Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

6 Hal Positif yang hanya Dipahami Jomblo-ers

Menginjak remaja, kita mengenal rasa cinta. Ada yang bisa memaknainya sebagai fitrah manusia yang harus dijaga, ada juga yang menyalahgunakannya untuk kepuasan nafsu semata. Pemuasan nafsu biasa dilakukan dengan berpacaran, sementara yang sabar menjaga kesucian cinta memilih jomblo sambil ikhtiar mencari calon suami / istri ideal.

Jangan buru-buru menyimpulkan pacaran lebih baik daripada jomblo, sebab enam hal positif di bawah ini hanya bisa dirasakan oleh para Jomblo-ers..

1. Bebas menentukan kriteria calon suami atau istri ideal.

Gak enaknya pacaran adalah mereka terpenjara oleh pacar mereka sekarang. Padahal, pacar itu belum tentu jadi pasangan hidup. Enaknya jomblo itu kita bisa jalan-jalan kemanapun kita mau, bertemu banyak orang dan berinteraksi dengan berbagai karakter unik manusia. Kamu jomblo itu artinya kamu belum ketemu someone yang ideal untuk dijadikan pasangan hidup. Itu hanya masalah waktu aja sampai pengembaraanmu berhenti di hadapan “dia” yang mau berakad sehidup semati denganmu.

2. Kamu punya tanggung jawab lebih sedikit

Pacaran itu jangan liat enaknya aja. Dibalik itu ada gak enaknya yang gak bisa dihindari. Yang pacaran itu harus ngangkat telepon dari pacar, kasih hadiah pas ultah, ngertiin perasaan pacar, dan nerima kalau diputus pacar (huehuehehehe..).

Saat jomblo kita gak punya kewajiban ‘mengabdi’ sama siapapun. Gak wajib angkat telepon, ingat tanggal-tanggal penting, atau maksain senyum walau hati bete. Hidup jadi lebih menyenangkan. Waktu lebih luang buat ngejar karir atau nambah hafalan alqur’an. Bisa begadang tanpa takut besok dimarahin ‘seseorang’ dan lebih fokus merencanakan masa depan.

3. Kamu punya waktu untuk menyiapkan masa depan.

Pacaran itu mana pernah ngomongin masa depan, bicara mau punya berapa anak aja gak pernah. Itu karena pacaran cuma nikmatin masa kini aja. Having good time as the time goes on.. Dengan menjadi jomblo kamu bebas ingin merencanakan masa depan mau seperti apa, kamu punya banyak waktu untuk ambil privat, les, apply kerja praktek, betah di gramedia dan browsing-browsing cari hal menarik di dunia maya. Hingga saat menikah tiba, kamu punya berbagai bekal untuk berumah tangga kelak menjadi ibu yang diteladani anak-anak atau ayah yang menjadi inspirasi keluarga.

4. Kamu bisa menikmati kebebasan.

Pacaran itu gak sebebas jadi jomblo. Selain pemberi perhatian, pacar punya sisi lain negatif sebagai tukang ngelarang dan tukang ‘gak suka’. Pacar akan melarang hal-hal yang dia tidak suka dari pasangannya dan berkata “aku gak suka” jika udah kesel banget. Padahal gak ada yang salah dengan ‘kesalahan’ itu. Masa gak ngangkat telepon marah, gak ngucapin met valentine marah, cemberut aja marah. KZL kan kalau begitu!

5. Kamu punya lebih sedikit kehidupan dramatis

Pacaran itu gak enaknya suka dag dig dug kalo sms gak dibales atau telepon gak diangkat atau ultah gak dikasih hadiah atau ketemu gak senyum. Pacaran itu gak enaknya ketika pacar terlalu asyik komen di status orang lain, dikasih hadiah mewah sama orang lain, seolah dekat dengan orang lain, terlalu akrab dengan orang lain. Orang pacaran selalu berfikir, saat berpacaran akan ada pihak-pihak yang ingin merusak hubungan haram itu. Itu yang membuat pacaran sangat gak nyaman. Perbuatan dosa memang membawa kegalauan dalam hidup.

6. Kamu bisa banyak -banyak bersosialisasi

Ini penting buat membangun usaha bisnis. Sebelum menikah Rasulullah banyak berbisnis ke luar negri bertemu banyak saudagar dan membangun hubungan pertemanan. Saat menikah Rasulullah mendelegasikan tugas berdagang ke karyawannya dengan menggunakan jaringan pertemanan yang telah beliau bangun. Cerdas bukan? Manfaatkan masa-masa jomblo untuk membangun kerajaan bisnis. Bukan pacaran.

Leave a reply