakan. Dia menjadi sejarah yang tak ditulis dalam buku. Cukup disimpan dalam museum kenestapaan.

Yang bisa kita lakukan hanyalah move on. Bergerak maju mencari harapan baru. Bukan bermaksud cari pelarian atau pelampiasan. Tapi menemukan "dia" yang dipersiapkan khusus untuk kita oleh Dia yang Maha Menjodohkan.

Selain yang nangis bombay, ternyata banyak juga yang gagal taaruf yang bisa move on sampai bisa menjemput separuh diennya. Suer. Saya nemu banyak di dunia nyata orang-orang yang tegar dalam bertaaruf. Prinsip mereka satu : Jodoh saya sudah ada, tertulis di Lauhul Mahfudz. Kamu juga bisa. Setidaknya kamu bisa menjadi salah satu dari 8 tipikal move on-ers berikut ini :

1. Tipe Pendoa

Move on-ers tipe pendoa akan berdoa begitu mendapat kabar proses taarufnya gagal. Doanya macem-macem. Ada yang takbir sekeras-kerasnya (maklum, marbot mesjid). Ada juga yang sholawatan (sambil nangis sesenggukan). Ada yang merapat ke pengajian aki-aki, mohon doa dari orang-orang sholeh. Tapi ada yang paling keren, yaitu yang langsung berdoa seperti ini :

Ya Allah, jadikanlah saya sebagai pemuda yang sekali taaruf langsung diterima. Amin..

😀

2. Tipe Maju Terus

Move on-ers tipe maju terus gak akan nyerah ketika proses taarufnya gagal. Saat dia dikabari ustadz bahwa si akhwat menolak biodatanya, maka dia secepat kilat mandi kembang, pinjem jas punya tetangga lalu ngacir ke rumah orang tuanya. Dia gak akan nyerah sebelum mendengar sendiri kalimat penolakan itu dari mulut bapaknya. Saat kata-katanya persis sama, baru deh pamit pulang lalu balikin jas tetangga, nangis bentar terus tidur. Bagi dia : "Ini nangis terhormat bung!" #edisicetarmembahana

3. Tipe Evaluator

Tipe evaluator adalah tipe yang belajar dari kegagalan. Saat sebuah sms masuk yang mengabarkan taaruf harus berhenti di sini, maka dia segera mengambil biodata yang telah diberikan kepada sang ustadz. Dia teliti biodata tersebut. Dia lihat hingga ke titik komanya. Dia cari kurangnya dimana. Mungkin bahasanya terlalu intelek, atau deskripsinya terlalu singkat. Bisa jadi karena pendahuluannya yang bertele-tele. Atau ukuran font-nya yang terlalu kecil.

Mungkin karena yang diperiksa hanya aspek tulisan, dia kadang suka lupa. Jangan-jangan sebab penolakannya adalah sesuatu yang gak bisa dia rubah : wajahnya..

4. Tipe Kreatif

Move on-ers tipe kreatif bisa melihat peluang dibalik musibah. Dia selalu berfikir positif. Saat ustadz memberitahunya bahwa sang akhwat menolak biodatanya maka dia akan bertanya : "stadz, kalau murobbiyahnya akhwat itu gimana stadz?" #siapatahumasihsingle.

Kalau dia ditolak mentah-mentah oleh ayahnya, maka saat pamit dia akan bertanya "Kalau dengan anak bapak yang lain boleh pak?" #edisimintadigaplok

Kalau gak boleh juga dengan adik atau kakaknya maka saat keluar rumah si akhwat dia gak langsung pulang. Siapa tahu tetangganya juga wanita sholeh huehehe..

5. Tipe Coba Lagi

Dalam taaruf gak ada istilah ditolak hari ini berarti ditolak selamanya. Allah maha pembolak-balik hati. Oleh karena itu Tipe Coba Lagi akan berikhtiar lagi tahun depan sambil berharap sang akhwat belum bertemu jodohnya.. #edisiikutanaudisilagi

6. Tipe PD Abizz

Ikhwan yang PD abizz paling anti sama yang namanya nangis. Biasanya ini tipe-tipe Umar bin Khaththab gitu dech. Aib kalau ada setetes air mata keluar. Makanya tipe ini biasanya punya banyak jargon : "Taaruf gagal berarti… dia belum beruntung…" , "Taaruf gagal… berarti dia menyia-nyiakan ikhwan limited edition" atau yang satu ini :

"Taaruf gagal…. mungkin jodoh saya ada di Uzbekistan"

7. Tipe Ikhlas dan Sabar

Ini termasuk tipe yang berani menerima kenyataan. Saat tahu bahwa taarufnya gagal maka dia akan memberikan statement penutup : "Ya, saya doakan semoga dia bisa bahagia dengan jodohnya…", atau "Berarti dia bukan yang tepat buat saya.."

Tingkatan terendah dari tipe ini akan berkata : "Kutunggu jandamu.."  #eaaa

8. Tipe Blessing in Disguise

Tipe ini banyak bikin orang sekelilingnya salut. Saat kebanyakan orang merasa terpuruk, jatuh, dan hina ketika gagal taaruf maka Tipe Blessing in Disguise bisa mengkonversi momentum negatif ini menjadi sesuatu yang menguntungkan secara bisnis. Ada yang tiba-tiba lihai bikin puisi dan lagu melankolis ala D'Massive. Ada juga yang langsung bikin novel dan blog spesialis cinta yang gagal di tengah jalan. Ada yang terjun ke dunia sinetron, atau sekalian buka biro jodoh.

Prinsip mereka satu : "Cinta yang layu bisa tumbuh kembali, tapi besok mau makan pake apa?"

Yakin Sama Ketentuan Allah

Banyaknya alternatif untuk move on berarti kamu masih punya harapan besar untuk bertemu jodohmu. Yakinlah atas ketentuan Allah, sebab jodohmu ada di bawah ridho-Nya. Kalau akhirnya berhasil taaruf dan lancar menuju pelaminan jangan lupa undang-undang saya ya. 🙂 Semoga berhasil.

Related Posts

4 comments

Assalamualaikum

Boleh izin pake tips 8 cara move on nya dalam buku indie? Makasih

boleh…. semoga bermanfaat ya..

Kocak 😀

Asli deh aku ketawa gede.
Lagi mewek mewek gagal ta’aruf, iseng2 buka.
Langsung ngakak.
Good job!

Leave a reply