Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

5 Cara Ampuh ‘Lawan’ Hater

Hater itu ada dimana – mana kayak badminton. Lho? Kan ada lagunya..

Badminton.. dimana-mana. Di kota dan di desaa..

Haters biasanya muncul dan militan menyerang orang-orang yang berprestasi. Kayak kamu. Jadi good newsnya adalah saat kamu punya banyak hater itu jadi parameter bahwa kamu sudah di atas average kebanyakan orang. Bersyukurlah, Alhamdulillah.

Tapi harus kita akui, hater itu nyebelin. Mereka membenci kita and it is very annoying. Timeline twitter kita jadi arena perang argumen antara lover dan hater. Facebook gak lagi sebagai ‘book’ yang berisi ‘face’. Tapi jadi kayak junk yang isinya caci maki dan sumpah serapah. Gak sedikit yang tak beretika dan lebih sedikit lagi yang masih jaga sopan santun.

Kita gak bisa lari dari mereka. Mereka ada dan eksis meski seringkali anonimus. Kita hanya bisa memilih langkah-langkah strategis untuk menghadapi mereka seperti berikut ini :

1. Jaga amarah saat adu argumen

Yang mereka cari adalah huru hara. Kalau kita kalap, dan mengeluarkan sumpah serapah, mereka akan tertawa terkekeh-kekeh. Kemarahanmu seperti lelucon buat mereka. Kamu meledak, mereka terbahak-bahak.

Lawan secara elegan. Tanggapi seperlunya. Tak perlu balas dengan nada tinggi biar ‘hasrat’ tertawa mereka jadi hambar dan gak lucu. Sementara mereka akan tiarap, sambil nunggu isu baru yang bisa mereka goreng-goreng.

Salah satu tokoh publik yang sukses menahan amarah ketika berargumen dengan hater (sebut saja Fajroel R) adalah Bang Fahri Hamzah. Follow deh @fahrihamzah kalau kamu bukan hater beliau. 🙂

2. Coba hitung mereka

Sebelum kamu melawan haters, hitung dulu berapa jumlah mereka. Seburuk-buruknya kualitas seorang hater kalau jumlahnya banyak mereka bisa keroyok kamu sesuka hati.

Jadi sebelum kamu melawan seorang hater, hitung dulu berapa jumlahnya. Kalau ternyata banyak, forget them. Kamu cuman buang energi dan waktu aja melayani mereka. Karena setelah hilang satu akan tumbuh seribu haters yang baru.

3. Lawan dengan kebaikan.

Jangan berikan pipi kanan setelah kamu ditampar pipi kiri. Jangan, janganlah kamu sebodoh itu. Sebaliknya, lawanlah dengan kebaikan. Saya gak pernah lihat sesuatu yang lebih mengharu biru selain dari bagaimana Rasulullah memaafkan penduduk mekah yang dulu pernah menyiksa dan berniat membunuh Rasulullah ketika futuh mekah. Semua penduduk mekah dimaafkan dan mereka berbondong-bondong masuk Islam. Maha suci Allah..

Perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan. Sebarkan salam dan senyum tanpa pilih-pilih kasih. Jauh di hati yang terdalam, mereka akan kagum dengan kepribadianmu meski lidah mereka tak henti menghujatmu.

4. Ubah perspektif tentang gagal

Oke, gagal itu wajar. Tapi bagi haters kegagalanmu itu adalah hiburan. Kalau kamu gak punya mindset yang sehat tentang makna ‘kegagalan’, kamu akan jadi bulan-bulanan mereka. Jadi perhatikan kata-kata saya ini baik-baik :

KEGAGALAN adalah batu bata yang DIPERLUKAN untuk membangun rumah yang bernama KEBERHASILAN

Gak ada ceritanya orang itu sekali nyoba langsung berhasil. Mereka pasti gagal dulu. Nah, susunlah kegagalan-kegagalan itu menjadi sesuatu yang bisa kamu pelajari dan pada akhirnya akan membawamu kepada keberhasilan.

5. Jurus paling ampuh : PRESTASI

Saat tahun 2005 silam Ariana Huffington membangun sebuah portal aneka berita Huffingtonpost.com, banyak haters yang menertawakan dia. Tapi karena bukde Ariana ini punya visi besar, dia merekrut blogger-blogger professional dan menerapkan marketing jitu setahap demi setahap untuk membesarkan huffington post. Tahun 2015 ini huffingtonpost.com jadi market leader dari berita-berita viral yang sering dikutip oleh media-media lokal di seluruh dunia, termasuk yang sering muncul di timeline facebook kamu saat ini. Hatersnya kemana? Ow, mereka sudah hilang seperti debu kemarin sore.

Jadi prestasi ini kayak pukulan horyuken yang akan meng-KO semua hatersmu. Seperti semprotan baygon yang mengusir kebisingan haters di ruang hatimu. Mereka gak bisa apa-apa. Hipotesa mereka tentang segala keburukanmu seolah lenyap tak bersisa. Semakin banyak prestasi yang kamu buat, semakin ampuh haters lenyap dari linamasa sosial mediamu.

Related Posts