Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

#23 Tingkatkan Kredibilitas Murobbi : Hati-Hati dalam Berpendapat

“Ucapkanlah perkataan kalian, tetapi jangan sampai syetan memperdaya kalian” (HR. Abu Daud).

Hati-hati dalam berpendapat, sebab suara Anda sangat diperhatikan mad’u. Hal ini terutama jika mad’u sudah tsiqoh (percaya) dengan Anda. Sebelum berpendapat, pikirkan dahulu dengan matang apa yang akan Anda utarakan. Pikirkan juga dampak pendapat Anda terhadap mad’u. Jangan ceplas ceplos. Ngomong dulu baru mikir. Hal ini berbahaya, jika pendapat Anda salah. Pendapat yang salah, bukan hanya mengurangi kredibilitas Anda sebagai murobbi, tapi juga dapat menjerumuskan mad’u pada kesalahan. Sebagai contoh, mad’u Anda bertanya kepada Anda tentang bagaimana sikap kita terhadap orang kafir. Lalu Anda dengan tegas mengatakan bahwa mereka harus dimusuhi. Mad’u akan mengambil pendapat Anda sebagai pegangan baginya dalam pergaulan. Setiap bertemu orang kafir ia akan memusuhinya. Padahal tidak semua orang kafir perlu dimusuhi. Ada kriteria dan batasannya. Namun karena Anda tidak merinci pendapat Anda ketika mad’u menanyakannya, mad’u menerapkannya untuk segala situasi. Inilah contoh, jika murobbi kurang hati-hati berpendapat. Karena itu, bijaksanalah dalam berpendapat. Anda perlu memahami kapan saatnya berpendapat yang memerlukan rincian, kapan yang tidak, kapan juga mengatakan tidak tahu, dan kapan mengatakan tahu dengan tegas.

Dalam kasus lain, jika Anda ragu-ragu dengan pendapat Anda sendiri, sampaikan hal itu kepada mad’u sehingga ia tahu bahwa pendapat Anda itu belum final. Atau katakan padanya dengan pendapat yang global. Tidak terlalu spesifik. Misalnya, mad’u bertanya tentang siapa sebaiknya yang menjadi pembicara dalam seminar yang diadakan oleh halaqah. Anda tidak tahu atau ragu menunjuk siapa nama yang cocok untuk seminar tersebut, maka katakan padanya bahwa pembicaranya bisa siapa saja yang penting cocok dengan tema seminar tersebut. Jawaban yang global ini untuk menjaga agar Anda tidak disalahkan oleh mad’u, jika kelak pendapat Anda ternyata salah atau kurang tepat.

 

Serial Tulisan #MurobbiSukses terbaru:

Leave a reply