Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

30 Variasi Mentoring untuk Pementor Muda

Bagikan, insya Allah jadi amal kebaikan

Takut menjadi mentor? Bingung mau ngapain aja bersama adik mentor? Gak perlu bingung kalee…! karena disini saya akan berbagi 50 kegiatan yang bisa Antum lakukan untuk memulai membangun kebersamaan dengan adik-adik mentor antum. So cheer up!! 

1. Tentukan tujuan kelompok mentoring bersama-sama.

Hal pertama yang sangat sederhana yang bisa kita lakukan untuk memulai mentoring adalah dengan berdiskusi, berkenalan dan termasuk menentukan tujuan mentoring bersama-sama. Buat apa sih kita mentoring agama? Apa pentingnya kita melakukan mentoring. Tanyakan pada adik-adik apa yang mereka harapkan dari mentoring yang sama-sama akan kita lalui bersama. Dengarkan baik-baik keinginan mereka dan tentukan kapan kita akan mencapainya bersama-sama. Tumbuhkan semangat bahwa kelompok mentoring kita akan bertahan lama dan kita bisa saling mambangun dalam mencapai targetan pribadi tiap-tiap anggota. Kadang ada yang cerita tentang cita-cita yang akan dicapai dalam satu tahun ini. Maka bahas kemungkinan apa saja yang bisa dicapai dari mentoring dalam membantu adik mentor tersebut mencapai cita-citanya. Apa yang bisa teman-teman lain lakukan untuk membantu mewujudkan cita-cita itu. Sampaikan bahwa selain mempelajari agama, mentoring pun bisa menjadi wadah tiap orang untuk berkembang sesuai dengan kemampuannya.

2. Berdiskusi tentang bagaimana mencari sebuah kegiatan bersama-sama

Setiap orang memiliki passion dan hobi yang berbeda-beda. Mungkinkah passion itu untuk dilakukan di dalam kelompok mentoring? Misal ada seorang adik yang menyenangi main ke gunung, maka kenapa tidak kelompok mentoring bersama-sama merencanakan sebuah perjalanan ke gunung-gunung di sekitar kota. Mungkin juga ada yang senang memasak, maka kenapa kita tidak berkunjung ke rumah salah seorang adik dan mengadakan masak dan makan bersama di sana? Pasti akan sangat menyenangkan!

 

3. Bantu untuk merencanakan tujuan jangka pendek dan jangka panjang

Mungkin saja pengelola mentoring sudah menentukan sebuah tujuan besar dengan rentang waktu tertentu untuk diwujudkan di dalam kelompok mentoring yang menjadi tanggung jawab seorang mentor. Namun, bagaimanapun juga tujuan besar itu harus disesuaikan dengan keadaan adik mentornya. Bisa saja seorang mentor menggunakan metode dan agenda kegiatan yang berbeda dengan mentor lain dalam mencapai tujuan itu. Sehingga, seorang mentor harus mendiskusikan dengan adik mentor, mengidentifikasikan karakteristik mereka dan mencoba membuat tujuan jangka pendek dan jangka panjang dalam mencapai tujuan besar itu. Aplikasi untuk tips ini juga bergantung dari kedewasaan adik mentor. Jika adik mentor tidak terlalu mengerti dengan tujuan mentoring, ada baiknya mentor membahasakan dengan lebih sederhana dan tidak secara keseluruhan. Cukup bagian-bagian yang dirasa menarik untuk dibahas. Sisanya menjadi tanggung jawab mentor.

 

4. Makan siang bareng yuk!

Hm, kapan-kapan, kalau antum memiliki rejeki berlebih bolehlah sekali-kali mentraktir adik mentor makan siang di suatu tempat. Tidak usah mencari tempat makan yang berkelas dan mahal, bisa saja mengunjungi tukang baso tahu atau lumpia basah, mentraktir mereka dan makan di sana. Mentoring sembari makan siang terasa lebih santai dan terbuka dibanding mentoring secara formal. Mentoring formal terasa kaku. Kalaupun tidak berupa traktir, acara bisa disetting menjadi botram atau makan siang bareng  dengan membawa bekal makanan di rumah masing-masing. Saya sendiri pernah memvariasikan acara makan siang botram dengan mencampur semua bekal yang dibawa di atas satu wadah. Menariknya adalah kita bisa mencicipi semua makanan yang dibawa oleh adik mentor. Makannya pun melingkar jadi lebih terasa ukhuwwahnya :)

 

5. Hang Out


Awalnya istilah Hang Out digunakan oleh remaja Amerika yang ngisi waktu dengan kegiatan yang gak jelas bahkan cenderung sia-sia seperti kumpul di bar atau kafe pinggir jalan. Nah, Hang Out disini lebih diarahkan menjadi kegiatan mentafakuri sesuatu. Misal buat kelompok mentoring akhwat bisa main ke Mal dan melihat kondisi remaja saat ini. Kalau ikhwan bisa mentafakuri kegiatan malam dengan jalan-jalan di pusat-pusat keramaian pada saat tengah malam. Di sana akan terlihat wajah asli kehidupan remaja ibukota. Minta mereka mengamati pemandangan yang ada. Setelah itu kumpul di suatu tempat/base camp dan diskusikan hal-hal yang bisa mereka tafakuri dari kegiatan tersebut.

 

6. Mendengarkan nasyid dan diskusikan lirik serta tren nasyid nasional maupun internasional

Saat ini saya sedang mendengarkan lantunan suara lembut Alm. Chrisye yang menyanyikan lagu religi Thalal Badru. Subhanallah… sangat merdu.. sangat meresap hati dan menggugah tafakur atas kehidupan Nabi Muhamada SAW. Nasyid bisa menjadi alternatif hiburan untuk adik mentor untuk mengisi waktu luang. Selain nadanya yang mengena hati liriknyapun sangat dalam dan memancing rasa ingin tahu saya dalam memaknainya. Begitu banyak lagu nasyid yang diciptakan dan dinyanyikan oleh penasyid nasional maupun internasional. Semuanya seolah berlomba-lomba dalam mensyiarkan islam lewat nada dan kata. Nasyid bisa menjadi media yang baik untuk mengenalkan keindahan Islam dan dasar-dasar islam. Kesenangan terhadap nasyid bisa menghindarkan adik mentor dari musik yang membawa efek negatif seperti yang ada logo “explicit content” nya. Selain itu, kita pun bisa mengenalkan para penasyid dan idealisme yang mereka usung dari kegiatan bernasyid. Wah, lagu Thalaal Badrunya sudah beres, sekarang lagi mendnegar lagu Shoutul Harokah yang sangat menghentak-hentak dan bersemangat!

7. Bermain game-game board seperti scrabble.

Mentoring sambil bermain itu lebih efektif dibandingkan dengan mentoring biasa. Mengapa, karena secara ilmu kependidikan permainan itu mengandung beberap poin penting dalam proses pembelajaran. Beberapa diantaranya adalah adanya Kompetisi untuk membangun mental juara, adanya faktor rekreasi yang menurunkan tingat stress seseorang, dan adanya faktor penggunaan otak kanan dalam mengolah informasi. Seperti kita ketahui bahwa kita hampir tidak pernah menggunakan otak kanan dalam model belajar konvensional. Nah, bermain sambil belajar akan mengaktifkan otak kiri dan kanan secara bersamaan.

Beberapa lembaga pelatihan lifeskill terkadang mengeluarkan semacam board game yang akan melatih skill-skill tertentu pada orag-orang yang dilibatkannya. Misalnya cashflow quadrant game board yang dibuat oleh Robert T. Kiyosaki. Game ini melatih pemainnya untuk lebih mudah belajar tentang konsep investasi dan membangun mindset investor bagi pemainnnya. Game lainnya yang menarik adalah permainan scrabble yang menantang pemainnya untuk memperkaya hafalan vocabulary bahasa inggris. Dalam mentoring, game ini bisa dimodifikasi dengan istilah-istilah yang islami.

9. Diskusi mengenai hidup

Tiap orang memiliki pendapatnya masing-masing ketika ditanyai tentang makna hidup. Pada dasarnya hal terpenting ketika kita hidup adalah menjawab tiga pertanyaan mendasar tentang hidup itu sendiri. Pertanyaan-pertanyaan itu adalah “Darimana kita berasal, Sedang apa kita di dunia, atau akan kemana kita setelah mati”. Masih saja ada orang yang tidak mengerti buat apa hidupnya dihabiskan, tak terkecuali adik mentor kita sendiri. Coba gali dan diskusikan mengenai makna hidup bagi mereka. Diskusikan hal-hal yang bagi mereka sulit untuk dimengerti. Share sudut pandang Antum mengenai hidup dan ceritakan pula bagaimana para sahabat dan Nabi Muhammad menjalani hidup mereka. Diskusi ini bisa mengantarkan mentoring kepada cerita-cerita orang-orang sholeh, sahabat dan kehidupan para Nabi dan Rasul.

 

10. Bercerita mengenai hal-hal yang disukai, latar belakang keluarga, atau kejadian paling berkesan dalam hidup.

Salah satu kegiatan yang paling menyenangkan dalam mentoring adalah ketika adik mentor mau berbagi mengenai kehidupan mereka. Baik itu mengenai hal-hal yang mereka sukai, tentang keluarga mereka, atau kejadian yang paling berkesan yang pernah mereka lewati dalam hidup mereka. Hidup tidak selalu lurus dan datar. Ada kalanya kita bahagia, sedih, khawatir, shock, surprized, dan mengalami saat-saat yang berkesan dan tak terlupakan. Rasanya ada kekuatan dan kebahagiaan tersendiri ketika kita berbagi cerita itu kepada adik mentor atau adik mentor yang bercerita dalam mentoring. Kegiatan ini akan membangun keterbukaan dalam kelompok dan semakin menyolidkan hubungan antar sesama adik mentor atau antara mentor dan adik mentor.

 

11. Berbicara mengenai karir

Mari kita berandai-andai yuk! Tanyakan pada mereka mengenai cita-cita mereka kemudian buat semacam sesi berandai-andai. Jika ada yang bercita-cita sebagai pemain bola, maka coba diskusikan hal-hal apa saya yang harus mereka capai secara bertahap untuk dapat mencapainya. Misalkan ada yang bercita-cita ingin menjadi seorang pemain bola, maka kemungkinan hasil “diskusi andai-andainya” adalah memulai dengan sering berlatih seminggu sekali, kemudian mencoba mengkuti perlombaan futsal ataupun sepakbola tingkat sekolah atau tingkat kelurahan. Setelah itu, naik ke tingkat wilayah dan provinsi dan jika berhasil ke tingkat nasional. Jalur lain adalah dengan mengikuti sekolah sepakbola regional yang bisa mengantarkannya kepada pelatihan yang lebih professional lagi. Contoh lain lagi adalah jika ada yang ingin menjadi seorang profesional IT. Kemungkinan hasil diskusi angan-angannya adalah dengan mulai mempelajari pemrograman sejak sekarang, kemudian mengikuti lomba-lomba pemrograman atau olimpiade ICT dan belajar yang keras agar dapat kuliah di jurusan Teknik Informatika. Cara lain untuk menjadi profesional IT adalah dengan mencoba membuat program sederhana yang langsung dapat dipublish online seperti membuat aplikasi Android atau aplikasi Facebook. Mentor dapat mendorong mereka mencapai cita-cita itu dan meyakinkan bahwa tidak ada yang mustahil di dunia ini selama kita mau berusaha keras. Yang penting semangat!!

12. Bertukar kado

Ungkapkan cinta dengan sebuah kado. Yah, kira-kira begitulah tema dari kegiatan ini. Kita mengajak adik mentor untuk mengungkapkan cinta kepada sesama anggota mentor dengan membelikan hadiah yang berisikan barang yang paling dia sukai. Tentu untuk mengetahui barang apa yang disukai tidak etis kalau langsung ditanyakan ke orang yang bersangkutan melainkan dengan cara “menyelidiki”. Di sinilah menariknya. Rasulullah menyunnahkan agar kita terbiasa memberi hadiah kepada orang yang kita sukai. Hadiah itu tidak perlu yang mewah ataupun mahal, karena esensinya adalah pengungkapan rasa cinta karena Allah terhadap saudara seperjuangan. Adik mentor dibebaskan untuk menentukan kepada siapa dia akan memberikan hadiah tetapi dilarang untuk menanyakan langsung. Cari cara untuk mencari tahu kesenangan orang yang dituju. Budget tidak usah besar-besar, karena bukan harga barangnya yang dituju.

 

13.Ajarkan adik mentor untuk membiasakan menulis

Sampai saat ini tidak ada sistem pendidikan kita dari SD-KULIAH yang membuat pelajarnya jadi keranjingan menulis. Padahal peradaban menulis itu lebih maju dibanding peradaban membaca dan berbicara. Manusia harus belajar mengekspresikan dirinya dalam bentuk tulisan. Tulisan bisa menggambarkan karakter, suasana hati dan tingkat intelegensia seseorang. Tidak hanya itu, kebiasaan menulis bisa membantu menyalurkan unek-unek hati agar tidak menjadi beban diri sendiri. Menulis juga bisa melatih adik mentor untuk berfikir terstruktur dan lugas. Pada akhirnya kalau kebiasaan menulis bisa mendarah daging maka tulisannya bisa menjadi manfaat untuk orang yang membacanya dan membangun silaturahim dengan pembaca.

Mentor bisa memulai pengajaran dengan meminta adik mentor menuliskan apa saja mengenai dirinya, kegiatannya, orang-orang disekitarnya atau pendangan dia mengenai sesuatu. Setelah menulis minta dia ceriakan atas apa yang dia tulis. Berikan waktu beberapa menit. Setelah itu minta dia menceritakan, atau bahas bersama. Rayakan pekerjaan mereka dengan tepuk tangan atau takbir.

14. Bicara mengenai tampilan yang rapih

Biasanya ini terjadi di mentoring akhwat. Mentor berbicara mengenai penggunaan jilbab yang rapih, pemilihan warna yang sepadan dan gaya kerudung yang unik tapi syar’i. Baiknya bawa beberapa contoh model yang didapat dari internet atau majalah, kemudian bawa beberapa contoh jilbab untuk dicoba oleh adik mentor.

Hm, saya(ayyash) memang tidak ahli masalah pakaian wanita. Tapi umumnya wanita itu sangat senang dengan fashion dan peduli sekali dengan penampilan. Berbicara mengenai jilbab dan pakaian muslimah akan menambah ketertarikan tersendiri untuk adik mentor yang belum memiliki motivasi yang kuat untuk mulai menutup aurat.

Kalau ikhwan memang tren fashionnya gak seheboh tren fashion akhwat, tapi ikhwan itu terkenal sebagai gender yang jorok (ups… :) . Ada baiknya mentor ikhwan berbagi mengenai tata aturan berpenampilan rapih seperti rajin menggosok gigi, penggunaan wewangian, memotong rambut atau model/merk baju/koko yang fashionable.

 

15. Membantu mengerjakan Pe-eR

Adik mentor juga seorang pelajar yang terkadang punya  Pe-eR yang bejubel. Terkadang mereka mengikuti mentoring dengan beban “Aduh! belum mengerjakan Pe-eR!” di dalam benaknya. Tanyakan padanya apakah ada Pe-eR yang sulit dikerjakan dan tawarkan untuk dikerjakan bersama-sama di dalam mentoring. Bawa whiteboard kecil dan spidol kemudian bahas bersama-sama Pe-eR yang ditugaskan. Biasanya Pe-eR yang susah itu Pe-eR Fisika atau matematika. Membantu mengerjakan Pe-eR menjadi nilai tambah dari kegiatan mentoring. Di masa yang akan datang adik mentor akan tidak merasa malas untuk datang mentoring hanya karena memiliki tugas yang bejibun. Karena dia merasa ada kakak mentor yang siap sedia untuk membantunya :)

 

16. Berbicara mengenai mengelola uang.

Coba tanya adik mentor Antum berapa uang jajannya sehari. Adakah sebagian dari uang jajannya disisihkan untuk ditabungkan? Boros adalah salah satu sifat kesukaan setan. Membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan sama dengan membuang-buang duit. Padahal tidak selamanya Allah memberi uang sebanyak yang sekarang mereka miliki. Menabung adalah salah satu antisipasi andaikata kita membutuhkan uang mendadak atau membeli sesuatu yang mahal. Mengelola uang bukan sekedar menabung saja. Kenalkan sedari dini mengenai konsep investasi dan asuransi.  Kenalkan juga mengapa kartu kredit riba dilarang dalam Islam. Pahamkan pada mereka bahwa kemampuan mengelola uang akan sangat dibutuhkan ketika mereka beranjak dewasa dan membantu mereka merangkai masa depan finansial yang lebih baik.

17. Jalan-jalan santai ke taman raya atau hutan kota

Bosen juga kalau mentoring di dalam mesjid terus. Sesekali ajaklah main-main ke alam menikmati ciptaan Allah dan mensyukurinya. Kalau di Bandung ada banyak alternatif untuk jalan-jalan ke alam. Beberapa diantaranya adalah Tahura Ir. H. Juanda, Lembang, Kaki Gunung Manglayang, Kaki Gunung Tangkuban Perahu, Gambung, Parongpong dan Ciwidey. Jalan-jalan ke alam atau bekennya disebut tafakur alam akan mengeluarkan sisi terdalam dari adik mentor. Misal kalau di mentoring adik mentor masih jaim-jaim, maka ketika di alam sifat asli mereka akan keluar. Yang suka mengeluh, yang egois, yang setiakawan dengan yang lainnya, itu semua akan keluar tanpa perlu ditutupi lagi. Nah, itulah kesempatan bagi Antum untuk menyadari kekurangan adi mentor dan mencoba memperbaikinya di mentoring-mentoring selanjutnya. Oya, kalau jalan-jalan ke alam jangan lupa siapkan uang yang cukup banyak. Takut adik mentor lupa bawa ongkos pulang :)

 

18. Fun Biking..!

Di Bandung, setiap hari Ahad ada yang namanya Car Free Day. Mobil tidak diperbolehkan melaju di sepanjang jalan Juanda dari jam 7 pagi sampai jam 10 pagi. Regulasi ini dibuat untuk membiasakan warga Bandung berolahraga di sepanjang jalan Juanda termasuk salah satunya adalah bersepeda santai. Bersepeda bareng bisa memperkuat ukhuwwah antar adik mentor. Rasulullah dulu biasa mengajak para sahabatnya untuk berolahraga bersama. Fisik yang prima adalah salah satu hal yang sangat dicintai Allah. Biasanya kendala yang muncul di lapangan adalah tidak semua adik mentor memiliki sepeda. Hal ini bisa diantisipasi dengan meminjam teman dari kelompok mentor lainnya. Setelah berletih-letih bersama di acara Fun Biking, boleh juga dilanjutkan dengan acara silaturahim ke rumah salah satu adik mentor atau ke rumah mentornya sembari sarapan pagi bersama.

19. Mengunjungi perguruan-perguruang tinggi

Kegiatan ini pas banget buat kelompok mentor setingkat SMA. Sebelum berangkat tanya dulu kira-kira adik mentor mau melanjutkan sekolah ke Universitas/Perguruan Tinggi (U/PT) mana. Setelah semuanya mengutarakan keinginan masing-masing cari tujuan U/PT yang masih sekota dan terjangkau untuk dikunjungi. Rekreasi mengunjungi U/PT seperti ini bisa mengenalkan atau menumbuhkan harapan pada mereka bahwa pendidikan itu harus dikecap setinggi-tingginya.  Selain itu, dengan mengunjungi U/PT yang adik mentor sangat cita-citakan, hal ini akan berbekas dan menumbuhkan harapan agar di masa depan mereka akan menjejakkan kaki mereka di U/PT tersebut.

 

20. Menulis surat “Terima Kasih”

Sudah berapa banyak kita berterima kasih? Sudahkah kita berterima kasih pada semua orang yang benar-benar sudah berbuat baik dengan kita? Atau, mungkinkah ada beberapa nama yang luput dari kesadaran kita padahal mereka sudah membantu kita meski dalam kadar yang sedikit, atau mungkin karena dilihat sebagai suatu kegiatan rutin kita merasa tidak merasa perlu berterima kasih pada mereka? Sudahkah kita berterima kasih pada Pak Satpam yang senantiasa menjaga komplek rumah kita dari pencuri? Atau Ibu-ibu pembersih halaman yang senantiasamenyiramkan air agar tidak terjadi lagi debu-debu beterbangan di jalan? Antum bisa mengajak adik mentor berterima kasih pada orang yang selama ini membuat hidup kita lebih mudah seperti Orang tua, keluarga, guru, pak satpam, tukang ronda, atau bahkan pak polisi cepek yang senantiasa membantu lalu lintas lancar di jalanan. Muslim yang terbiasa berterima kasih akan terhindar dari sifat sombong dan cenderung rendah hati. Allah suka sekali itu. Allah pasti ‘like this‘ pada perbuatan seperti itu.

Minta adik mentor untuk menyiapkan secarik kertas kosong dan menuliskan ucapan terima kasih kepada siapapun tanpa kecuali orang-orang yang sudah menjadikan hidup mereka lebih berarti. Ingatkan untuk benar-benar menyebutkan “semuanya” tanpa kecuali. Tujuan kegiatan ini agar insting bersyukur mereka terasah sehingga terbiasa bersyukur pada hal-hal yang sifatnya remeh padahal di hadapa Allah tidak ada nikmat yang remeh. Semuanya adalah anugrah dari Allah yang harus disyukuri.

21. Memaknai hari besar Islam

Dalam Islam tidak ada hari yang istimewa selain Idul Fitri dan Idul Adha. Tidak ada bulan yang istimewa selain bulan Ramadhan. Tidak ada tahun yang istimewa selain tahun kelahiran Nabi dan tahun pertama Hijriah. Selain yang tadi saya sebutkan bukan tidak istimewa lagi tetapi ‘lebih’ istimewa. Kesimpulannya, tidak ada  dalam Islam waktu yang tidak istimewa, semuanya istimewa ketika kita semaksimal mungkin mengisinya dengan kerja keras, beribadah dan bertawakal. Meskipun begitu, pemerintah Indonesia punya kebiasaan tersendiri dalam memanai beberapa peristiwa besar yang terjadi dalam sejarah Islam. Selain Idul Fitri dan Idul Adha yang dijadikan hari libur nasional, pemerintah juga meliburkan beberapa hari istimewa dalam Islam seperti kelahiran Nabi Muhammad dan Tahun Baru Islam. Nah, pada momen-momen seperti ini jangan sia-siakan waktu libur yang diberikan pemerintah tersebut. Antum bisa memanfaatkannya untuk melakukan kegiatan positif bersama adik mentor. Kalau lagi masanya Idul Fitri, maka mentor bisa mengrimkan sms idul fitri yang isinya memohon maaf sembari mengajak adik mentor terus semangat membersihkan diri selepas ramadhan. Pada momen Idul Adha Antum bisa mengajak adik mentor untuk melihat proses idul kurban di suatu tempat atau menyembelih hewan kurban antum sendiri. Ajarkan adik mentor Antum untuk mau menyembelih sesuai dengan syariat Islam sebagai bentuk pengenalan mereka terhadap ilmu fiqh. Kalau lagi momennya Kelahiran Nbai Muhammad, maka ajak adik mentor ke toko buku untuk membaca sirah Nabi. Atau, antum bisa juga mengadakan sebuah mabit yang khusus membahas tentang sejarah Islam zaman Nabi. Omong-omong, Adik mentor saya sangat senang kalau diceritakan tentang perang lho… apalagi kalau sumber rujukannya adalah Manhaj Haraki karangan Ghadban, beuh.. top markotop dah!! Terakhir, kalau lagi momennya muharaman, Antum bisa memperkenalkan sedikit ilmu astronomi yang menjelaskan kenapa ada penanggal masehi dan hijriah, dan apa pentingnya kita menggunakan penanggalan hijriah. Begitcu…

22. Mendesain kartu lebaran

Bahasan nomor 22 ini masih ada unsur-unsur hari besar Islam. Kali ini yang ingin saya ajak ke Antum adalah kita bikin kartu lebaran yuk! :) Memang jaman sekarang sudah tidak jaman lagi kirim-kirim kartu lebaran. Sekarang jamannya Facebook, Twitter-an dan SMS-an. Lagian, siapa juga yang ngajak bikin kartu lebaran dari kertas? Saya mengajak antum untuk membuat desain grafis kartu lebaran. Kontennya bisa ambil dari foto digital kelompok mentor yang diedit dikit menggunakan Adobe Photoshop atau Corel Draw. Kalau sudah tinggal upload ke facebook dan tag teman-teman liqo maupun teman-teman terdekat. Minta adik mentor antum membuat kartu lebaran versi mereka sendiri kemudian upload ke facebook dan mentag teman lainnya. Hal ini bisa mempererat ukhuwwah di antara adik mentor termasuk Antum.

23. Jadi artis Youtube

Memangnya hanya Sinta Jojo atau Udin di Seluruh Dunia yang bisa eksis? Kita juga bisa eksis! Terlepas dari kontroversialnya kegemaran narcistis di kalangan remaja tetapi ada sisi baik kalau kita berani mengekspresikan kesenangan kita dengan membuat video kelompok mentoring untuk kemudian diupload ke youtube. Selain kesolidan semakin terbentuk, kita dapat melihat sisi asli dari adik-adik mentor kita dalam menampilkan diri mereka. Selain itu kita juga dapat mempromosikan kegiatan mentoring kepada khalayak internet. Kegiatan ini memiliki keuntungan jangka panjang. Andaikata suatu saat ada salah seorang adik mentor kita yang futur dan ingin berhenti mentoring maka rekaman video youtube ini bisa membuat mereka/dia berfikir ulang mengenai rencananya berhenti dari kegiatan mentoring. Mentoring itu indah, karena di sana ada ukhuwwah…

Salah satu contohnya adalah video saya yang satu ini hehehe.. (just for fun)

atau yang satu ini…

Terus terang bikin film itu merangsang urat kreatif kita dan melepas stres yang menumpuk dikepala (tapi anehnya kalau berlebihan kita malah disebut orang stres hehehe).

24. Berbicara tentang masa depan

Nah, sebenarnya topik ini bisa menjadi sangat bervariasi tergantung kepabilitas kita sebagai seorang mentor. Saya ambil contoh satu. Misal, saya adalah seorang lulusan Teknik Elektro ITB. Kegiatan “berbicara tentang masa depan” untuk saya adalah berbicara tentang masa depan teknologi digital. Misal saya akan cerita bahwa di masa yang akan datang peralatan rumah akan menjadi cerdas. Semua perabot televisi akan dipasang processor dan disambung akses internet sehingga kita mengendalikan mereka dari jarak jauh. Saya akan cerita bahwa pada suatu saat kulkas itu bisa memasak sendiri karena diperlengkapi dengan chip komputer dan kemampuan bergerak seperti robot. Masa depan manusia akan semakin malas karena hampir semua pekerjaan rutin akan digantikan oleh robot. Bagi Anda yang memiliki latar belakang keilmuan berbeda seperti saya bisa bercerita yang sesuai dengan latar belakang pendidikan Anda. Yang kuliah di Teknik Perminyakan bisa cerita tentang masa depan cadangan minyak bumi. Kalau yang kuliahnya di Astronomi bisa cerita tentang kemungkinan penemuan-penemuan luas biasa oleh NASA tentang rahasia Alam semesta, dan jurusan-jurusan lainnya…

Psst…. kita juga bisa bercerita atau berandai-andai mengenai masa depan Islam di masa yang akan datang, bagaimana nasib Israel, bagaimana kira-kira skenarionya kemenangan Palestina dan prediksi-prediksi akhir zaman yang tanda-tandanya sudah terlihat dari sekarang. Pasti menarik saya jamin.

 

25. “Merayakan” Ulang Tahun


Kelahiran seorang muslim adalah sebuah berita gembira dalam rangka mempercepat kembalinya peradaban Islam
. Sebab semakin banyak pejuang-pejuang Islam atau ilmuwan / pemikir Islam akan muncul di masa yang akan datang. Sengaja saya memberi tanda kutip pada kata “Merayakan” karena pada dasarnya tidak ada kebiasaan Rasul merayakan hari lahirnya begitupun para sahabat. Namun merayakan ulang tahun tidak ada larangnnya dalam Islam kecuali dalam perayaan ulang tahun itu ada kandungan ketidaksyar’ian yang mencederai maksud syukur yang diniatkan. Nah “Merayakan” disini saya maksudkan dengan mengingatkan akan semakin dekatnya waktu kematian. Selain itu mentor bisa menggabungkan kegiatan ini dengan memberi sebuah hadiah penanda hari lahir berupa sesuatu yang bermanfaat. Misal sebuah buku bacaan yang menambah pengetahuan atau sebuah jilbab berwarna cerah sesuai kesenangan si adik mentor. Hari lahir merupakan momen penting untuk bermuhasabah diri, tapi bisa kita barengkan juga dengan pengungkapan rasa cinta antar mentor kepada adik mentor.

 

26. Main futsal ( atau main karet buat akhwat)

Wah, kalau ini gua banget euy. Saya sangat senang main futsal, apalagi kalau dengan adik mentor, senangnya bisa berlipat-lipat. Dari jaman dulu sampai sekarang yang namanya sepakbola atau futsal itu sudah menjadi permainan rakyat. Apapun jenis bolanya, dimanapun, sepakbola selalu digemari oleh kaum adam. Sebagai gantinya buat akhwat bisa bermain karet. Pengalaman saya dulu pernah memegang kelompok mentoring yang suka belang betong kalau hadir, tapi kalau diajak futsal maka yang datang selalu full team. Aneh ya. Yah, mungkin memang motivasi untuk mentoringnya masih lemah. Makanya jurus ini rekomen banget buat kelompok baru dalam rangka membangun kekompakan dan kesolidan. Nanti kalau sudah solid bisa ngajak kelompok mentoring lain adu tanding. Btw saya posisinya kiper. Kalau ada yang mau kontrak saya boleh hubungi saya langsung. Becanda ding :)

27. Berbicara mengenai berkomunikasi dengan lawan jenis

Saya suka sekali kalau ngomongin topik ini. Akhwat dan ikhwan itu beda lho! tapi masih aja ada laki-laki atau perempuan yang menganggap akhwat dan ikhwan itu sama dari segi perasaan dan cara berfikir. Padahal beda total! Betapa seringnya ikhwan dan akhwat berantem karena pemikirannya gak nyambung satu sama lainnya. Ada ikhwan yang menuntut agar akhwat dapat berbuat sama seperti ikhwan berbuat sesuatu. Misalnya ikhwan menuntut agar akhwat bisa pulang malam sama seperti ikhwan. Padahal kan, Akhwat itu punya jam aktivitas yang lebih sedikit dibanding ikhwan. Akhwat maksimal boleh keluar rumah sampai magrib. Tapi ada juga Akhwat yang merasa dimarahin ikhwan kalau ngeliat ikhwan wajahnya lagi jutek. Padahal gak ada masalah dengan ikhwan tersebut. Begitulah sepasang manusia beda gender yang diciptakan Allah. Berbeda, unik, tapi -percayalah- saling mengisi satu sama lainnya. Sangat sering saya menemukan kasus di lapangan Akhwat dibikin nangis sama ikhwan karena nada bicara sang ikhwan ketika menegur terlalu tinggi sehingga ditanggapi seolah si ikhwan marah besar. Sangat sering juga saya melihat Ikhwan adu mulut sama akhwat karena Akhwat terlalu cerewet dan berfikir pendek dalam merencakan sesuatu. Sesekali mentor boleh berbagi kepada adik mentor mengenai cara berkomunikasi dan memahami cara berfikir lawan jenis. Fahamkan bahwa cara berfikir ikhwan dan akhwat itu berbeda. Saya memang bukan pakar komunikasi seperti Effendy Ghazali yang suka muncul di TV One. Saya juga bukan ahli orator yang bisa berbicara dengan orang tipe apapun. Tapi saya sering share ke adik mentor saya pengalaman beraktivitas dengan lawan jenis dan bagaiman metode terbaik dalam berkomunikasi dengan lawan jenis. Ada rambu-rambu yang harus ditaati agar Ikhwan dan Akhwat itu saling mengisi, bukan saling menjatuhkan.

28. Timbel Baso (Tim Belajar Bahas Soal)

Bukan, ini bukan makanan. Timbel Baso adalah program tersturktur dan terencana dalam mempersiapkan adik mentor berhasil dalam menghadapi Ujian Tengah Semester, Ujian Akhir Semester, atau SNMPTN yang merupakan kependekan dari Tim Belajar Bahas Soal. Well, mau gak mau mentor harus ahli melibas semua soal SMP atau SMA yang diujikan dan memahamkan adik mentor mengenai konsep-konsep njelimet Fisika, Matematika, Kimia dan memotivasi adik mentor untuk tidak letih menghafal pelajaran hafalan seperti Biologi, Sejarah, PKn, Ekonomi dan Antropologi. Aduh, rapor saya jelek waktu SMA dulu… Yasudah, kalau begitu bikin mentoring gabungan saja, ajak mentor yang pintar untuk mau meluangkan waktunya melayani pertanyaan-pertanyaan dari adik mentor. Makanya belajar yang rajin ya akang mentor.. biar jejaknya bisa diikuti sama adik mentornya… :D

29. Belajar fotografi

Tips yang satu ini memang membutuhkan modal barang selain modal kemauan. Sebab, kegiatan yang dilakukan musti kudu harus menggunakan kamera (kamera digital biar murah dan praktis). Sesekali ajak adik mentor untuk jalan-jalan dan  membawa kamera digital poket. Minta agar mereka memotret situasi unik sepanjang perjalanan. Setelah itu lihat hasil jepretan mereka di komputer dan cetaklah satu atau dua foto yang mereka nilai yang terbaik. Dalam sebuah forum tanyakan pada mereka mengapa mereka memfoto objek tersebut. Apa menariknya, dan cerita apa yang bisa mereka sampaikan dari foto yang mereka ambil. Tips: pada tengah-tengah kegiatan minta mereka memfoto kelompok mentor full team dengan meminta bantuan salah seorang untuk bantu sebagai pengambil foto. Pilih satu foto terbaik dan cetak sejumlah adik mentor. Pada pertemuan selanjutnya bagikan foto tersebut dan lihat reaksi malu campur haru di wajah mereka. :)

30. Menjelajahi Internet

Internet menyimpan segudang daya tarik tersendiri. Kalau Antum adalah mentor SMP saya bisa memastikan mungkin tidak semua adik mentor antum memiliki alamat email. (sudah sih kayaknya karena anak zaman sekarang sudah pada punya facebook kan? otomatis pasti punya email..). Atau, mungkin adik mentor antum belum pernah memainkan game parampaa yang tersohor di kalangan anak kuliahan. Atau mungkin adik mentor Antum belum tahu cara mendownload film dari youtube. Kalau Antum jadi mentor SMA mungkin adik mentor antum belum tahu cara mendownload berbagai film secara cepat dan gratis lewat file torrent. Cari file ebook Islami di internet? begini, begitu, daaaannnn lainnya. Coba bayangkan betapa senangnya adik mentor Antum kalau ternyata kemampuan menjelajahi internetnya lebih maju dari rata-rata teman di kelas. Mereka akan bangga dengan kakak mentornya dan ujung-ujungnya akan rajin mendatangi mentoring lagi menunggu kejutan-kejutan lainnya dari Antum. Buat Antum yang merasa gaptek sudah saatnya berubah dan mempelajari Internet. Musuh kita (Zionis) sudah menyerang pemikiran pemuda-pemuda Islam lewat Internet. Kok kita masih betah ngegaptek? Berubahlah!

Related Posts

1 comment

wah two thumbs min, kejawab sudah pertanyaan sy yg lagi bingung karna mentoring yg terkesan monoton. syukron katsiran.

Leave a reply