Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

13 Tanda Kamu Menyia-nyiakan Hidupmu tapi Gak Mau Kamu Akui

Saat kita kecil biasanya kita punya mimpi besar ya kan? Ingin jadi astronot, polisi, atau dokter. Terus gimana mimpi itu sekarang? Apa kamu masih menjalaninya, atau udah menguap ke awang-awang? Saya yakin masih ada yang konsisten menapaki langkahnya untuk mencapai mimpi yang dari dulu sudah ia cita-citakan. Tapi ada juga yang enggak. Nah, buat yang enggak bisa jadi 13 hal ini menjadi tanda kalau kamu udah buang-buang waktu selama ini dan tidak melangkah ke arah manapun juga tapi kamu gak mau mengakuinya:

1. Terlalu banyak waktu terbuang untuk hal yang sia-sia.

Main games di PC dan Playstation, nonton sinetron dan bioskop, browsing situs,berburu makanan enak dan lainnya. Coba deh lebih serius melihat hidup kamu ke depan. Kamu mau menghabiskan waktu untuk mencapai target apa? Apakah kamu udah menghabiskan waktu untuk mencapai tujuan itu? Apakah yang kamu kerjakan saat ini akan membawamu menuju hidup yang penuh prestasi dan mandiri? Kalau enggak, berarti kamu harus merubah rutinitas dan mulai mengerjakan kegiatan yang mendukung masa depanmu. Berubahlah!

2. Terlalu banyak mengeluh

Banyak di antara kita yang terlalu lebay dalam memaknai hidup. Macam sinetron aja. Segala hal harus ditangisi, dikomentari, dan dianggap masalah. Apa kamu termasuk yang seperti itu? Apa kamu selalu mengeluh tentang tugas sekolah, guru yang cerewet dan galak, atau teman yang nyeleneh? Kalau iya, maka sebenernya kamu gak dapet apapun selain energi negatif yang numpuk di kepala kamu. Energi negatif gak menyelesaikan masalah selain bikin masalah bikin runyam aja. Rubah cara berfikir kamu. Mulai bersyukurlah atas berbagai hal di sekelilingmu yang kamu sukai. Bukan yang kamu gak sukai lagi.

3. Pikiran yang tidak berkembang

Kalau kamu gak mengembangkan pikiranmu, dan hidup sebagai sebagai seorang pembelajar, maka berarti kamu tuh stagnan, gak bakal jadi apa-apa. Bayangin aja ada 5 ekor anak ayam, yang empat bertumbuh jadi ayam dewasa yang gagah lha yang satu tetap jadi anak ayam. Kamu yang anak ayam itu. Siap-siap aja musnah karena kalah persaingan. Kerjakanlah sesuatu yang baru, pelajarilah sesuatu yang fresh yang bisa membuka cakrawala kamu. Tantangan positif akan memperluas cara berfikir kita. Sebaliknya, stagnasi akan membuat kita semakin terbelakang dan tertinggal.

4. Kamu sering merendahkan diri sendiri

Bicara ke diri sendiri bisa mempengaruhi hidup kamu, baik positif ataupun sebaliknya. Henry Ford pernah berkata “berfikir kamu bisa atau kamu tidak bisa… manapun itu, kamu benar”. Kalau kamu mengklaim kalau kamu itu gak cukup pinter, itu benar. Kalau kamu merasa jago matematika, kamu juga benar! Kalau kamu merasa jelek dengan jilbab birumu, itu juga benar. Kalau kamu merasa kuliah di tempat yang itu juga benar. Apapun yang kamu fikirkan, insya Allah akan menjadi realita sebab begitulah bagaimana alam fikiran dan alam raya saling merespon satu sama lain. Jadi, berhati-hatilah saat berbicara dengan diri sendiri. Bicaralah secara positif untuk membentuk kehidupan yang baik. 

5. Kamu merasa gak terinspirasi

Pernah merasa gak punya passion bro? Banyak orang yang merasa seperti itu. Padahal faktanya gak. Apa yang saat ini sedang kamu gandrungi? Pasti ada. Udah saatnya kamu fokus pada apa yang kamu suka dan terus mengembangkannya.

6. Kamu gak punya rencana untuk masa depan

Paling enak emang kita menikmati kondisi kita sekarang. Tapi kita gak tahu sampai kapan kita bisa menikmati kondisi sekarang. Masa depan itu masih misteri you know. Siapkah kamu bila sebuah cobaan besar sedang menantimu. Apa yang sudah kamu siapkan untuk masa depan?. Daripada kita jadi korban atas ketidakpastian di masa depan, akan lebih baik jika kita menentukan masa depan kita sendiri. Milikilah peta. Mau kemana kamu? Konsistenlah dengan arah hidupmu. 

7. Kamu berteman dengan orang yang tidak mau maju dan tidak membuatmu maju. 

Bertemanlah dengan siapa saja, namun pilihlah dalam bersahabat. Teman bukanlah sekedar orang yang bermain bersama. Mereka bisa mempengaruhi cara kamu berfikir. Kalau pikirannya main mulu, kamu gak bakal maju-maju. Carilah sahabat yang visioner. Yang bisa bawa kamu juga ikut berfikir maju.

8. Kamu ketergantungan smartphone

Smartphone memang sangat menyenangkan untuk menghabiskan waktu kita seharian. Tapi kalau ditotal-total ada berapa jam yang terbuang ketika bermanja-manja dengan smartphone? Pikirkan juga hubungan yang rapuh saat kamu terlalu asyik dengan smartphone. Mungkin kamu sedang chatting saat lagi makan bersama keluarga dan kamu kehilangan momen-momen hangat itu. 

9. Kamu menghabiskan uang untuk barang dan sensasi yang tidak bermanfaat

Ada perbedaan antara “butuh” dan “ingin”. Rasa-rasanya sudah kita pelajari di TK ya kan? Di pelajaran tentang menabung. Bagaimanapun juga, saat ini batasan antara kedua istilah itu jadi bias bahkan overlap. Yang “ingin” disebut “butuh”, yang “butuh” disebut “ingin”. Lihat aja pemulung yang masih sempat merokok setiap hari, atau pengemis yang punya smartphone ‘agak’ canggih sebagai contohnya. Jadi, coba didaftar mana yang benar-benar butuh, dan mana yang hanya sekedar gaya. Gunakan uang dengan bijak, sebab dia gak gratis seperti udara dan air. 

10. Kamu gak cukup tidur.

Tidur yang ‘cukup’ krusial untuk kesehatanmu. ‘Cukup’ disini tidak terlalu lama atau terlalu sebentar. Bagi anak kecil, tidur 8 jam sehari adalah jumlah yang ‘cukup’. Tapi semakin dewasa kita, maka sebenarnya waktu tidur kita tidak harus selama itu. 6 jam cukup. Begadang juga tidak baik, karena di tengah malam ada proses fisiologis yang dibutuhkan tubuh kita di saat kita terlelap. Jika terbangun, maka proses itu tidak bisa berlangsung secara maksimal. Saya bukan dokter, tapi kamu bisa jadi dokter untuk dirimu sendiri. Bangun tidur setelah begadang tentu rasanya berbeda dengan bangun dari tidur yang cukup bukan?

11. Kamu gak mikirin kebugaran dan kesehatan.

Mental manusia juga ikut terpengaruh dari makanan. Hindari makanan berpengawet, pewarna buatan, mengandung MSG, dan pemanis buatan. Kita bicara tentang merajut masa depan bro. Makanan yang Saya sebut barusan mungkin gak akan berefek di masa sekarang, tapi dia akan menjadi batu sandungan besar di masa depan.

12. Kamu gak mau ninggalin zona nyaman kamu.

Ada kehidupan kontras antara remaja di Palestina dan remaja bangsawan di Arab Saudi. Remaja bangsawan di Arab Saudi terbiasa dengan kehidupan mewah dan serba tercukupi. Hal itu membuat mereka tak mau berkembang dan cenderung menikmati hidup dan menghabiskan uang. Sementara di palestina, suasana perang membuat mereka selalu ingin menjadi lebih baik. Itulah hebatnya ‘kepepet’. Kondisi ‘kepepet’ bisa membuat kita maju, dengan syarat harus sudah dengan perhitungan yang akurat. Mengambil resiko akan membuat hidup kita lebih maju asal dimulai dengan perencanaan yang matang.  

13. Kamu bersikukuh dengan kehidupan yang salah

Kamu tahu bahwa hidup yang kamu jalani itu salah, tapi kamu gak mau ngerubah keadaan. Kamu gaul dengan teman yang salah, kamu menjalani hobi yang salah, kamu menjalani kebiasaan yang merusak. Saatny kamu berubah. Tidak harus berubah total. Rubahlah sedikit demi sedikit. Karena hidup seharusnya menyenangkan. (LH/IO)

Leave a reply