Jalan Mayang Asih Cijambe, Bandung Indonesia
+62 856-2426-2945

10 Powerfull To-Do List Ketika Menjadi Mentor

Jangan panik ketika memulai tugas sebagai seorang mentor. Menjadi mentor bukanlah seperti seorang guru yang ngerti dari A sampai Z. Sederhananya, menjadi kita menjadi mentor karena kita “lebih dulu” tahu dibanding adik mentor kita. Jadi sederhananya menjadi mentor dengan membagi pengalaman kita mengenai hidup, mengenai Islam, mengenai menjadi remaja yang lebih baik lagi. Menjadi mentor sudah sepantasnya menjadi kegiatan yang menyenangkan. Dengan 10 To-Do List ini saya yakin kegiatan mentoring ini akan semakin menyenangkan!

1. Senyuman yang tulus

Sambut saudaramu dengan senyuman yang tulus. Senyuman yang penuh dengan rasa cinta fillah, kemudian ulurkan tanganmu, jabat tangannya dengan penuh kehangatan. Jangan malu utnuk menunjukkan kehangatan ukhuwah. Kesan pertama bagi adik sangat menentukan proses mentoring selanjutnya. Ingat saudaraku : “Tak ada kesempatan kedua untuk memberikan kesan pertama”

2. Dibuka dengan dzikir

Lakukan pembukaan mentoring dengan dzikir mengingat Allah. Penuhi kebutuhan ruhiyah adik mentor. Biarkan mereka menikmati jamuan ayat – ayat suci Al-Qur’an, asma – asma Allah yang Maha Indah. Ucapkan tahmid, sampaikan shalawat kepada baginda Nabi Muhammad SAW, Luruskan niat dengan basmalah, dan akhiri dengan tilawah  Al-Qur’an bergiliran.

3.Pemanasan dengan menulis cepat

Lakukan warming up (kalau memungkinkan) yaitu dengan menulis cepat harapan selama mentoring setelah diberitahukan topik mentoring. Berikan masing – masing adik mentor secarik kertas. Minta mereka menuliskan harapan terhadap sebuah materi mentoring yang akan kamu berikan pada saat itu. Setelah itu lakukan review terhadap hasil menulis cepat tadi.

4.Review materi sebelumnya

Sebelum masuk ke materi inti, ada baiknya juga kita membahas sedikit materi di pertemuan sebelumnya. Tanyakan juga pada mereka kalau – kalau masih ada yang ingin ditanyakan. Luangkan waktu 1 – 5 menit untuk diskusi mengenai materi sebelumnya.
[contextly_auto_sidebar id=”IqiZvVsBQZALIjiL5HFEtkxgKIKPtG4p”]

5.Bersyukur bahwa kita seorang muslim

Selalu ingatkan adik agar bersyukur bahwa kita dilahirkan dalam keadaan Islam, karena orang Islam akan dijamin masuk surga, bersyukur bahwa kita dilahirkan dalam keadaan sehat dan ingatkan bahwa beberapa implementasi dari bersyukur adalah ibadah yang benar, menuntut ilmu dengan benar.

6. Manfaat ukhuwah Islamiyah.

Ingatkan betapa kita harus bersyukur juga dengan adanya mentoring ini, ukhuwah islamiyah kita semakin erat dengan sesama adik mentor lainnya. Bandingkan dengan remaja lain yang saat ini mengisi waktu dengan kesia-siaan seperti bermain game atau jalan – jalan ke mall tanpa tujuan yang jelas. Alhamdulilllah, di mentoring selain mendapat ilmu kita meretas jalan bersama – sama menuju surga.

7. Tanyakan bagaimana kondisi adik-adik.

Sebagai implementasi ukhuwwah, tanyakan kondisi adik – adik. Bagaimana belajar mereka di kelas. Bagaimana juga ulangan harian mereka. Adakah mata pelajaran yang belrum mereka pahami. Selain itu, tanyakan juga permasalahan hidup yang sedang mereka alami. Bagaimana keluarga di rumah. Terkadang mereka ingin bercerita secara personal tidak di dalam majelis mentoring, oleh karena itu sediakan waktu untuk membicarakannya. Jangan lupa tanyakan juga kabar adik mentor yang berhalangan hadir, apakah gerangan yang menghalangi mereka tidak bisa menghadiri mentoring.

8. Sampaikan materi inti.

Saatnya masuk ke materi inti. Ada baiknya kamu sudah mempersiapkan materi inti sebelum mementor agar penyampaian materi lebih menjiwai. Ingatkan mereka bahwa tidak dilarang untuk menginterupsi jika ada penjelasan yang ingin ditanyakan.

9. Tutup dengan doa

Setelah materi dan tanya jawab selesai, akhiri mentoring dengan Do’a Rabithah dan do’a kifaratul majelis. Do’a Rabithah adalah do’a yang diambil dari Al-Qur’an memohon agar dikuatkannya ikatan hati dan ukhuwwah islamiyah antar sesama adik mentor dan mentor. Bunyi dan artinya seperti ini :

Do'a Rabithah
Do’a Rabithah

Artinya :

Ya Allah…
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu,
telah berjumpa dalam taat padaMu,
telah bersatu dalam dakwah padaMu,
telah berpadu dalam membela syari’atMu.
Karena itu ya Allah, kukuhkanlah ikatannya,
kekalkanlah cintanya. tunjukilah jalan-jalannya,
penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar,
lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMu dan keindahan
bertawakkal kepadaMu,
nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMu,
matikanlah kami dalam syahid di jalanMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Amin.

Sampaikanlah kesejahteraan, ya Allah, pada junjungan kami, Muhammad, keluarga dan sahabat-sahabatnya dan limpahkanlah kepada mereka keselamatan.

Sementara do’a akhir majelis salah satu yang shahih adalah seperti ini :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.

Artinya:

“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”.

10. Pernyataan cinta fillah.

Bersalaman dengan seluruh peserta mentoring. Nyatakan kecintaan kita pada mereka. Amat diutamakan berpelukan dan menyatakan cinta betapa kita ingin senantiasa bersama mereka berjuang di sisi Allah..

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
“Sesungguhnya pada hari kiamat kelak ALLAH berseru, ‘Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali per-lindungan-Ku.” (HR. Muslim)

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam juga bersabda bahwasanya ALLAH Ta’ala berfirman :

yang layak mendapatkan cinta-Ku bagi orang yang saling mencintai karena-Ku. Orang yang saling mencintai karena-Ku (di hari kiamat) akan ditempatkan di menara dari cahaya, tempat yang diingini oleh para nabi, orang-orang yang benar dan para syuhada. (Shahih jami)

Sebelum berpisah

Ingatkan pertemuan selanjutnya,
Tegaskan kembali janji atau kesediaan Antum untuk membantu adik mentor dalam urusan tertentu (misalnya meminjamkan buku) dan,Catat keadaan terakhir dirinya (ruhiyah, akademis, keluarha, dll) di catatan pribadi Antum, supaya bisa di follow-up atau dibantu mentor lainnya.

Related Posts